Ketahanan Pangan Nasional perlu terus diupayakan untuk menjamin kecukupan pangan yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Untuk peningkatan produksi padi tahun 2012 maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Batang Hari menfokuskan pada peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi dalam SL-PTT Padi. Dalam pelaksanaan SL-PTT padi untuk peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan petani maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Batang Hari menetapkan 117 Kelompok Tani dalam Kabupaten Batang Hari sebagai penerima Dana Bansos untuk Laboratorium Lapang (LL) SL-PTT Padi Non Hibrida Tahun Anggaran 2012 dengan jumlah LL sebanyak 140 dengan luas lahan 3.184,36 Ha. Disamping itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Batang Hari juga menetapkan 144 Kelompok Tani Penerima Bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN) SL-PTT Padi Non Hibrida Tahun Anggaran 2012 untuk luas lahan 3.500 Ha. Kelompok Tani penerima LL juga mendapatkan bantuan Cadangan Benih Nasional. Kelompok Tani menerima dana Bantuan Sosial (Bansos) dan bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN) SL-PTT Padi Non Hibrida melalui Dana APBN Departemen Pertanian melalui anggaran tugas perbantuan pada DIPA Dinas Pertanian tanaman Pangan Kabupaten Batang Hari, dengan anggaran dana sebesar Rp. 518. 000.000,- untuk Laboratorium Lapang (LL) SL-PTT Padi. Adapun rincian jumlah Kelompok Tani Penerima Dana Bansos untuk Laboratorium Lapang (LL) SL-PTT Padi Non Hibrida dalam Kabupaten Batang Hari adalah sebagai berikut : 7 Kelompok Tani di Kecamatan Maro sebo Ulu dengan 8 LL, 46 Kelompok Tani di Kecamatan Mersam dengan 50 LL, 15 Kelompok Tani di Kecamatan Muara Tembesi dengan 22 LL, 14 Kelompok Tani di Kecamatan Muara Bulian dengan 20 LL, 18 Kelompok Tani di Kecamatan Pemayung dengan 20 LL, 10 Kelompok Tani di Maro Sebo Ilir dengan 10 LL, 5 Kelompok Tani di Kecamatan Bathin XXIV dengan 8 LL, 2 Kelompok Tani di Kecamatan Bajubang dengan 2 LL. Masing-masing Kelompok Tani mendapatkan jumlah LL berbeda dan dalam pelaksanaan di lapangan petani mendapatkan materi penyuluhan dari penyuluh dalam kecamatan yang bersangkutan. Materi penyuluhan disusun oleh penyuluh bersama dengan Kelompok Tani, jadi materi yang diberikan benar-benar yang dibutuhkan dan dapat diaplikasikan nantinya oleh petani di lapangan. SL-PTT menjadi tempat pendidikan non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergi dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Benih CBN telah disalurkan semuanya ke Kelompok Tani Penerima pada bulan April 2012 sedangkan Pelaksanaan LL SL-PTT telah 80% dilaksanakan di setiap kecamatan dalam Kabupaten Batang Hari. Kerjasama yang baik antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Batang Hari, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kab. Batang Hari, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan serta Kelompok Tani Penerima sangat berperan dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan sehingga tujuan peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan petani dapat tercapai. Ditulis oleh Lidya Febrina, S. Pt (PPL Desa Pasar Terusan Kec. Muara Bulian