Belakangan ini produksi susu kambing perah milik Bapak Solehudin, Poktan Ngudi Raharjo, Kauman Kidul meningkat hingga 20 – 40% dikarenakan rutin memberikan pakan tambahan berupa daun pepaya pada pagi dan sore hari. Pemberian daun pepaya dicampur dengan pakan konsentrat. Menurut petani pemberian pakan berupa daun pepaya sangat ekonomis, daun pepaya bisa mencari di pekarangan atau lahan milik warga sekitar, selain itu pemberian daun pepaya juga membantu mengobati cacingan pada ternak. Daun pepaya dapat meningkatkan produksi air susu karena kandungan senyawa aktif alkaloid karpain. Fungsi lain senyawa alkaloid karpain adalah untuk merangsang nafsu makan ternak. Pemberian pakan tambahan daun pepaya tidak hanya meningkatkan kuantitas, tapi juga kualitas susu. Air susu kambing yang tidak mendapatkan tambahan daun pepaya hanya menganduk lemak 3,18%. Sementara susu kambing yang mendapat tambahan pakan, kandungan lemaknya 6,34% (Hasil riset Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, IPB). Lemak pada susu berfungsi untuk mengeluarkan aroma khas pada susu. Peningkatan kadar lemak itu setelah peternak memberikan pakan tambahan daun pepaya 15% dari total kebutuhan pakan per bobot badan kambing. Kebutuhan pakan kambing dewasa mencapai 10% dari bobot tubuh yang rata – rata 50 – 80 kg. Selain itu, kambing yang mengkonsumsi pakan daun pepaya menghasilkan susu beraroma khas, sehingga bisa menarik konsumen. Peneliti dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, IPB, Prof. Ir. Yuli Retnani, M.Sc menyarankan tidak memberikan daun pepaya dalam bentuk segar, karena daun pepaya segar mengandung senyawa antinutrisi seperti tani dan saponin. Daun pepaya harus diolah atau difermentasi dulu untuk menghilangkan senyawa antinutrisi tersebut, salah satunya mengolah daun pepaya segar menjadi biskuit daun pepaya. Dalam pembuatan biskuit daun pepaya ini ditambahkan molase atau tetes tebu sebagai perekat. Molase merangsang nafsu makan ternak. Aroma molase seperti karamel dan merangsang enzim saliva pada liur ternak sehingga kambing terangsang mengkonsumsi pakan. Peternak juga bisa menambahkan bahan lain seperti daun Indigofera sp., bungkil kelapa, dan kalsium. Pengolahan daun pepaya menjadi biskuit juga berfungsi untuk mengawetkan pakan. Pakan bisa tahan simpan hingga 3-4 bulan, bahkan setahun lebih asalkan kadar air dibawah 10-12%. Cara Pembuatan Biskuit daun pepaya : Untuk membuat 10 kg pakan memerlukan bahan baku 7 kg daun pepaya, 3 kg bungkil kelapa, dan 500 ml molase. Berikut tahapan pembuatannya : Cacah semua bahan hingga berukuran ±5 cm Jemur cacahan daun pepaya dan bungkil kelapa dibawah sinar matahari. Penjemuran selama 3 hari hingga kadar air kurang dari 14%. Giling bahan baku hingga menjadi butiran kasar atau tepung Campur semua bahan, tambahkan molase sebagai perekat Cetak biskuit dengan dikempa selama 5 menit pada suhu 95ºC. Ukuran biskuit berdiameter 5 cm, tebal 3 cm, dan berat 50 gr Dinginkan pada suhu 25ºC Kemas biskuit untuk menjada kadar air tetap dikisaran 10-12% agar tidak mudah terkontaminasi dan kualitasnya tetap terjaga. (Penulis : Istiana Nur Arifiyanti, SP. - NIP. 19870223 201001 2 025)