Loading...

Demfarm Metode Penyuluhan tingkatkan Produktivitas

Demfarm Metode Penyuluhan tingkatkan Produktivitas
Peningkatan produktivitas utamanya bukanlah di pupuk. pestisida, bibit, alsintan dan lainnya, tetapi ada di Penyuluhan Pertanian, dengan tenaga utamanya adalah penyuluh. Oleh karena itu pemilihan metode penyuluhan yang tepat dalam penyuluhan pertanian akan sangat membantu mempercepat proses adopsi inovasi baru. Metode Penyuluhan merupakan cara/teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka tahu, mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Tujuan Metode Penyuluhan adalah mempercepat dan mempermudah penyampaian materi dalam pelaksanaan penyuluhan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan dalam pelaksanaan penyuluhan serta mempercepat proses adopsi inovasi. Demonstrasi merupakan metode penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan. Kegiatan demonstrasi dilakukan dengan maksud agar memperlihatkan suatu inovasi baru (pembaharuan teknologi) kepada petani secara nyata atau konkret. Melalui kegiatan demonstrasi, sasaran dalam hal ini petani pelaksana diajarkan mengenai keterampilan dan di berikan contoh cara kerja teknologi dengan adanya inovasi baru termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama yang selama ini sudah diterapkan oleh petani pelaksana. Dalam penyuluhan pertanian dikenal ada dua macam demonstrasi, yaitu demonstrasi cara, dan demonstrasi hasil. a) Demonstrasi cara Demonstrasi ini mempertunjukkan suatu cara kerja baru atau suatu cara lama tetapi dilakukan dengan lebih baik, misalnya bagaimana cara menanam padi menurut sistem jajar Legowo, cara melakukan vaksinasi, cara pembuatan pupuk organik (bokasi), dan sebagainya. Metode demonstrasi cara tidak mempersoalkan mengenai hasilnya, tetapi bagaimana melakukan suatu cara kerja. Yang perlu diingat bahwa demonstrasi bukanlah suatu percobaan atau pengujian, tetapi suatu usaha pendidikan atau percontohan. b) Demonstrasi hasil Demonstrasi untuk memperlihatkan hasil yang diperoleh dari penerapan teknik baru, misalnya demonstrasi pemupukan dengan dosis pupuk tertentu, adaptasi varitas tanaman padi, dan sebagainya. Metode demonstrasi hasil memperlihatkan atau membuktikan pemanfaatan satu atau beberapa seri teknologi yang dianjurkan. Selain itu, agak memerlukan banyak waktu dan biasanya diperlukan perbandingan dan pencatatan. Menurut bentuknya dikenal ada 4 tingkatan demonstrasi, yaitu: Demonstrasi plot (demplot). Demonstrasi usaha tani perorangan dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani kecil dengan komoditi tertentu (tanaman pangan, perkebunan, ternak, ikan, dan penghijauan). Luas lahan yg digunakan 0,1- 1 ha. Pembiayaannya berasal dari pemerintah atau pihak swasta yang bertujuan mempromosikan produk atau teknologinya. Demonstrasi farm (demfarm) Demonstrasi usaha tani dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kelompok. Luas lahan yang digunakan 3 - 5 ha. Demonstrasi area (dem-area) Demonstrasi usaha tani gabungan kelompok dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kerja sama antara kelompok dalam satu gabungan kelompok. Luas lahan yang digunakan 25 – 100 ha. Demonstrasi unit (dem-unit) Demonstrasi yg dilaksanakan antar gabungan kelompok tani dalam suatu hamparan wilayah kerja penyuluhan. Kegiatan utamanya meliputi, produksi, pengolahan, penguasaan, dan pemasaran hasil pertanian, menuju kepada pembangunan masyarakat perdesaan. Umumnya luasan lahan yang dilaksanakan dalam demonstrasi unit seluas 500 – 1.000 hektar. Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi yang merupakan kewenangan pusat, provinsi atau kabupaten sebagai wujud kontribusi sistem pertanian bagi ketahanan nasional pada umumnya. Kabupaten Banyuasin (Provinsi Sumatera Selatan) dan Kabupaten Manggarai Timur (Provinsi NTT) melalui IPDMIP mengembangkan pertanian melalui demonstrasi farm (Demfarm) IPDMIP yang telah membuktikan bahwa hasil yang diperoleh melalui kegiatan Demfarm mampu mendongkrak produksi di kedua kabupaten tersebut. Kegiatan Demfarm yang dilakukan meliputi pendampingan dan pengawalan oleh penyuluh dalam penerapan teknologi yang direkomendasikan seperti penggunaan varietas unggul bersertifikat, pengolahan tanah, pemupukan berimbang, teknologi tanam jajar legowo dan pengendalian hama terpadu sehingga diperoleh hasil dan produktivitas yang tinggi. Dari hasil Demfarm di Kabupaten Banyuasin dengan luasan 50 ha, diperoleh produksi sebanyak 6.9 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP) sementara hasil sebelumnya hanya diperoleh sekitar 4-5 ton GKP. Hasil Demfarm di Kabupaten Mangarai Timur dengan luasan 50 ha, diperoleh produksi sebanyak 6.8 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP) sementara hasil sebelumnya hanya diperoleh sekitar 4.96 ton GKP. Peningkatan produktivitas di lokasi Demfarm baik di Kabupaten Banyuasin maupun Kabupaten Manggarai Timur sangat memperkuat keyakinan petani peserta Demfarm sehingga dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan meskipun tantangan pandemi belum usai, dan perubahan iklim semakin kuat. Diharapkan agar petani peserta Demfarm dari Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Manggarai tidak hanya berhenti sampai disini, melainkan terus menerapkan teknologi yang sudah digunakan selama mengikuti Demfarm, sehingga produksi yang sudah dicapai ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Untuk mempercepat proses desiminasi inovasi teknologi disarankan agar metode penyuluhan yang menggunakan metode Demfarm ini dapat difasilitasi dari berbagai anggaran baik APBN/APBD maupun anggaran lainnya yang tidak mengikat sehingga mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi. Dengan demikian, harapan Menteri Pertanian untuk dapat mencapai swasembada pangan di tahun 2022 dengan rata-rata produksi per hektar harus diatas 6 ton dapat tercapai. Melalui kegiatan Demfarm yang difasilitasi dari berbagai sumber anggaran, akan meningkatkan peran Penyuluh Pertanian dalam pengawalan dan pendampingan serta meningkatkan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani sebagai Pusat Pembelajaran. Oleh karena itu disarankan agar pemerintah baik pusat maupun daerah dapat memfasilitasi kegiatan Demonstrasi di wilayah kerja para penyuluh pertanian. Sumber : 1) Permentan 52 tahun 2009 tentang Metode Penyuluhan. 2) Data hasil ubinan Kabupaten Banyuasin dan Manggarai Timur Februari 2022.