Kompos merupakan sumber bahan pupuk organik yang ketersediaannya cukup melimpah, namun pemanfaatannya membutuhkan teknologi dan keterampilan untuk membuatnya. Adapun bahan yang dapat dibuat kompos mudah di dapat sekitar kita, misalnya :limbah jerami,limbah jagung, daun pisang,daun coklat,kulit buah coklat,limbah kacang-kacangan dan lain sebagainya. Salah satu contoh dan langkah dalam pembuatan kompos secara sederhana dapat dilakukan prosedur dan cara kerja sebagai berikut : A. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos antara lain : pencacah bahan (parang, alat pencacah lainnya), ember/gembor,terpal,limbah pertanian (jerami padi/jagung), kotoran ternak,kapur pertanian, dedak dan larutan M4 serta gula. B. Cara membuat pupuk kompos adalah: 1. Jerami/limbah pertanian lainnya sebaiknya dilayukan dan kemudian dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 5 - 7 cm (makin pendek p[otongan jerami semakin cepat proses pelapukannnya. 2. Susun jerami limbah pertanian ke dalam bak yang telah di siapkan, kemudian diinjak-injak (dipadatkan)kira-kira 20 cm.1 3. Taburkan kapur pertanian secara merata diatas tumpukan jerami secukupnya. 4. Siram tumpukan jerami dengan larutan M4 yang telah ditambahkan gula pasir secara perlahan-lahan sampai mencapai kelembaban/kadar air 50%. Ditandai dengan apabila jerami diremas tidak meneteskan air,namun tangan dalam keadaan basah, kemudian taburi dedak secukupnya di atas tumpukan jerami dan bahan lainnya. 5. Kemudian tumpukkembali jerami padi diatas tumpukan sebelumnya,lalu taburi kapur pertanian seperti yang telah dilakukan di atas, hingga mencapai 1 m atau disesuaikan dengan keadaan/kondisi bahan yang akan dibuat. 6. Tutup tumpukan jerami dengan terpal, diusahakan jangan sampai udara dapat masuk ke dalam tumpukan supaya proses pemanasan dan pelapukan semakin cepat. Perlu diingat proses permentasi yang terjadi dalam pembuatan kompos adalah bakteri yang bekerja tanpa memerlukan udara (anaerob). 7. Agar proses pembusukan cepat perlu dikontrol kalau suhunya diatas 50 0C berarti proses permentasi terjadi dengan baik. Untuk memepercepat proses pemasakannya perlu di balik seminggu sekali . 8. Setelah 21 hari tumpukan di bongkar dan diangin-anginkan. C. Ciri - Ciri Hasil Fermentasi yang baik : 1. Tidak berbau 2. Warnanya agak coklat kehitaman 3. Tekstur lunak dan tidak panas D. Pengemasan : 1. Sebelum dikemas kompos dimasukkan ke dalam mesin penghancur kemudian diayak agar mempunyai ukuran yang sama. 2. Kompos di kemas ke dalam karung sesuai dengan yang diinginkan setelah itu dapat disimpan atau dipasarkan (Irwan Hamka, S.Pt) Sumber Materi : Peserta Dikdas Penyuluh Ahli Kab. Luwu, Batang Kaluku Gowa 2012.