Salah satu penyebab belum optimalnya produktivitas tanaman padi sawah di kelurahan Baruga Kota Kendari adalah pemberian pupuk yang belum sesuai anjuran, baik jenis maupun dosis. Penanaman padi yang intensif di sekitar 500 hektar sawah dengan dua kali tanam dalam setahun, membuat unsur hara juga terkuras, utamanya yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sehingga tanah tidak mampu lagi menyediakan unsur hara dalam jumlah cukup bagi tanaman. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan oleh Kadek Sumitra, SP, penyuluh pertanian yang bertugas di kelurahan Baruga, ternyata petani terkendala pada harga pupuk yang cukup mahal. Mereka menggunakan pupuk setengah dari anjuran. Oleh karena itu perlu dicarikan langkah pemecahan yaitu memanfaatkan bahan-bahan yang banyak tersedia di sekitar lahan sawah. Pada tanggal 16 Maret 2012, bertempat di persawahan Amohalo, telah diadakan praktek cara pembuatan kompos dengan menggunakan bahan-bahan lokal. Kegiatan ini merupakan demonstrasi yang dipimpin langsung kepala BP3K Kecamatan Baruga M. Natsir M, SP dibantu PPL Kadek Sumitra dan diikuti sekitar 60 orang petani yang mewakili 6 kelompok tani. Adapun tujuan kegiatan demonstrasi adalah (1) petani dapat membuat pupuk kompos dengan menggunakan bahan-bahan setempat, (2) Mengatasi masalah harga pupuk, (3) Memberi motivasi petani untuk meningkatkan produksi gabah kering giling. Kompos selain mudah dibuat dengan biaya murah juga mempunyai manfaat yang besar baik dalam menyediakan unsur hara tanaman juga memperbaiki struktur tanah. Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan demonstrasi ini, masalah harga pupuk yang dihadapi petani dapat teratasi dan produktivitas meningkat sesuai yang diharapkan. /bahar.