Loading...

Demontrasi Plot (DEMPLOT) Sebagai Media Pembelajaran Bagi Petani

Demontrasi Plot (DEMPLOT) Sebagai Media Pembelajaran Bagi Petani
Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia, bagai mana tidak beras menjadi salah satu produk yang sangat penting, ini dikarenakan beras menjadi produk yang termasuk pada Sembilan bahan pokok.Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan dalam penerapan desiminasi teknologi pertanian adalah dengan mengembangkan aplikasi teknologi melalui demonstrasi plot.Akhir-akhir ini berdasarkan hasil ubinan yang ada menunjukkan bahwa produksi yang telah dicapai pada saat ini tidak ada kenaikan produksi, boleh dikatakan produksinya menurun. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan petani tentang penerapan teknologi. Penyuluh pertanian berperan sebagai agen perubahan yang diharapkan menjadi inovator, komunikator, motivator, fasilitator sekaligus organisator yang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan perilaku petani mengadopsi teknologi. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penerapan teknologi diantaranya adalah peran penyuluhan, semakin aktif penyuluhan dilakukan, maka adopsi inovasi akan semakin cepat. Peran penyuluh pertanian dapat dilihat dari intensitas penyuluhan yang dilaksanakan, materi yang disampaikan dan metoda yang digunakan.Demplot atau Demontrasi Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan, Pengendalian Hama Penyakit disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut. Selain sebagai sarana pembelajaran bagi penyuluh dan petani , demonstrasi plot dilaksanakan untuk mengetahui hasil produksi dari tanaman yang dibudidayakan sesuai dengan anjuran.Kabupaten Bungo melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo, telah melaksanakan beberapa demplot di antaranya 1) Demplot BPP, yang dilaksanakan oleh UPT-Penyuluhan TPH dan BUN yang berada di Kecamatan, 2) Demplot Penyuluh, yang dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian , dan 3) Demplot Penyuluh Swadaya. Penyuluh Pertanian Swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahataninya dan atau warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh pertanian di wilayahnya. Tujuan kegiatan demplot adalah 1) Menerapkan teknologi anjuran yang menguntungkan dalam budidaya tanaman. 2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. 3) Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. 4) Sebagai tempat pembelajaran para penyuluh dan petani di suatu wilayah. 4) Bahan rekomendasi teknologi budidaya tanaman.Disetiap kegiatan demplot akan dilakukan hari temu lapang petani (Farmer Field Day), untuk menyampaikan bagaimana inovasi teknologi yang dilakukan pada demplot tersebut. Sehingga inovasi teknologi yang dilakukan pada komoditi tersebut tersampaikan pada banyak petani.Melalui demplot, penyuluh dapat memberi contoh dalam lahan praktek daripada sekedar memberikan pengetahuan secara teoritis. Salah satu wilayah yang mengembangkan demplot penyuluh adalah Dusun Candi Kecamatan Tanah Sepenggal, yang melaksanakan Demplot Pemupukan Berimbang Padi Sawah dengan Sistem Jajar Legowo 2:1. Tujuan kegiatan demplot adalah mengenalkan teknologi pertanian yang berorientasi peningkatan produksi padi sawah, melalui sistem tanam jajar legowo dan pemupukan berimbang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus kesuburan lahan sawah dapat dijaga secara berkelanjutan. Pada pelaksanaan demplot ini menggunakan sistem Jajar Legowo 2:1, varietas Inpara 3, dengan aplikasi pemupukan Urea 300 kg/ha, SP36 200 kg/ha, KCl 100 kg/ha dan pupuk organik 4 lt/ha, diperoleh hasil 6,8 ton/ha. Terjadi peningkatan produksi dibandingkan dengan pencapaian dari petani selama ini rata-rata 4,2 ton/ha. Kegiatan ekspose dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode field day, dan diskusi tentang teknologi budidaya ; Pertama, pada saat tanam (sistem jajar legowo) dan pemupukan dasar. Kedua, pada saat aplikasi pemupukan kedua sekaligus kegiatan SL PHT bagi Penyuluh dan petani. Ketiga, pada saat pelaksanaan panen dan ubinan.Panen demplot dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bungo, Kepala UPT-Penyuluhan TPH dan BUN Kecamatan Tanah Sepenggal, Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Tanah Sepenggal, Babinsa, dan petani pada kelompok tani Ulak Jaya Dusun Candi. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Muhammad Hasbi, SP, Msi mengharapkan kepada penyuluh agar aplikasi teknologi yang dilakukan di lahan demplot dapat di anjurkan dan diadopsi oleh petani padi yang terdapat di Wilayah Kerja UPT-Penyuluhan TPH dan BUN Kecamatan Tanah Sepenggal. Dalam arahannya beliau mengatakan demplot ini bisa menjadi bahan masukan untuk pertanian di Kecamatan Tanah Sepenggal. Kita dapat mengukur komoditi apa saja yang dapat menjadi input kekuatan lumbung pangan khususnya di Kecamatan Tanah Sepengggal. Ia juga mengatakan dalam membuat demplot diperlukan perencanaan matang, dimulai dari menyiapkan pengolahan lahan pertanian, pemilihan bibit unggul, pengairan tepat waktu, pemupukan sesuai dosis, dan waktu panen jangan ditunda. Selain itu perlu dilakukan inventarisasi tentang teknologi apa saja yang digunakan, sekaligus sistem model pengolahan budidaya tanaman. "Sudah terbukti pemanfaatan teknologi ini dapat meningkatan produksi panen padi berkisar 6,8 ton per hektar dari sebelumnya 4,2 ton per hektar," pungkasnya.Untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan perlu peningkatan dan pengembangan disisi petani sehingga petani mampu mengolah kemampuan (skill) yang ia miliki dengan memanfaatkan fasilitas alat-alat pertanian mutakhir. Selain itu petani harus mampu untuk berinovasi dan mengembangkan sistem budidayanya. Selain itu faktor agribisnis pun perlu direncanakan, jangan sampai petani hanya menanam dan memproduksi, tetapi tidak tahu akan dipasarkan kemana bila telah memasuki musim panen. Pola pikir petani pun harus mulai berubah, yang awalnya hanya memasarkan hasil produksinya ke pasar-pasar tradisional dan pasar modern, saat ini petani pun harus mampu untuk memasarkan produksinya melalui online. Diharapkan melalui demplot dapat memacu penyuluh pertanian untuk berkarya selain sebagai lahan pembelajaran bagi petani.