Loading...

DEMPLOT BUDIDAYA SEMANGKA NON BIJI

DEMPLOT BUDIDAYA SEMANGKA NON BIJI
Semangka tanpa biji atau semangka non biji sebenarnya memiliki sifat yang mirip dengan semangka berbiji, hanya saja verietas semangka tanpa biji telah diolah sedemikian rupa agar semangka yang dihasilkan tidak memiliki biji. Tujuan penciptaan semangka non biji ini yaitu untuk memudahkan saaat mengkonsumsinya. Untuk membedakan semangka non biji dan semangka berbiji sangat mudah, jika dilihat secara fisik semangka tanpa biji memiliki kulit dan corak yang lebih gelap dibandingkan dengan semangka berbiji. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Kolaka, melalui bidang Hortikultura baru-baru ini membuat Demplot percontohan untuk tanaman semangka non biji. “Demplot ini bertujuan untuk pemberdayaan kelompok tani dengan melakukan inovasi teknologi budidaya semangka tanpa biji pada kelompok tani Tunas Mekar seluas 1,5 Ha dengan menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) dan dilaksanakan di Kecamatan Baula tepatnya di Desa Pewutaa” ungkap Hamdi Rafiun, Kepala Bidang Hortikultura. Berdasarkan letak geografis, desa ini terbilang cukup subur sehingga sangat potensial untuk pengembangan aneka sayur dan buah buahan. imbuhnya.” Proses budidaya semangka non biji sedikit lebih rumit dibanding dengan semangka berbiji. Dalam budidaya semangka tanpa biji diperlukan perlakuan yang khusus dalam penyemaian, penyerbukan dan juga pemupukan. Kemungkinan kegagalan akan terjadi jika proses tersebut tidak tepat dilakukan. Selain itu masa panen semangka non biji lebih lama dibandingkan dengan semangka berbiji, semangka berbiji dapat dipanen setelah berumur sekitar 55-60 hari setelah tanam, sedangkan semangka non biji dapat dipanen setelah berumur sekitar 65-70 hari setelah tanam. Serbuk sari pada tanaman semangka tanpa biji ini tidak dapat dibuahi, sehingga perlu dilakukan pula penanaman semangka berbiji sebanyak 10% dari jumlah total tanaman semangka tanpa biji untuk diambil serbuk sarinya untuk membuahi bakal buah semangka tanpa biji. Penyerbukan itu sendiri dilakukan secara manual. Saat berkunjung ke lokasi demplot, petani mengatakan bahwa keuntungan budidaya semangka non biji ini tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tanaman padi sawah. “Dengan adanya Program Demplot ini masyarakat Desa pewutaa mulai tertarik untuk mengoptimalkan lahan tidur dalam melakukan inovasi baik itu tanaman semangka maupun komoditi lainnya” ungkap kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura di sela-sela kunjungannya. Keberhasilan ini tidak lepas dari aviliasi antara leading sektor dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan bersama para penyuluh sebagai pendamping dilapangan serta kesadaran antar anggota kelompom tani. tambahnya”.