DEMPLOT BUDIDAYA TANAMAN PADI DENGAN METODE PTT DI KECAMATAN PEBAYURAN KAB. BEKASI
Untuk mempercepat proses diseminasi teknologi di Kecamatan Pebayuran terutama teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), BP3K Kecamatan Pebayuran pada tahun 2011 mengadakan demplot budidaya tanaman padi dengan metode PTT yang sumber dananya dari Pemberdayaan SDM Pertanian. Kegiatan dimaksud dilaksanakan di kelompok tani Sri Rejeki 2, Desa Kertasari dengan demonstrator Radi, demplot ini menggunakan pendekatan PTT dengan pilihan teknologi tanam jajar legowo 2, bibit yang digunakan adalah bibit dengan umur 21 hari yang bertujuan untuk memaksimalkan anakan. Varietas yang ditanam adalah padi varietas ciherang. Dalam kegiatan ini realisasi tanam dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2011, dan pelaksanaan panen pada tanggal 27 September 2011. Dari kegiatan ini diharapkan bisa menambah informasi bagi petani di Kecamatan Pebayuran tentang teknologi PTT, yang mengedepankan teknologi tandur jajar legowo 2. Dengan terdiseminasinya tandur jajar legowo 2 kepada petani diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi pada areal sawahnya. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan tandur jajar ini adalah sulitnya tukang tandur (odong “ odong) untuk melaksanakan teknologi ini, selain adanya anggapan petani bahwa teknologi ini mengurangi jumlah rumpun padi yang ditanam dengan padangan kasat mata, karena banyak legowo (longkrang) yang dibuat, tetapi tidak pada jarak tanam yang digunakan. Dengan adanya demplot budidaya tanaman padi dengan metode PTT diharapkan makin banyak petani yang bisa mengamati teknologi ini, sehingga petani bisa memahami dan mempelajarinya. Karena demplot ini dilaksanakan oleh petani dan menggunakan lahan milik petani maka akan memunculkan proses diskusi di antara mereka (dialektika internal), dan proses diseminasi teknologi mulai berjalan dengan sendirinya. Selain itu banyaknya volume areal sawah yang menggunakan teknologi ini makin menarik perhatian petani, atau paling tidak akan ada banyak pertanyaan yang ada dalam diri petani, sehingga dari rasa ingin tahu, akan lebih memudahkan kita dalam menstranformasi teknologi kepada mereka. Besar harapan kita proses transformasi teknologi bisa diterima dengan baik oleh petani sehingga peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi dapat terwujud seperti yang kita cita-citakan bersama. (Materi ditulis oleh : Arif Risman, SP.”THL-TBPP Kecamatan Pebayuran Kab. Bekasi)