Loading...

DEMPLOT JANGGELAN

DEMPLOT JANGGELAN
DEMPLOT PEMUPUKAN BERIMBANG PADA TANAMAN JANGGELAN DIKELOMPOK TANI SIDOMULYO DESA KARANGTENGAH Oleh:Ir. Dwi Heru WidodoNIP. 19620313 199903 1 00PPL KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN WONOGIRIPROPINSI JAWA TENGAHTAHUN 2016 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan Demplot pemupukan tanaman janggelan sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang menguntungkan di Kecamatan Karangtengah.Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya menyusun laporan Demplot ini. Dengan tersusunnya Demplot ini semoga bisa dijadikan sebagai acuan dalam berusaha pertanian di Kecamatan Karangtengah. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporanDemplot ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penyusun PENDAHULUANA. Latar BelakangJanggelan ( cincau hitam ) merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi di budidayakan di Kecamatan Karangtengah. Sejak tahun 1996 tanaman janggelan sudah mulai dikenal masyarakat Karangtengah, namun belum dikembangkan secara lebih luas, karena belum ada pasar yang dapat menampung. Seiring dengan perjalanan waktu tanaman lada juga berkembang pesat di Kecamatan Karangtengah bahkan ada petani yang sudah memiliki 2000 batang, namun setelah panen tanaman lada tersebut terserang penyakit kuning dan mati semua.Upaya- upaya untuk pengendalian sudah dilakukan namun sampai sekarang belum ada hasilnya. Begitu juga tanaman cengkeh yang merupakan tanaman andalan petani Karangtengah sudah mulai tua dan juga terserang penyakit , sehingga setiap tahun tanaman cengkeh mulai berkurang jumlah populasinya.Sejak tujuh tahun yang lalu beberapa petani ada yang expansi mengepul janggelan yang bisa tembus keluar daerah diantaranya Jakarta, Tulungagung, Lampung dan lain-lain bahkan ada yang sampai ke Cina dan jepang.Setelah ada pengepul di daerah Karangtengah gaerah petani untuk menanam janggelan mulai berkembang sehingga petani bersemangat untuk meningkatkan produksi dan menambah areal tanam.Kelompok tani Sido Mulyo desa Karangtengah yang jumlah anggotanya ada 83 orang berupaya membuat percontohan untuk meningkatkan produksi dengan menerapkan pemupukan berimbang menggunakan pupuk NPK PhonskaB. TujuanTujuan dari dilaksanakannya Demplot pmupukan berimbang pada tanaman janggelan di desa Karantengah Kecamatan Karangtengah adalah :1. Mengetahui produktifitas tanaman janggelan bagi petani di Desa Karangtengah khususnya kelompok tani Sido Mulyo.2. Mengetahui kondisi kuwalitas janggelan di Desa Karngtengah.3. Mengetahui peningkatan kesejahteraan keluarga petani. TINJAUAN PUSTAKAJanggelan adalah merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan naungan disamping harga jual eksport yang cukup tinggi, di Kecamatan Karangtengah budidaya tanaman janggelan mulai dikembangkan secara terbuka pada tahun 1998. Dimana sebelum tahun 1996 sudah ada namun belum dikembangkan. Tanaman janggelan di Karangtengah banyak diusahakan dilahan kontrakan hutan, lahan tegalan dan juga lahan pekarangan. Saat sekarang harga janggelan antara Rp. 9 000,- sampai Rp. 15.000,- per kg. Sedangkan produksi setiap Ha antara 5-7 ton per Ha. Dengan demikian keuntungan antara 40 juta sampai 60 juta setiap Ha./ tahunManfaat tanaman janggelan cukup banyak antara lain :a Bahan obat peru murus dan kemarauan ( penyakit yang berkaitan dengan Pencernaan )b Bahan panganan ( bahan baku pembuatan cincau hitam )c Bahan pencampur pembuatan kaca hitam ( Ray- bend )d Bahan pencampur pembuatan klise film ( film negative )e Bunganya sebagai bahan makanan ( nectar) lebah madu. 1. Syarat Tumbuh Sumber daya alam dan ekosistem di wilayah Indonesia sangat bervariasi, terutama kondisi curah hujan dan temperature udara, jumlah curah hujan berkisar 500 – 5000 mm / th. Sedangklan rata-rata temperature udara di atas permukaan laut 28 º C dan untuk dataran yang sesuai dengan persyaratan tumbuh janggelan adalah 150 – 1800 m dpl atau dengan temperature antara 18º C hingga 28º C sedangkan produksi dapat dicapai optimal pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperature rata-rata ± 25º C. Janggelan tidak mempunyai daya adoptasi terhadap kondisi iklim yang cukup, sehingga budi daya tanaman janggelan hanya dapat dikembangkan dengan baik pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperature rata-rata ± 25º C. Adapun persyaratan tumbuh adalah sbb :a. Syarat IklimJanggelan dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik dan op[timal pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperatu rata-rata ± 25º C, tanaman janggelan tahan terhadap naungan dan tahan terhadap hama dan penyakit.b. Syarat TumbuhTanaman janggelan dapat tumbuh baik pada tanah yang mengandung banyak air atau tanah lembab. Pada tanah yang kurang mengandung air atau kering tanaman janggelan tidak dapat tumbuh dengan sempurna bahkan tidak akan tumbuh sama sekali ( mati ).2. Persiapan Bibit. a. Janggelan dikembangbiakkan secara vegetatif, dengan stek pucuk atau batang.b. Panjang bibit ( stek ) antara 20- 25 cm dengan jumlah kebutuuhan bibit tiap hektar sebanyak ± 12.500 batang stek.c. Bibit dipilih dari pohon induk yang pertumbuhannya subur dan sehat, varietas unggul. 3. Persiapan Lahan Pada dasarnya pegolahan tanah bertujuan membersihkan rumput liar ( gulma ) dan memperbaiki biologi tanah, kimia tanah serta sifat fisik tanah.Tahapan pengolahan tanah dibedakan 2 tahap yaitu :a. Pembukaan lahan - Pembersihan lahan dari tumbuhan liar.- Pembuatan guludan dari samapah tumbuhan liarb. Pengolahan tanah - Pengolahan tanah- Pemerataan tanah - Penimbunan guludan - Pembuatan larikan tanaman 4. Penanaman Waktu penanaman yang paling baik dan tepat adalah awal musim hujan, karena kebutuhan air untuk pertumbuhan akan sangat tercukupi, sehingga pertumbuhan akan lebih cepat. Cara penanaman janggelan adalah membuat lubang tanam dengan jarak 20 x 40 cm kemudian tiap lubang tanam diisi dengan bibit janggelan sebanyak 3 sampai 5 batang dengan kedalaman ± 3 – 5 cm. Penanaman janggelan dapat dikombinasi dengan jenis empon-empon kecuali lengkuas dan yang paling baik adalah kunyit disamping itu dilokasi tanaman dapat pula dikembangkan ternak lebah madu, yang kwalitas madunya sangat baik disbanding lebah madu yang makanannya dari bunga tumbuhan lain.5. Pemupukan Pemupukan pertama tanaman janggelan dilakukan setelah penanaman pertama, pemupukan kedua pada umur 1 bulan dan pemupukan ke tiga pada umur 2 bulan, dengan menggunakan pupuk alami tanpa menggunakan pupuk kimia.6. Pemeliharaan a. Penyulaman Biasanya pertumbuhan akar dan tunas mulai tumbuh pada umur 5- 10 hari setelah tanam, tanaman yang kuran baik dan yang mati sebaiknya diganti dengan bibit yang baru, sehingga jarak tanamnya sesuai yang diharapkan. b. Penyiangan Rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman janggelan harus dibuang karena menjadi pesaing terhadap kebutuhan air dan unsure hara. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara dicabut atau dengan menggunakan alat bantu (arit. Sabit )7. Pemanenan Dengan jarak tanam 20x 40 cm umur penanaman tahap pertama dapat dilakukan pada umur 3 dan 4,5 bulan dengan cara silang dan untuk panen tahap kedua dan seterusnya dilakukan pada tiap 1,5 bulan sekali untuk selama 5 tahun ( umur daur janggelan ) baru diremajakan kembali. Panen pertama ini bertujuan selain untuk mendapatkan penghasilan juga sebagai perangsang pertumbuhan tunas ( vegetatif ) berikutnya agar lebih banyak, sehingga diharapkan hasil panen tahap kedua dan seterusnya dapat lebih meningkat. Ciri tanaman janggelan yang siap panen untuk tahap pertama adalah apabila panjang tunas mencapai 20-25 cm atau rumpun dalam lubang tanam sudah terpenuhi dengan tunas-tunas yang baru dan rimbun. Waktu panen sebaiknya pada pagi hari atau saat terang ( tidak sedang turun hujan ) sehingga tidak busuk yang dapat mengakibatkan penjamuran terhadap batang dan daun hasil pemanenan disamping itu agar lebih cepat kering. Cara pemanenan janggelan cukup praktis, yakni dengan memangkas dengan ujung-ujung rumpun janggelan setinggi 3 – 5 cm dari permukaan tanah atau pada ruas batang pertama dengan alat bantu sabit, sehingga tidak merusak batang yang dapat mengakibatkan penurunan produksi hasil panen pada tahap berikutnya. Apabila system penanamannya baik dan benar dapat menghasilakan produksi antara 1 – 1,5 ton janggelan kering panen ( tiap 1,5 bulan ) atau sebanyak 1250 kg sekali panen. Dan pada bulan kering sebanyak 300 – 400 dengan produksi rata-rata 7 – 8 ton / Ha/ th dengan harga jual mencapai Rp. 15.000,- / kg kering dengan total pendapatan diperkirakan mencapai antara Rp. 54.000.000,- per hektar per tahun.8. Pasca Panen. Batang janggelan hasil pemanenan dijual ( dieksport ) dalam bentuk janggelan kering press ( kemasan pack ) Penanganan produksi janggelan adalah sebagai berikut :1. PengumpulanBatang- batang janggelan hasil pemanenan segera dikumpulkan.2. Pengeringan Batang janggelan yang telah dipanen dan dikumpulkan untuk selanjutnya dijemur dibawah terik matahari , atau apabila pada musim hujan bias menggunakan oven pengering untuk dikeringkan.3. Seleksi dan sortasiBatang janggelan yang sudah kering agar diseleksi dan dibersihkan dari campuran terutama rumput liar pada waktu dilokasi tanaman ikut terpotong.4. PengepakkanHasil panen janggelan yang sudah dikeringkan sudah dapat dijual, apabila akan diexport, maka perlu dilakukan pengepakkan / pengemasan dengan karung plastic ( gebang ) ukuran kemasan / pack untuk dieksport adalah 60x50x40 ( PxLxT ).5. PenyimpananDitempat penampungan / gudang produksi janggelan sebelum disimpan ditempat yang terlindung dari embun / air hujan, agar kualitasnya tetap terjamin.Menurut Kepala seksi Promosi dan Kerjasama Investasi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Wonogiri, Supardji, di Semarang, pada hari Rabu. 20 Juli 2011 lalu, bahwa tanaman perdu ini di Wonogiri hanya bisa ditanam di daratan tinggi seperti di Kecamatan Bulukerto, Kecamatan Puhpelem, dan Kecamatan Karangtengah. Masa panen, bisa tiga kali dalam satu tahun karena begitu diambil daunnya, akan tumbuh lagi. Setelah dipanen, daun dan ranting dikeringkan. Daun kemudian dipisahkan dari rantingnya dan harga untuk ekspor daun lebih mahal di bandingkan rantingnya. Pada tahun 2010, di Kabupaten Wonogiri luas area tanaman Janggelan sekitar 1.348 hektare dengan tingkat produksi 5.329 ton per tahun. Potensi investasi lainnya adalah dengan pembangunan pabrik makanan olahan dan obat-obatan berbahan baku Janggelan karena manfaatnya sebagai penambah nafsu makan, penurun panas, penguat lambung, penurun darah tinggi, pencegah diare, dan menetralisir keracunan. Janggelan Sejarahnya tanaman cincau itu berasal dari Asia dan menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina sampai Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 75 - 2300 m di atas permukaan laut. Mesona palustris BL adalah bahasa latin untuk cincau hitam. Termasuk dalam famili Labiate. Ciri-cirinya, berbatang kecil dan ramping, pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah dan ada pula yang tegak. Memiliki bentuk daun yang lonjong, berujung runcing. Bentuk bunga mirip dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Dari daun dan batang inilah menghasilkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karena itu dikenal dengan nama cincau hitam. Cincau tak hanya sedap untuk campuran minuman, di balik warnanya yang hitam pekat, cincau hitam ternyata memiliki banyak khasiat. Cincau hitam juga mengandung antioksidan kuat yang efeknya lebih ampuh daripada vitamin E yang selama ini dipuji sebagai antioksidan kuat. Pada konsentrasi yang sama, yaitu 50 mg/ml, diketahui bahwa ekstrak cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan vitamin E, yaitu masing-masing sebesar 98,9 persen dan 78 persen. Secara tradisional, masyarakat Indonesia sudah meyakini cincau hitam baik untuk kesehatan. Daun Janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama jika ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya. Saat ini cincau hitam paling populer dan banyak dijual di Indonesia, Cina, Korea, dan negara Asia Tenggara lainnya. Tanaman yang di Jawa dikenal dengan nama Janggelan itu, kini telah diproduksi cincau hitam bubuk yang lebih banyak diekspor ke luar negeri. Sebelum di Wonogiri, pada tahun 2009 sejumlah petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah juga telah mengembangkan budi daya tanaman cincau atau janggelan sebagai komoditas ekspor. Budi daya tanaman cincau di Temanggung saat ini sekitar lebih kurang 100 hektare. Janggelan kering Pembudidayaan tanaman ini sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Karena setelah berumur tiga hingga empat bulan tanaman bisa dilakukan pemanenan pertama dengan cara memotong sebagian tanaman menggunakan sabit sehingga bagian yang tertinggal dapat tumbuh kembali. Tanaman Janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, sehingga warnanya berubah dari hijau menjadi coklat tua. Tanaman cincau yang telah kering ini merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam. Menjelang bulan puasa Ramadhan tahun ini penganan cincau hitam untuk kebutuhan dalam negeri pasti akan diproduksi lebih banyak dari biasanya. Produksi dalam bentuk minuman kaleng juga telah pasarkan dan cincau hitam dari Indonesia ternyata lebih baik. Mudah-mudahan Indonesia akan menjadi pengekspor cincau hitam terbesar di dunia. PELAKSANAAN KEGIATAN DEMPLOTA. Nama kegiatan : Demplot pemupukan berimbang tanaman janggelanB. Lokasi : Kelompok tani Sido mulyoC. Alamat : Dusun Wonoleren, Deesa Karangtengah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten wonogiriD. Luas areal : 1000 m2E. Teknologi a. Komoditi : Janggelan b. Komponen Teknologi Bibit janggelan : 20 kg Urea : 10 kg NPK :20 kg SP36 :10 kg Pomi/ PPC : 1 ltF. HasilNo Lokasi Produktivitas/ha1 Demplot pemupukan berimbang 8,7 ton/ ha2 Diluar Demplot 6,3 ton/ha Keterangan : Dipanen 3-4 kali/ tahun Mengetahui Kelompok tani Sido mulyo PPL Kecamatan Karangtengah Ketua Ir. DWI HERU WIDODO HARTONO DEMPLOT PEMUPUKAN BERIMBANG PADA TANAMAN JANGGELAN DIKELOMPOK TANI SIDOMULYO DESA KARANGTENGAH Oleh:Ir. Dwi Heru WidodoNIP. 19620313 199903 1 00PPL KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN WONOGIRIPROPINSI JAWA TENGAHTAHUN 2016 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan Demplot pemupukan tanaman janggelan sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang menguntungkan di Kecamatan Karangtengah.Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya menyusun laporan Demplot ini. Dengan tersusunnya Demplot ini semoga bisa dijadikan sebagai acuan dalam berusaha pertanian di Kecamatan Karangtengah. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporanDemplot ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penyusun PENDAHULUANA. Latar BelakangJanggelan ( cincau hitam ) merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi di budidayakan di Kecamatan Karangtengah. Sejak tahun 1996 tanaman janggelan sudah mulai dikenal masyarakat Karangtengah, namun belum dikembangkan secara lebih luas, karena belum ada pasar yang dapat menampung. Seiring dengan perjalanan waktu tanaman lada juga berkembang pesat di Kecamatan Karangtengah bahkan ada petani yang sudah memiliki 2000 batang, namun setelah panen tanaman lada tersebut terserang penyakit kuning dan mati semua.Upaya- upaya untuk pengendalian sudah dilakukan namun sampai sekarang belum ada hasilnya. Begitu juga tanaman cengkeh yang merupakan tanaman andalan petani Karangtengah sudah mulai tua dan juga terserang penyakit , sehingga setiap tahun tanaman cengkeh mulai berkurang jumlah populasinya.Sejak tujuh tahun yang lalu beberapa petani ada yang expansi mengepul janggelan yang bisa tembus keluar daerah diantaranya Jakarta, Tulungagung, Lampung dan lain-lain bahkan ada yang sampai ke Cina dan jepang.Setelah ada pengepul di daerah Karangtengah gaerah petani untuk menanam janggelan mulai berkembang sehingga petani bersemangat untuk meningkatkan produksi dan menambah areal tanam.Kelompok tani Sido Mulyo desa Karangtengah yang jumlah anggotanya ada 83 orang berupaya membuat percontohan untuk meningkatkan produksi dengan menerapkan pemupukan berimbang menggunakan pupuk NPK PhonskaB. TujuanTujuan dari dilaksanakannya Demplot pmupukan berimbang pada tanaman janggelan di desa Karantengah Kecamatan Karangtengah adalah :1. Mengetahui produktifitas tanaman janggelan bagi petani di Desa Karangtengah khususnya kelompok tani Sido Mulyo.2. Mengetahui kondisi kuwalitas janggelan di Desa Karngtengah.3. Mengetahui peningkatan kesejahteraan keluarga petani. TINJAUAN PUSTAKAJanggelan adalah merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan naungan disamping harga jual eksport yang cukup tinggi, di Kecamatan Karangtengah budidaya tanaman janggelan mulai dikembangkan secara terbuka pada tahun 1998. Dimana sebelum tahun 1996 sudah ada namun belum dikembangkan. Tanaman janggelan di Karangtengah banyak diusahakan dilahan kontrakan hutan, lahan tegalan dan juga lahan pekarangan. Saat sekarang harga janggelan antara Rp. 9 000,- sampai Rp. 15.000,- per kg. Sedangkan produksi setiap Ha antara 5-7 ton per Ha. Dengan demikian keuntungan antara 40 juta sampai 60 juta setiap Ha./ tahunManfaat tanaman janggelan cukup banyak antara lain :a Bahan obat peru murus dan kemarauan ( penyakit yang berkaitan dengan Pencernaan )b Bahan panganan ( bahan baku pembuatan cincau hitam )c Bahan pencampur pembuatan kaca hitam ( Ray- bend )d Bahan pencampur pembuatan klise film ( film negative )e Bunganya sebagai bahan makanan ( nectar) lebah madu. 1. Syarat Tumbuh Sumber daya alam dan ekosistem di wilayah Indonesia sangat bervariasi, terutama kondisi curah hujan dan temperature udara, jumlah curah hujan berkisar 500 – 5000 mm / th. Sedangklan rata-rata temperature udara di atas permukaan laut 28 º C dan untuk dataran yang sesuai dengan persyaratan tumbuh janggelan adalah 150 – 1800 m dpl atau dengan temperature antara 18º C hingga 28º C sedangkan produksi dapat dicapai optimal pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperature rata-rata ± 25º C. Janggelan tidak mempunyai daya adoptasi terhadap kondisi iklim yang cukup, sehingga budi daya tanaman janggelan hanya dapat dikembangkan dengan baik pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperature rata-rata ± 25º C. Adapun persyaratan tumbuh adalah sbb :a. Syarat IklimJanggelan dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik dan op[timal pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperatu rata-rata ± 25º C, tanaman janggelan tahan terhadap naungan dan tahan terhadap hama dan penyakit.b. Syarat TumbuhTanaman janggelan dapat tumbuh baik pada tanah yang mengandung banyak air atau tanah lembab. Pada tanah yang kurang mengandung air atau kering tanaman janggelan tidak dapat tumbuh dengan sempurna bahkan tidak akan tumbuh sama sekali ( mati ).2. Persiapan Bibit. a. Janggelan dikembangbiakkan secara vegetatif, dengan stek pucuk atau batang.b. Panjang bibit ( stek ) antara 20- 25 cm dengan jumlah kebutuuhan bibit tiap hektar sebanyak ± 12.500 batang stek.c. Bibit dipilih dari pohon induk yang pertumbuhannya subur dan sehat, varietas unggul. 3. Persiapan Lahan Pada dasarnya pegolahan tanah bertujuan membersihkan rumput liar ( gulma ) dan memperbaiki biologi tanah, kimia tanah serta sifat fisik tanah.Tahapan pengolahan tanah dibedakan 2 tahap yaitu :a. Pembukaan lahan - Pembersihan lahan dari tumbuhan liar.- Pembuatan guludan dari samapah tumbuhan liarb. Pengolahan tanah - Pengolahan tanah- Pemerataan tanah - Penimbunan guludan - Pembuatan larikan tanaman 4. Penanaman Waktu penanaman yang paling baik dan tepat adalah awal musim hujan, karena kebutuhan air untuk pertumbuhan akan sangat tercukupi, sehingga pertumbuhan akan lebih cepat. Cara penanaman janggelan adalah membuat lubang tanam dengan jarak 20 x 40 cm kemudian tiap lubang tanam diisi dengan bibit janggelan sebanyak 3 sampai 5 batang dengan kedalaman ± 3 – 5 cm. Penanaman janggelan dapat dikombinasi dengan jenis empon-empon kecuali lengkuas dan yang paling baik adalah kunyit disamping itu dilokasi tanaman dapat pula dikembangkan ternak lebah madu, yang kwalitas madunya sangat baik disbanding lebah madu yang makanannya dari bunga tumbuhan lain.5. Pemupukan Pemupukan pertama tanaman janggelan dilakukan setelah penanaman pertama, pemupukan kedua pada umur 1 bulan dan pemupukan ke tiga pada umur 2 bulan, dengan menggunakan pupuk alami tanpa menggunakan pupuk kimia.6. Pemeliharaan a. Penyulaman Biasanya pertumbuhan akar dan tunas mulai tumbuh pada umur 5- 10 hari setelah tanam, tanaman yang kuran baik dan yang mati sebaiknya diganti dengan bibit yang baru, sehingga jarak tanamnya sesuai yang diharapkan. b. Penyiangan Rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman janggelan harus dibuang karena menjadi pesaing terhadap kebutuhan air dan unsure hara. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara dicabut atau dengan menggunakan alat bantu (arit. Sabit )7. Pemanenan Dengan jarak tanam 20x 40 cm umur penanaman tahap pertama dapat dilakukan pada umur 3 dan 4,5 bulan dengan cara silang dan untuk panen tahap kedua dan seterusnya dilakukan pada tiap 1,5 bulan sekali untuk selama 5 tahun ( umur daur janggelan ) baru diremajakan kembali. Panen pertama ini bertujuan selain untuk mendapatkan penghasilan juga sebagai perangsang pertumbuhan tunas ( vegetatif ) berikutnya agar lebih banyak, sehingga diharapkan hasil panen tahap kedua dan seterusnya dapat lebih meningkat. Ciri tanaman janggelan yang siap panen untuk tahap pertama adalah apabila panjang tunas mencapai 20-25 cm atau rumpun dalam lubang tanam sudah terpenuhi dengan tunas-tunas yang baru dan rimbun. Waktu panen sebaiknya pada pagi hari atau saat terang ( tidak sedang turun hujan ) sehingga tidak busuk yang dapat mengakibatkan penjamuran terhadap batang dan daun hasil pemanenan disamping itu agar lebih cepat kering. Cara pemanenan janggelan cukup praktis, yakni dengan memangkas dengan ujung-ujung rumpun janggelan setinggi 3 – 5 cm dari permukaan tanah atau pada ruas batang pertama dengan alat bantu sabit, sehingga tidak merusak batang yang dapat mengakibatkan penurunan produksi hasil panen pada tahap berikutnya. Apabila system penanamannya baik dan benar dapat menghasilakan produksi antara 1 – 1,5 ton janggelan kering panen ( tiap 1,5 bulan ) atau sebanyak 1250 kg sekali panen. Dan pada bulan kering sebanyak 300 – 400 dengan produksi rata-rata 7 – 8 ton / Ha/ th dengan harga jual mencapai Rp. 15.000,- / kg kering dengan total pendapatan diperkirakan mencapai antara Rp. 54.000.000,- per hektar per tahun.8. Pasca Panen. Batang janggelan hasil pemanenan dijual ( dieksport ) dalam bentuk janggelan kering press ( kemasan pack ) Penanganan produksi janggelan adalah sebagai berikut :1. PengumpulanBatang- batang janggelan hasil pemanenan segera dikumpulkan.2. Pengeringan Batang janggelan yang telah dipanen dan dikumpulkan untuk selanjutnya dijemur dibawah terik matahari , atau apabila pada musim hujan bias menggunakan oven pengering untuk dikeringkan.3. Seleksi dan sortasiBatang janggelan yang sudah kering agar diseleksi dan dibersihkan dari campuran terutama rumput liar pada waktu dilokasi tanaman ikut terpotong.4. PengepakkanHasil panen janggelan yang sudah dikeringkan sudah dapat dijual, apabila akan diexport, maka perlu dilakukan pengepakkan / pengemasan dengan karung plastic ( gebang ) ukuran kemasan / pack untuk dieksport adalah 60x50x40 ( PxLxT ).5. PenyimpananDitempat penampungan / gudang produksi janggelan sebelum disimpan ditempat yang terlindung dari embun / air hujan, agar kualitasnya tetap terjamin.Menurut Kepala seksi Promosi dan Kerjasama Investasi Kantor Penanaman Modal Kabupaten Wonogiri, Supardji, di Semarang, pada hari Rabu. 20 Juli 2011 lalu, bahwa tanaman perdu ini di Wonogiri hanya bisa ditanam di daratan tinggi seperti di Kecamatan Bulukerto, Kecamatan Puhpelem, dan Kecamatan Karangtengah. Masa panen, bisa tiga kali dalam satu tahun karena begitu diambil daunnya, akan tumbuh lagi. Setelah dipanen, daun dan ranting dikeringkan. Daun kemudian dipisahkan dari rantingnya dan harga untuk ekspor daun lebih mahal di bandingkan rantingnya. Pada tahun 2010, di Kabupaten Wonogiri luas area tanaman Janggelan sekitar 1.348 hektare dengan tingkat produksi 5.329 ton per tahun. Potensi investasi lainnya adalah dengan pembangunan pabrik makanan olahan dan obat-obatan berbahan baku Janggelan karena manfaatnya sebagai penambah nafsu makan, penurun panas, penguat lambung, penurun darah tinggi, pencegah diare, dan menetralisir keracunan. Janggelan Sejarahnya tanaman cincau itu berasal dari Asia dan menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina sampai Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 75 - 2300 m di atas permukaan laut. Mesona palustris BL adalah bahasa latin untuk cincau hitam. Termasuk dalam famili Labiate. Ciri-cirinya, berbatang kecil dan ramping, pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah dan ada pula yang tegak. Memiliki bentuk daun yang lonjong, berujung runcing. Bentuk bunga mirip dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Dari daun dan batang inilah menghasilkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karena itu dikenal dengan nama cincau hitam. Cincau tak hanya sedap untuk campuran minuman, di balik warnanya yang hitam pekat, cincau hitam ternyata memiliki banyak khasiat. Cincau hitam juga mengandung antioksidan kuat yang efeknya lebih ampuh daripada vitamin E yang selama ini dipuji sebagai antioksidan kuat. Pada konsentrasi yang sama, yaitu 50 mg/ml, diketahui bahwa ekstrak cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan vitamin E, yaitu masing-masing sebesar 98,9 persen dan 78 persen. Secara tradisional, masyarakat Indonesia sudah meyakini cincau hitam baik untuk kesehatan. Daun Janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama jika ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya. Saat ini cincau hitam paling populer dan banyak dijual di Indonesia, Cina, Korea, dan negara Asia Tenggara lainnya. Tanaman yang di Jawa dikenal dengan nama Janggelan itu, kini telah diproduksi cincau hitam bubuk yang lebih banyak diekspor ke luar negeri. Sebelum di Wonogiri, pada tahun 2009 sejumlah petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah juga telah mengembangkan budi daya tanaman cincau atau janggelan sebagai komoditas ekspor. Budi daya tanaman cincau di Temanggung saat ini sekitar lebih kurang 100 hektare. Janggelan kering Pembudidayaan tanaman ini sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Karena setelah berumur tiga hingga empat bulan tanaman bisa dilakukan pemanenan pertama dengan cara memotong sebagian tanaman menggunakan sabit sehingga bagian yang tertinggal dapat tumbuh kembali. Tanaman Janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, sehingga warnanya berubah dari hijau menjadi coklat tua. Tanaman cincau yang telah kering ini merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam. Menjelang bulan puasa Ramadhan tahun ini penganan cincau hitam untuk kebutuhan dalam negeri pasti akan diproduksi lebih banyak dari biasanya. Produksi dalam bentuk minuman kaleng juga telah pasarkan dan cincau hitam dari Indonesia ternyata lebih baik. Mudah-mudahan Indonesia akan menjadi pengekspor cincau hitam terbesar di dunia. PELAKSANAAN KEGIATAN DEMPLOTA. Nama kegiatan : Demplot pemupukan berimbang tanaman janggelanB. Lokasi : Kelompok tani Sido mulyoC. Alamat : Dusun Wonoleren, Deesa Karangtengah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten wonogiriD. Luas areal : 1000 m2E. Teknologi a. Komoditi : Janggelan b. Komponen Teknologi Bibit janggelan : 20 kg Urea : 10 kg NPK :20 kg SP36 :10 kg Pomi/ PPC : 1 ltF. HasilNo Lokasi Produktivitas/ha1 Demplot pemupukan berimbang 8,7 ton/ ha2 Diluar Demplot 6,3 ton/ha Keterangan : Dipanen 3-4 kali/ tahun Mengetahui Kelompok tani Sido mulyo PPL Kecamatan Karangtengah Ketua Ir. DWI HERU WIDODO HARTONO DEMPLOT PEMUPUKAN BERIMBANG PADA TANAMAN JANGGELAN DIKELOMPOK TANI SIDOMULYO DESA KARANGTENGAH Oleh:Ir. Dwi Heru WidodoNIP. 19620313 199903 1 00PPL KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN WONOGIRIPROPINSI JAWA TENGAHTAHUN 2016 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan Demplot pemupukan tanaman janggelan sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang menguntungkan di Kecamatan Karangtengah.Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya menyusun laporan Demplot ini. Dengan tersusunnya Demplot ini semoga bisa dijadikan sebagai acuan dalam berusaha pertanian di Kecamatan Karangtengah. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporanDemplot ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penyusun PENDAHULUANA. Latar BelakangJanggelan ( cincau hitam ) merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi di budidayakan di Kecamatan Karangtengah. Sejak tahun 1996 tanaman janggelan sudah mulai dikenal masyarakat Karangtengah, namun belum dikembangkan secara lebih luas, karena belum ada pasar yang dapat menampung. Seiring dengan perjalanan waktu tanaman lada juga berkembang pesat di Kecamatan Karangtengah bahkan ada petani yang sudah memiliki 2000 batang, namun setelah panen tanaman lada tersebut terserang penyakit kuning dan mati semua.Upaya- upaya untuk pengendalian sudah dilakukan namun sampai sekarang belum ada hasilnya. Begitu juga tanaman cengkeh yang merupakan tanaman andalan petani Karangtengah sudah mulai tua dan juga terserang penyakit , sehingga setiap tahun tanaman cengkeh mulai berkurang jumlah populasinya.Sejak tujuh tahun yang lalu beberapa petani ada yang expansi mengepul janggelan yang bisa tembus keluar daerah diantaranya Jakarta, Tulungagung, Lampung dan lain-lain bahkan ada yang sampai ke Cina dan jepang.Setelah ada pengepul di daerah Karangtengah gaerah petani untuk menanam janggelan mulai berkembang sehingga petani bersemangat untuk meningkatkan produksi dan menambah areal tanam.Kelompok tani Sido Mulyo desa Karangtengah yang jumlah anggotanya ada 83 orang berupaya membuat percontohan untuk meningkatkan produksi dengan menerapkan pemupukan berimbang menggunakan pupuk NPK PhonskaB. TujuanTujuan dari dilaksanakannya Demplot pmupukan berimbang pada tanaman janggelan di desa Karantengah Kecamatan Karangtengah adalah :1. Mengetahui produktifitas tanaman janggelan bagi petani di Desa Karangtengah khususnya kelompok tani Sido Mulyo.2. Mengetahui kondisi kuwalitas janggelan di Desa Karngtengah.3. Mengetahui peningkatan kesejahteraan keluarga petani. TINJAUAN PUSTAKAJanggelan adalah merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan naungan disamping harga jual eksport yang cukup tinggi, di Kecamatan Karangtengah budidaya tanaman janggelan mulai dikembangkan secara terbuka pada tahun 1998. Dimana sebelum tahun 1996 sudah ada namun belum dikembangkan. Tanaman janggelan di Karangtengah banyak diusahakan dilahan kontrakan hutan, lahan tegalan dan juga lahan pekarangan. Saat sekarang harga janggelan antara Rp. 9 000,- sampai Rp. 15.000,- per kg. Sedangkan produksi setiap Ha antara 5-7 ton per Ha. Dengan demikian keuntungan antara 40 juta sampai 60 juta setiap Ha./ tahunManfaat tanaman janggelan cukup banyak antara lain :a Bahan obat peru murus dan kemarauan ( penyakit yang berkaitan dengan Pencernaan )b Bahan panganan ( bahan baku pembuatan cincau hitam )c Bahan pencampur pembuatan kaca hitam ( Ray- bend )d Bahan pencampur pembuatan klise film ( film negative )e Bunganya sebagai bahan makanan ( nectar) lebah madu. 1. Syarat Tumbuh Sumber daya alam dan ekosistem di wilayah Indonesia sangat bervariasi, terutama kondisi curah hujan dan temperature udara, jumlah curah hujan berkisar 500 – 5000 mm / th. Sedangklan rata-rata temperature udara di atas permukaan laut 28 º C dan untuk dataran yang sesuai dengan persyaratan tumbuh janggelan adalah 150 – 1800 m dpl atau dengan temperature antara 18º C hingga 28º C sedangkan produksi dapat dicapai optimal pada ketinggian ± 600 m dpl atau dengan temperature rata-rata ± 25º C. Janggelan tidak mempunyai daya adoptasi terhadap kondisi iklim yang cukup, sehingga budi daya tanaman janggelan hanya dapat dikembangkan dengan baik pada ketin