DEMPLOT JARWO 2:1 MEROBAH PRILAKU PETANI DI NAGARI SIBAKUR
Penanam padi dilakukan di Nagari Sibakur selama ini di lakukan secara tradisional cara turun temurun atau konvesional dengan produksi terus menurun dan jumlah luas sawah terus berkurang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk untuk pemukiman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu teknologi bagaimana meningkatkan produksi. Diperkenalkalah teknologi bagimana meningkatkan produsksi padi yang salah satunya adalah sistem tanam padi dengan jajar legowo (jarwo) melaui demplot. Pelaksanaan demplot ini dilaksanakan dibawah bimbingan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tanjung gadang Melalui Dana Kegiatan Satker (10) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat di kelompoktani Lindang Laweh Nagari Sibakur seluas 0,5 ha. Dengan penerapan sistem tanam jajar legowo ini populasi tanaman bisa bertambah walaupun dengan lahan yang terbatas. Sistem tanam jajar legowo merupakan rekayasa teknologi dengan meningkatkan populasi tanaman dalam satuan luas tertentu. Sistem tanam jajar legowo terdiri dari 2:1, 3:1 dan 4:1. Yang sangat penting dalam penerapan sistem tanam jajar legowo adalah agar mengikuti langkah-langkah penanaman yang telah ditetapkan peneliti. Prinsip penanaman sistem tanam jajar legowo adalah seakan-akan memposisikan sebagian besar atau seluruh tanaman padi berada di tepi pematang sawah karena sesuai dengan pengalaman yang ada di lapangan tanaman padi dibagian pinggir / pematang lebih baik perkembangannya dibandingkan dengan tanaman padi yang berada ditengah petakan sawah. Yang berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah.Tipe sistem jajar Legowo1. Jajar Legowo 2:1 – Setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.2. Jajar Legowo 3:1 – Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya3. Jajar Legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya Berikut Sistem Jajar Legowo maka dapat dilihat peningkatan popolasi dari tanaman padi yang ditanam, secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% X 1 : ( 1 + jumlah legowo)Sebagai Contoh,• Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 2) = 33,3 %• Jika Legowo 3:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 3) = 25 %• Jika Legowo 4:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 4) = 20 %• Jika Legowo 5:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 5) = 16,7 %. Dengan demikian dengan populasi tanaman maka akan dapat juga meningkatkan produksi tanaman tersebut. Petani di Nagari Sibakur Kecamatan Tanjung Gadang telah melaksanakan sistem tanam jajar legowo ini dan merasakan manfaatnya dengan adanya peningkatan produksi di sawah mereka dari pengunaan pola tanam biasa di musim-musim tanam sebelumnya. Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo1. Menambahnya jumlah tanaman padi2. Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan3. Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir4. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi5. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi6. Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida7. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman sajaDitulis Oleh : Hasril, SPt ( Penyuluh Pertanian Nagari Sibakur)