Loading...

Demplot Penerapan Teknologi CSA Tahun 2022 Di BPP Danga Kabupaten Nagekeo

Demplot Penerapan Teknologi CSA Tahun 2022 Di BPP Danga Kabupaten Nagekeo
Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan kegiatan modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting, yang pelaksanaannya secara lintas Kementerian yaitu BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian di bawah koordinasi Komite Pengarah Nasional Sumber Daya Air (National Steering Committee on Water Resources: NSCWR). SIMURP Kementerian Pertanian yang dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berfokus pada penerapan teknologi CSA yang bertujuan untuk peningkatan produksi dan produktivitas padi, Indeks Pertanaman (IP) dan peningkatan pendapatan petani disertai penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di tengah dampak perubahan iklim. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian cerdas iklim atau CSA program SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman, meningkatkan IP serta pendapatan petani di Daerah Irigasi lokasi SIMURP. Selain itu, teknologi CSA juga mengajarkan kepada petani untuk lebih pandai dalam mengolah lahan pertaniannya di tengah kondisi iklim yang ekstrem. Pertanian ramah lingkungan merupakan pertanian yang menerapkan teknologi selaras dengan lingkungan, produksi tinggi serta menciptakan kelestarian lingkungan dan sumber daya pertanian tetap terjaga. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, kegiatan SIMURP mulai dilaksanakan tahun 2022 di BPP Danga Kabupaten Nagekeo khususnya di Daerah Irigasi Mbay Kanan dengan melibatkan 32 kelompok tani/ 800 petani/ 32 Ha yang melaksanakan demplot penerapan teknologi pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) seperti uji benih, pembuatan pupuk organik, penerapan teknologi irigasi intermittent dan Alternate Wetting and Drying (AWD), jajar legowo 2 : 1, penggunaan pupuk berimbang, penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk menentukan dosis pupuk dasar Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK) dan penggunaan pestisida nabati. Penyuluh dan pelaksana SIMURP juga secara aktif melakukan pengawalan dan pendampingan pada kelompok tani untuk mendukung penerapan teknologi CSA di lapangan. Hasil penerapan teknologi CSA sesuai rata-rata produktivitas dari 32 kelompok tani pelaksana Demplot sebesar 4,82 ton/Ha dan bila dibandingkan dengan sebelum penerapan teknologi CSA dengan rata-rata produktivitasnya 3,76 ton/ Ha terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 28,19 %. Permasalahan yang dihadapi antara lain dilokasi kegiatan jaringan irigasinya sedang dalam tahap rehabilitasi, belum tersedianya Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan minat petani untuk memanfaatkan limbah hasil pertanian untuk pembuatan pupuk organik masih sangat rendah. Kedepan, diharapkan untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi CSA khususnya pada BPP Danga perlu dilakukan koordinasi lebih intensif dengan BWS wilayah NTT terkait pengaturan buka dan tutup saluran irigasi, terfasilitasinya Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) bagi penyuluh pertanian dan perlunya pembinaan secara kontinyu dari penyuluh agar pemahaman terhadap pentingnya pupuk organik benar-benar disadari dan dilakukan oleh petani. Penyuluh Pertanian Kreatif, Inovatif, Solutif Penyuluh Pertanian Maju, Mandiri, Modern Penulis : Ir. Susana K. Laning Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT