DEMPLOT SWADAYA PADI SAWAH Perpaduan Legowo 2:1 dan Kebiasaan Petani Lokal Sulteng Donggala Labuan, Giat mendukung swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, ditengah berbagai kendala dan keterbatasan, PPL BPP Simou berinovasi dengan melaksanakan Demonstrasi Plot (Demplot) Padi Sawah bersama petani di kelompok tani Simou Mandiri pada lahan 1 Ha. Demplot kali ini sepenuhnya dibiayai secara swadaya, dikelola bersama untuk proses pembelajaran, pentingnya menanam 1 bibit perlubang tanam dan menguji inovasi baru yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi Lokasi Desa : Labuan Toposo Kecamatan : Labuan Kabupaten : Donggala Propinsi : Sulawesi Tengah Tanggal Tanam : 13 Desember 2024 Demonstrator Petani : Zainudin (Pengurus Kelompok Tani Simou Mandiri PPL : Sunardin,S.ST, H.Munarwan, Iin Usriani,S.ST.,M.agr Latar Belakang : Kebiasaan Petani lokal yang masih memilih tradisi menanam padi 4-5 anakan perlubang tanam baik itu menggunakan cara tanam Tegel, ataupun yang telah menggunakan cara tanam Jajar Legowo 5:1, 4;1, 3:1, dan 2:1, dengan berbagai alasan dasar menyesuaikan dengan kearifan lokal (baca:khawatir mati dan kurang anakan) Hipotesis : Kebiasaan petani lokal yang menanam 4 Bibit perlubang tanam, bila dilakukan penjarangan bibit dengan jarak tanam 5 Cm x 5 Cm berbentuk kotak mengunakan cara tanam Jajar Legowo 2:1 maka dari keempat bibit ini diusia Vegetatif akan memiliki anakan minimal masing-masing 15 anakan produktif per bibit, yang pada akhirnya akan tumbuh menyatu menjadi satu rumpun sehingga paling tidak akan didapatkan jumlah minimal 60 anakan produktif per rumpun atau didapatkan kenaikan jumlah anakan Produktif sekitar 50% dibandingkan dengan kebiasaan petani Perlakuan 1 : Kebiasaan Petani menggunakan Cara tanam Jajar legowo 2:1 dengan 4 Bibit perlubang tanam Perlakuan 2 : Bibit yang semula ditanami 4 Bibit perlubang tanam, dijarangkan penanamannya dengan jarak 5 Cm x 5 Cm per bibit berbentuk kotak, dengan cara tanam Jajar Legowo 2:1 Tujuan : Demplot ini bertujuan untuk menguji hipotesis diatas Diharapkan demplot ini dapat memberikan hasil yang nyata dari perbandingan antara dua perlakuan diatas, dan jika Hipotesis ini diterima, maka akan dilaksanakan kaji terap berikutnya guna meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan petani serta mampu merubah sikap petani untuk dapat menerima inovasi baru Pengamatan Sementara: Pada usia 25 Hari setelah tapin rata - rata bibit telah memiliki 15-18 anakan, dan telah menyatu menjadi satu rumpun yang besar dengan rata- rata 60 anakan per rumpun (setelah ke empatnya menyatu) Pada petak pembanding yang juga menggunakan Jajar legowo 2:1 dengan tanam 4 bibit perlubang tanam diusia yang sama rata-rata anakan perrumpunnya masih sekitar 15-20 anakan Tahapan berikutnya 1. Pengamatan pada Vase Generatif 2. Pelaksanaan Ubinan 3. Analisis Data 4. Rencana Tindak Lanjut Baca Selengkapnya... Klik Download/Lampiran