Loading...

DEMPLOT TANAM PADI SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 DI NAGARI SINYAMU

DEMPLOT TANAM PADI SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 DI NAGARI SINYAMU
Dalam rangka mensukseskan program Upaya Khusus (UPSUS) terutama upaya peningkatan produksi padi sawah salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo . Sistem tanam jajar legowo ini merupakan sistem tanam yang diterapkan pada tanaman padi sawah dengan tujuan meningkatkan populasi tanaman dimana saat ini lahan sawah sudah banyak beralih fungsi menjadi bangunan dll, disisi lain cetak sawah baru tidak lagi memungkinkan karena keterbatasan lahan dan sumber air. Dengan penarapan sistem tanam jajar legowo ini populasi tanaman bisa bertambah walaupun dengan lahan yang terbatas. Dari data ubinan panen padi di Nagari Sinyamu, dimana dengan penerapan sistem tanam secara konvesional rata –rata produksi berkisar 4 – 5 ton/Ha dan dengan penerapan sistem tanam jajar legowo meningkat produksi menjadi 6 – 7,5 ton/Ha.Untuk memperkenalkan sistem tanam jajar legowo pada masyarakat Nagari Sinyamu maka penyuluh pertanian Nagari Sinyamu melaksanakan kegiatan Demplot Tanam Padi sawah Sistem Jajar Legowo 2 : 1, Demplot ini dilaksanakan dibawah bimbingan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tanjung Gadang , yang dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Jorong Polak Nagari Sinyamu dan Jorong Koto Nagari Sinyamu Kecamatan Tanjung Gadang.Manfaat dan tujuan Sistem tanam padi Jajar Legowo (JARWO) antara lain adalah sebagai berikut :1. Menambah jumlah populasi tanamanpa disekitar 30 % yang diharapkanakan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro.2. Dengan adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong.3. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Padalahan yang relative terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relative terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan.4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.5. Dengan menerapkan system tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolism terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daunakan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil. Selain tipe jarwo 2 : 1 juga ada beberapa tipe jajar legowo yaitu jajar legowo yang secara umum dapat dilakukan yaitu ; tipe legowo (2 : 1), (3 : 1), (4 : 1), (5 : 1), (6 : 1) .Seperti telah diuraikan di atas bahwa prinsip dari system tanam jajar legowo adalah meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Dengan demikian untuk masing-masing tipe system tanam jajar legowo dapat kita hitung penambahan/peningkatan populasinya sebagai berikut ;1. Jajar legowo (2 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1(1 + 2) = 30 %2. Jajar legowo (3 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 3) = 25 %3. Jajar legowo (4 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 4) = 20 %4. Jajarlegowo (5 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 5) = 16,6 %5. Jajarlegowo (6 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 6) = 14,29 % Demplot tanaman padi ini dilaksanakan dengan tipe system tanam jajar legowo (2:1), ini dipilih sebagai anjuran kepada petani untuk diterapkan dalam rangka peningkatan produksi padi karena berdasarkan hasil ubinan diatas serta mempertimbangkan tingkat efisiensi dan efektifitas biaya produksi dalam penggunaan pupuk dan benih serta pengaruhnya terhadap hasil produksi tanaman padi. Demikian sedikit yang bisa diuraikan, semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis : Riana Nurmita Pardanti, SP (Penyuluh Pertanian Nagari Sinyamu)