Agar model resi gudang dapat berjalan dengan baik tentunya ada beberapa persyaratan. Persyaratan yang sangat perlu diperhatikan oleh petani adalah keterkaitan mutu barang, yang harus memenuhi standar. Hal tersebut berkaitan erat dengan nilai kepercayaan yang sangat diperlukan untuk menarik minat pihak penyandang dana dalam membiayai pelaksanaan resi gudang. Untuk dapat memanfaatkan Sistem Resi Gudang secara maksimal ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh petani antara lain: Menghasilkan komoditas dengan standar mutu yang sesuai SNI maupun Petani sebaiknya berkelompok. Menghasilkan komoditas dengan standar mutu yang sesuai SNI sudah diurakan pada judul tersendiri, sehingga yang akan disampaikan dalam tulisan ini adalah Petani sebaiknya berkelompok. Petani Berusaha secara berkelompok. Kelompok, hendaknya melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya. Adapun Fungsi dari kelompok tani itu sendiri meliputi: 1. Kelas belajar; kelompok tani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan perkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera. 2. Wahana kerjasama; kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok tani dan antara kelompok tani serta dengan pihak lain. Melalui kerjasama ini diharapkan usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. 3. Unit penyedia sarana dan prasarana produksi, unit produksi, unit pengolahan dan pemasaran, adalah usaha tani yang dilaksanakan secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi baik dari kualitas maupun kuantitas. 4. Unit jasa penunjang yaitu mampu melakukan akses dengan berbagai lembaga lain guna memajukan kegiatan kelompok. Sebagai suatu unit usaha, kelompok tani diharapkan dapat menjalankan proses-proses dalam kegiatan ekonomi seperti kegiatan produksi, kegiatan konsumsi dan kegiatan distribusi. Dengan berusaha secara berkelompok akan diperoleh beberapa keuntungan yaitu: a. Tercapainya skala ekonomis komoditas karena dengan berkelompok dapat mewujudkan efisensi biaya. b. Meningkatkan posisi tawar petani mulai dari memperoleh sarana produksi sampai dengan pemasaran hasil pertaniannya c. Memperluas jaringan kerjasama baik untuk memperoleh permodalan, informasi pasar maupun penguasaan akses pasar. Dalam hubungannya dengan pelaksanaan Sistem Resi Gudang Ketua Kelompok Tani memiliki peran antara lain: 1) Mengkoordinir anggota kelompok untuk menghasilkan komoditas dengan mutu yang baik mulai dari pra panen hingga penanganan pasca panennya. 2) Mengkoordinir anggota kelompok untuk menyimpan komoditas di gudang apabila harga sedang jatuh jatuh. Biasanya ini terjadi saat panen raya. 3) Mewakili anggota kelompok untuk membuat perjanjian penyimpanan barang dengan Pengelola Gudang. Menandatangani Resi gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang. 4) Mewakili anggota kelompok mengajukan kredit kepada Perbankan dengan agunan Resi Gudang. 5) Membagikan hasil pinjaman kredit kepada anggota kelompok tani. 6) Mengamati dan mencari informasi harga yang terbaik untuk menentukan harga penjualan terhadap komoditas yang diResi Gudangkan. Saat ini Bappebti telah memiliki sistem informasi harga yang dapat dijadikan referensi harga untuk komoditi yang hendak diresi-gudangkan. Info harga tersedia untuk komoditi Gabah (GKG dan GKP), Beras, Jagung, Kedelai, Kopi, Kakao,Lada dan lainnya. Info harga dapat diperoleh melalui 2 cara yaitu: 1. Check melalui website di alamat: http://infoharga.bappebti.go.id 2. SMS dengan mengetik Harga_Jenis Komoditi lalu kirim ke 0813-14-30-2222 Contoh: Harga Gabah GKG Yulia Tri S (Penyuluh Pertanian Madya) Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Berbagai Informasi tentang Sistem Resi Gudang yang diperoleh dari kantor Bappebti Jakarta.