Loading...

DENGAN SRI PRODUKSI PADI MENINGKAT

DENGAN SRI PRODUKSI PADI MENINGKAT
DENGAN SRI PRODUKSI PADI MENINGKAT Kabupaten Temanggung adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang harus melaksanakan program Pajale. Program Pajale adalah program yang terkait dengan produksi padi jagung dan kedelai Program Pajale yang digalakan di Kabuapten Temanggung adalah upaya peningkatan produksi dengan berbagai upaya. Target Kabupaten Temanggung dalam kegiatan ini adalah bisa meningkatkan produksi padi sekitar 20-30%. Salah satu Kecamatan di Kabupaten Temanggung adalah Kecamatan Kedu. Kecamatan Kedu salah satu penyangga produksi padi di Kabuapetn Temanggung. Untuk itu Kecamatan Kedu sebagai salah satu Kecamatan yang mendapat target dan sasaran dari kegiatan Upsu Pajale.Kecamatan Kedu dengan luas sawah 2190 Ha, yang terdiri pengairan teknis, setengah teknis dan sederhana, IP Pertanaman padi tahun 2017 adalah 1,3. Produktifitas padi tahun 2017 adalah 6,2 to/ha. Dengan kondisitersebut masih ada upaya untuk meningkatkan prduksi padi baik dengan peningkatan IP Pertanaman dan penerapan teknologi untuk peningkatan produksi padi, dan juga dengan pembangunan infra strktur yang mendukung dan menunjang.Salah satu upaya yang bisa diterapkan dikecamatan Kedu adalh teknologi budidaya padi dengan sistem SRI.SRI yaitu System Of Rice Intensifikation yaitu sistem penanaman padi secara intensif, dengan managemen akar. .Secara singkat bisa dikatakan bahwa tanam padi model SRI adalah tanam padi dengan bibit muda, dangkal dan leter L. Kelebihan atau keunggulan dari metode ini yaitu anakan lebih banyak. Dengan anakan banyak makan produksi padi juga akan lebih banyak. Dengan metode i ni bisa meningkatkan produksi sampai 50 %. Prinsip dasar SRI yaitu pengolahan tanah yang sesuia anjuran, perlakuan benih, pesemaian dengan nampan, tanam dengan bibit muda satu lubang 1-2 batang perlubang, dangkal dan leter L. Dengan beberapa aspek tersebut yang saling terkait maka akan menjadi metode yang saling mendukung.Pengolahan tanah, diawali dengan membuang sisa sisa tanaman yang ada, kemudian dicangkul. Setelah dicangkul diairi selama satu minggu dengan tujuan untuk membusukan sisa sisa tanaman. Setelah satu minggu kemudian dikeringkan dan diratakan. Bersamaan dengan pengeringan ini, proses pesemaian padi dilakukan. Lahan yang dikeringkan diratakan dan diberikan pupuk kandang dengan dosis 500 sampai 1000 kg perhektar. Kemudian diairi lagi, direndam dengan tujuan untuk membusukan atau mematangkan pupuk kandang apabila pupuk kandang belum matang, maka dengan direndam maka pupuk akan lebih matang. Karena apabila belum matang maka akan memicu munculnya OPT pada tanaman padDalam metode SRI perlakuan benih mutlak dilaksanakan, Tujuan dari perlakuan benih adalah untuk memilih benih yang benar benar bernas dan berisi. Dengan benih yang bernas makag akan menhasilkan benih yang bermutu. Perlakuan benih dilakukan dengan cara merendam benih padi dalam larutan garam jenuh.Cara membuat larutan garam jenuh yaitu siapkan bahan : Garam krosok 5-7 kg, air 10 liter, ember besar kapasitas 20 liter, pengaduk, telur ayam mentah. Caranya yaitu larutkan garam dalam air aduk sampai homogen. Untuk mengetes larutan tersebut sudah jenuh apa belum masukan telur. Apabila telur mengapung maka larutan itu sudah jenuh. Namun apabila telur masih tenggelam maka tambhakan garam sampai telur yang dimasukan mengapung. Setelah didapat larutan jenuh, maka masukan benih padi yang akan disemai. Benih yang mengapung dipisahkan dengan benih yang tenggelam. Lakukan sampai benih habis, dan perlu diingat bahwa memasukan benih jangan banyak banyak, karena inti memasukan benih adalah untuk memilih benih yang yang bernas dan kurang bernas. Selanjutnya benih yang bernas dicuci bersih dengan air mengalir, selanjutnya di sudu sesuai perlakuan petani..Pesemaian padi untuk tanam padi model SRI adalah menggunakan nampan atau kotak kotak yang terbuat dari papan kayu. Dengan pesemaian dalam kotak atau nampan maka akan memudahkan untuk membawa dalam lahan. Karena dengan melalui proses pindah tanam maka tanaman padi akan langsung tumbuh tanpa mengalami stagnasi tanaman. Dalam SRI benih padi diibaratkan bayi yang harus dilakukan secara hati hati dan halus. Pesemaian padi diawali dengan menyiapkan nampan, siapkan tanah dan pupuk kandang. Dengan perbandingan 1:1 kemudian siapkan dalam namapn atau kotak. Kemudian benih yang sudah diperam/ sudu ditebarkan secara merata dan tidak boleh terlalu rapat, karena jika terlalu rapat maka akar saling menyangkut/ mengkait. Kemudian tutup dengan tanah lagi. Tanah yang baik adalah tanah yang diambil dari sekitar tanah pohon bambu.Setelah pesemaian sudah berumur 1 minggu, sudah siap ditanam. Lahan yang akan ditanami dikeringkan, apabila pupuk kandang blm dipaplikasikan bisa diaplikasikan bersamaan dengan tanam,Kemudian dengan alat pelarik di garisi . Cara tanam model SRI ini adalah dengan mengambil bibit padi secara perlahan jangan sampai akar putus, kemudia tarik benih padi kemudian tanam dengan kedalaman 2-3 cm, usahakan akar membentuk leter L. Dengan akar membentuk leter L maka dimungkinkan anakan akan banyak. Hal yang perlu diperhatikan dalamdalam tanam ini adalah tanam muda, dan harus leter L.Pemupukan untuk metode ini adalah usahakan kurangi pupuk kimia. Apabila memungkinkan gunakan hanya pupuk organik saja, tetapi apabila belum memungkinkan tambahkan NPK dengan dosis 200-250 kg per/Ha. Pupuk diberikan dua kali yaitu pada pupuk dasar atau sampai 7 HST dan susulan yaitu pada umur 7 sampai 15 HST. Apabila menggunakan pupuk cair maka berikan setiap 7 sampai 10 hari sekali. Dalam metode ini usahakan kurangi seminimal mungkin penggunaan pupuk kimia karena dasar pemikiran SRI adalah bumi menangis Setelah tanam hal yang perlu diperhatikan adalah pengairan. Pengairan untuk metode ini adalah pengairan berselang atau pengaitan terputus. Pengairan berselang adalah pengairan tanaman padi yang tidak diairi secara terus menerus tetapi kadang diairi kadang tidak diairi. Jadwal pengairan adalah sepuluh hari setelah tanam tanah dalam keadaan kering, selanjutnya diaiiri dengan ketinggian maksimal 2 cm sampai umur dua bulan Setelah umur dua bulan di Penyiangan untuk metode ini minimal 4 kali, hal ini dikarenakan metode ini memungkinkan banyak tumbuh gulma. Penyiangan dengan gasrok sangat dianjurkan karena penyiangan dengan gasrok akan membuka pori pori tanah yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman. Gasrok adalah alat penyiang yang ada gerigi gerigi yang bisa membuka pori pori tanah dan bisa menyangkut rumput atau gulma.Pengendalian OPT dilakukan sedini mungkin. Karena metode ini sangat mengurangi penggunaan bahan kimia maka pencegahan adalah upaya yang tepat. Untuk pengendalian OPT ini dilakukan dengan berbagai cara yaitu penggunaan pestisida nabati, dan pemasangan umpan untuk tikus atau pemasangan bubu dan perangkap. Untuk pesnab diberikan 7sampai 10 hari sekali, bergantian dengan pupuk organik cair. Kunci pengendalain hama dan penyakit dari metode SRI ini adalah adanyan pengamatan rutin. Untk itu pengamatan dilakukan setara rutin minimal seminggu sekali. Dalam pengamatan ini tidak hanya pada munculnya OPT tapi juga amati pertambahan anakan dan tinggi tanaman sebagai pembanding dengan tanaman yang bukan model SRI. OLEH ; MEI SUJIARTI PPL UPT DINTANPANGAN KEC KEDU TEMANGGUNG JATENG