Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, melaksanakan pengolahan tanah secara gotong royong sebagai persiapan tanam padi dalam rangka mendukung program swasembada pangan. Kegiatan pengolahan lahan yang dilakukan menggunakan handtraktor ini merupakan kegiatan mekanisasi pertanian yang pertama kali dilaksanakan di Desa Penyagun dan menandai langkah awal desa menuju modernisasi pertanian lokal. Selama ini masyarakat petani hanya menanam tanpa olah tanah, namun jika ingin meningkatkan IP maka olah tanah serta perlakuan lain perlu di lakukan agar selain meningkatkan IP secara produktivitss juga harus meningkat, maka dari itu olah lahan menjadi salah satu upaya agar untuk mengoptimalkan kondisi tanah.
Kesiapan Desa Penyagun selaras dengan tren positif pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti. Berdasarkan data resmi, luas panen dan produksi padi Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan peningkatan pada tahun terakhir — luas panen naik dan produksi padi naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya — yang menunjukkan adanya momentum untuk mendorong IP (Indeks Pertanaman) lebih tinggi di tingkat desa dan kecamatan. Data statistik dan dataset lahan padi per kecamatan yang dikelola oleh dinas terkait menjadi basis perencanaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas.
Target peningkatan IP dari 100 ke 200 di Desa Penyagun menjadi fokus strategi teknis: kombinasi mekanisasi (handtraktor), penjadwalan musim tanam yang rapi, penggunaan varietas benih yang sesuai, dan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian. Peningkatan IP berarti kemampuan melakukan dua kali tanam dalam setahun pada lahan yang sama; apabila dikelola dengan baik, langkah ini dapat meningkatkan produksi gabah, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan pendapatan petani. Rencana Desa Penyagun juga akan memanfaatkan data luas lahan padi per kecamatan untuk menargetkan areal yang paling layak dan memperhitungkan rotasi usaha tani serta ketersediaan air.
Masyarakat dan pemerintahan desa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya kepada Presiden, atas penguatan dukungan mekanisasi melalui bantuan handtraktor yang disalurkan dalam program-program peningkatan ketahanan pangan. Bantuan alat mesin pertanian seperti handtraktor telah menjadi bagian dari paket bantuan yang diberikan kementerian/instansi pertanian untuk mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi kerja petani di berbagai wilayah. Dukungan ini diharapkan mempercepat realisasi target IP 200 di Desa Penyagun dan menjadikan desa ini contoh keberhasilan program swasembada pangan di Kepulauan Meranti.
Ke depan, Pemerintah Desa Penyagun bersama kelompok tani akan melaksanakan monitoring berkala, menerima pendampingan teknis dari dinas pertanian, serta mengatur jadwal tanam terpadu sehingga target IP 200 dapat dicapai secara terukur dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong-royong dan dukungan alat serta data perencanaan dari pemerintah kabupaten/provinsi, Desa Penyagun optimistis menjadi kontributor signifikan dalam upaya swasembada pangan di wilayah Kepulauan Meranti.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan kelompok tani, kepala desa, ketua gapoktan, babinsa, kepala desa serta perwakilan dari BBPP ketindan malang selaku PJ Alsintan yaitu Bapak tuban dan PJ swasembada pangan dari BBPOPT jatisari karawang yaitu bapak suwarman. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa petani di desa penyagun siap untuk mendukung program swasembada pangan ini sesuai dengan pernyataan dari kepala desanya yaitu bapak saipul, beliau mengatakan bahwa desa penyagun petani maupun pihak pemerintah desanya siap mendukung program ini agar bisa terwujud. Beliau juga mengatkan bahwa pentingnya dukungan dari pihak terkait agar membantu petani mewujudkan swasembada pangan ini agar betul betul bisa berhasil di kemudiannya.