Kabupaten Bekasi selain dikenal sebagai daerah industri, juga lumbung padi di Jawa Barat. Walau memang sebagian lahan pertaniannya sudah berubah fungsi akibat laju pertumbuhan penduduk yang memerlukan lahan perumahan, namun Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, masih tetap mempertahankan lahan pertanian teknis. Karena itu pulalah, terus diupayakan agar hasil produksi pertanian dalam arti luas meningkat. Salah satu yang dilakukan adalah, menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang pertanian. Sebab pembangunan pertanian memerlukan SDM yang handal, berkualitas dan berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Kehandalan itu, bertujuan untuk membangun usaha tani yang berdaya saing. Melalui penyuluhan pertanian, diarahkan untuk membangun sistem pertanian yang produktif, efektif dan efisien, sehingga mampu mendukung suksesnya pembangunan pertanian. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) melalui Bidang Kelembagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), pada Bulan Juni 2011 melaksanakan kegiatan bimbingan teknis agribisnis pertanian kepada penyuluh pertanian dengan sumber dana dari APBD II Kabupaten Bekasi. Penyuluh dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjumlah 90 orang, mengikuti bimbingan teknis di BBPP Lembang, Jawa Barat dan berlangsung selama 3 hari yang dihadiri oleh Kepala BBPP Lembang Ir. Muchransyah Ahmad, M.Si., Kepala BP4KKP Ir. Daryanto, M.Si. dan Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan pada BP4KKP Ir. Yeta Hendriwideta. Penyuluh pertanian sebagai fasilitator, dinamisator, komunikator, motivator, konsultan, pemandu dan penggerak petani untuk mengembangkan pertanian perlu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. Dengan peranannya itu, para penyuluh pertanian diharapkan mampu memberdayakan petani agar terus berpacu memperbaiki tingkat kesejahteraannya. Salah satu upaya meningkatkan SDM penyuluh adalah dengan berbagai pelatihan teknis maupun fungsional. Tujuannya, agar tersedia penyuluh pertanian yang berkualitas untuk mendampingi dan mengawal para petani di lapangan dalam alih teknologi usahatani dan agribisnis pertanian. Semakin bergemanya agribisnis, selama ini belum diikuti pemahaman tentang konsepnya. Agribisnis sering diartikan sempit, yaitu perdagangan atau pemasaran hasil pertanian, padahal masih jauh dari konsep semula. Konsep agribisnis sebelumnya adalah mulai dari proses produksi, pengolahan hasil, pemasaran dan aktivitas lain. Sedangkan agribisnis adalah kegiatan usaha yang meliputi mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang berhubungan dengan pertanian dalam arti luas. Bimbingan Teknis Agribisnis Pertanian ini, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian sehingga mampu memberikan kontribusi yang nyata melalui aktivitas penyuluhan secara efektif dan efisien secara profesionalisme. Selain itu penyuluh yang berkualitas akan mampu memfasilitasi petani dan masyarakat pedesaan dalam melaksanakan usaha tani dalam upaya peningkatan efisiensi dalam sistem agribisnis, dimulai dari penyediaan input produksi, pengelolaan usahatani/ budidaya, panen dan pasca panen, pengolahan, pemasaran dan distribusinya. Output dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian, sehingga sasaran penyuluhan agribisnis kepada petani dapat tercapai. Tampil sebagai Narasumber, Widya Iswara dari BBPP Kementrian Pertanian Lembang Jawa Barat. Dan materi yang disampaikan adalah Usaha Tani (Sasaran Produksi, Efisiensi Produksi, Panen dan Penanganan Pasca Panen, Pengolahan, Peningkatan Mutu, Pemasaran Hasil dan Pengembangan Jasa Penunjang), Fasilitas Penerapan Teknologi dan Sarana Pengolahan Hasil Pertanian di sentra-sentra produksi. Pengembangan akses terhadap permodalan, Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Petani dalam rangka Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal. (Sumber materi : Bidang Kelembagaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan BP4KKP Kabupaten Bekasi)