Loading...

DIVERSIFIKASI PANGAN DENGAN SHORGUM BIOGUMA

DIVERSIFIKASI PANGAN  DENGAN SHORGUM BIOGUMA
PENDAHULUAN Diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan diversifikasi konsumsi dan produksi secara bersamaan. Diversifikasi pangan tidak hanya sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu tetapi juga upaya peningkatan perbaikan gizi menuju Pola Pangan Harapan (PPH) guna mendapatkan manusia berkualitas dan memiliki daya saing, serta penyediaan lapangan kerja untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Guna sosialisasi diversifikasi pangan di masyarakat dapat dimulai dari pekarangan rumah sebagai pilot project yang dapat langsung terlihat hasilnya jika dikelola dengan maksimal. Asupan pangan yang cukup dan berkualitas sangat menentukan pemenuhan gizi bagi masyarakat. Dengan gizi yang seimbang maka kesehatan akan lebih terjamin sehingga meningkat pula kwalitas hidup. Berbagai sumber pangan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara langsung atau tidak langsung hal tersebut erat kaitannya dengan tingkatan ketahanan pangan suatu negara. Ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan menciptakan kondisi yang kondusif dalam mengembangkan penanganan permasalahan pangan, baik di tingkat nasional (makro) maupun daerah (mikro). Dalam jangka panjang, ketahanan pangan harus bertumpu pada sumber daya lokal untuk mampu menghindarkan ketergantungan pada impor. Seiring dengan otonomi daerah, maka setiap level daerah diberi kewenangan untuk menyusun strategi dan kebijakan ketahanan pangan yang paling sesuai dengan karakter wilayah dan ekologinya. Untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melaksanakan kembali diversifikasi pangan menuju produksi dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta yang terpenting adalah berbasiskan sumberdaya lokal. Salah satu komoditas yang saat ini sedang berkembang untuk mendukung diversifikasi pangan yaitu komoditas shorgum. SHORGUM BIOGUMA Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitangtan) Kementerian Pertanian baru-baru ini telah melepas varietas unggul baru (VUB) sorgum yang diberi nama Sorgum Bioguma. Shorgum yang dilepas ini memiliki kekhasanbila dibandingkan dengan sorgum pada umumnya, tanaman ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya batang lebih besar, tingkat kemanisan atau kandungan brix lebih tinggi, serta volume nira dan produksi biji yang lebih tinggi. Menurut peneliti Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Balitbangtan, Prof Endang Gati, sorgum bioguma merupakan hasil pemuliaan dari sorgum varietas Numbu. Setelah diberi perlakuan mutasi, seleksi dan uji multilokasi, dihasilkan tiga VUB masing-masing bernama Bioguma 1, Bioguma 2 dan Bioguma 3. Jika dideskripsikan, ketiga VUB ini memiliki ciri tinggi tanaman mencapai 266 cm, bobot biomassa 54,30 ton/hektar, volume nira sekitar 122 ml, potensi hasil 9,3 ton/hektar, kandungan brix sekitar 15% serta tahan terhadap penyakit karat daun dan busuk batang. Sejak dilepas pada awal tahun 2019, BB Biogen terus memproduksi benih penjenis untuk didiseminasikan ke tingkat penangkar benih agar dapat dimanfaatkan petani maupun peternak. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : 2013. Laporan Tengah Tahun Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Kabupaten Belitung Timur. https://www.google.com/search?q=Shorgum+bioguma+1&oq=SHORGUM+BIOGUMA&aqs=chrome.2.69i57j0j69i59j0l2.6136j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8 (Diakses Minggu, 30 Agustus 2020). Sumber Foto : Koleksi Feriadi 2020