Loading...

DOSIS PUPUK KNO3 DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BIMA BREBES

DOSIS PUPUK KNO3 DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BIMA BREBES
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dan memiliki prospek yang baik untuk pemenuhan konsumsi nasional, sumber pendapatan petani, dan devisa negara. Pentingnya komoditas ini tidak saja sebagai bumbu penyedap berkaitan dengan aromanya tetapi juga khasiat obat oleh kandungan enzim yang berperanan dalam meningkatkan derajat kesehatan, kandungan zat anti imflamasi, anti bakteri dan anti regenerasi. Sebagai salah satu tanaman sayur yang berpotensi untuk dibudidayakan di pekarangan rumah dengan menggunakan polibag, bawang merah selain umurnya yang pendek (60 hari), juga memiliki harga yang tinggi sehingga dengan menanam bawang merah di sekitar rumah dapat mengurangi pengeluaran masyarakat dalam pembelian bawang merah sebagai bumbu dapur. Agar jumlah dan bobot umbi bawang merah yang dihasilkan tinggi, maka pertumbuhan tanaman harus cepat dan baik. Oleh karena itu diupayakan pemberian pupuk yang sesuai anjuran. Produksinya dan pertumbuhan tanaman bawang merah dipengaruhi oleh jenis dan dosis pupuk yang diberikan. Pemberian pupuk sesuai anjuran dapat memberikan hasil yang secara ekonomis menguntungkan. Pupuk K merupakan salah satu pupuk yang sangat dibutuhkan tanaman bawang merah untuk pertumbuhannya. Pupuk ini mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman bawang merah. Sampai batas tertentu pertumbuhan bawang merah meningkat secara bertahap dengan meningkatnya jumlah pemberian pupuk K. Unsur kalium yang diserap tanaman bawang merah dapat memperlancar fotosintesis, memacu pertumbuhan tanaman pada tingkat permulaan, memperkuat batang, mengurangi kecepatan pembusukan hasil, memberikan hasil umbi yang lebih baik, mutu dan daya simpan umbi bawang merah yang lebih tinggi, dan umbi tetap padat meskipun umbi di simpan lama. Selain KCl, pupuk yang sering digunakan sebagai sumber K adalah kalium nitrat (KNO3) dengan kadar K2O 46 % dan NO3 13 %. Kalium merupakan hara esensial yang diperlukan tanaman bawang merah setelah unsur nitrogen dalam metabolisme tanaman. Akan tetapi kebutuhan unsur kalium dibutuhkan lebih banyak dibanding unsur - unsur yang lain, karena kalium berperan penting sebagai katalisator dalam pengubahan protein menjadi asam amino dan penyusun karbohidrat Selain itu Unsur K di dalam tanaman memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam pembentukan pemecahan dan translokasi pati, sintesis protein mempercepat pertumbuhan jaringan tanaman dan meningkatkan kadar tepung bawang merah. Berdasarkan hasil penelitian dosis kalium sebanyak 100 kg K2O /ha meningkatkan hasil umbi. Permasalahan yang terjadi dilingkup petani adalah mereka belum banyak mengetahui seberapa banyak dosis dan sumber pupuk yang baik yang mampu meningkatkan hasil dan mutu umbi bawang merah terytama bila ditanam dalam polybag. Pengkajian dilakukan oleh Jamaludin at al (2021) di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana Kota Metro Lampung pada bulan Oktober hingga Desember 2020. Komoditas yang digunakan yaitu bawang merah varietas Bima Brebes. Sebelum penanaman bawang merah Varietas Bima Brebes dilakukan, polybag ukuran diameter 20 cm dan tinggi 20 cm, diisi dengan campuran tanah dan arang sekam dengan perbandingan 4:1. Diameter bibit bawang merah yang digunakan berukuran 1,5 – 1,8 cm dan penanamannya dilakukan pada bagian tengah polybag. Dosis pupuk KNO3 yang diberikan berbeda-beda untuk setiap polybag sesuai perlakuan yaitu: 0 g, 0,3 g, 0,6 g, 0,9 g, 1,2 g, 1,5 g, dan 1,8 g. Pemupukan KNO3 dilakukan dua kali yaitu pada umur 21 dan 42 hari setelah tanam dengan setiap pemupukan diberikan setengah dosis. Setiap kali pemupukan dilakukan, setengah dosis pupuk perlakuan dilarutkan kedalam 250 ml air untuk dikocor pada tanaman bawang merah. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa bahwa rata-rata berat kering per umbi tertinggi dengan perlakuan 0,9 gram KNO3. Namun hasil ini secara statistic menunjukkan perbedaan yang nyata dengan control (tanpa pemberian KNO3) dan dosis 0,6 gram, tetapi tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya. Perbandingan masing-masing dosis pupuk KNO3 yang diberikan yaitu: 0 g : 0,3 g : 0,6 g : 0,9 g : 1,2 g : 1,5 g : 1,8 g dengan hasil yang dicapai yaitu: 34,92 g (c) : 59,07 g (ab) : 49,32 g (b) : 65,38 g (a) : 62,13 g (a) : 54,83 g (ab) : 57,75 g (ab) (Ahmad Damiri). Sumber: Jamaludin, Krisnarini, dan Rakhmiati. 2021. Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dalam Polibag Akibat Pemberian Pupuk KNO3 Berbagai Dosis. Jurnal Planta Simbiosa. 3(2) : 19 – 26.