Bertambahnya jumlah penduduk menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Adanya perubahan iklim menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture merupakan suatu pendekatan dalam mentransformasikan dan mengorientasi ulang sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan, sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan dalam menghadapi kondisi perubahan iklim Salah satu teknologi dalam mendukung pertanian cerdas iklim adalah melalui teknologi jajar legowo yang dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya padi. Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa baris tanaman yang diselingi satu barisan kosong sehingga terjadi peningkatan populasi. Sistem ini dapat meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam, memanipulasi tata letak tanaman, sehingga rumpun tanaman sebagian besar menjadi tanaman pinggir. Tanaman padi yang berada di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, sehingga menghasilkan gabah lebih tinggi dengan kualitas lebih baik. Beberapa keuntungan dari penerapan sistem tanam jajar legowo, antara lain: penangkapan radiasi surya oleh individu tanaman, terutama daun untuk fotosintesis, efektivitas penyerapan hara oleh akar tanaman, bertambahnya sirkulasi udara ketersediaan ruang yang menentukan populasi gulma, berkurangnya organisme pengganggu tanaman (OPT). Sistem tanam jajar legowo memiliki jumlah rumpun per satuan luas lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam tegel yang setara, misalnya tanam tegel 25 cm x 25 cm memiliki populasi 160.000 rumpun/ha, sedangkan legowo 2 : 1 yang setara dengan 25-50 cm x 12,5 cm memiliki populasi 213.333 rumpun. Orientasi pertanaman jajar legowo meskipun pada populasi yang sama berpeluang menghasilkan gabah yang lebih tinggi karena lebih banyak fotosintesis yang terjadi, karena lebih efektifnya tanaman dalam menangkap radiasi surya dan mudahnya difusi gas CO2 untuk fotosintesis. Jarak tanam yang lebar dapat memperbaiki total penangkapan cahaya oleh tanaman dapat meningkatkan hasil biji. Lebih lebarnya jarak tanam antara barisan dapat memperbaiki total radiasi cahaya yang ditangkap oleh tanaman dan dapat meningkatkan hasil. Oleh karena itu penerapan sistem tanan jajar legowo yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat hampir dipastikan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi dan keuntungan bagi petani, sedangkan perluasannya secara nasional dapat meningkatkan produksi padi. Pada tipe 2:1, dalam 1 ha lahan sawah dapat menghasilkan jumlah populasi tanaman sebanyak 213.300 rumpun dan meningkatkan populasi sebanyak 33% dibandingkan dengan tipe tegel (25x25) cm pada lahan konvensional yang hanya menghasilkan 160.000 rumpun/ha, sedangkan pada tipe 4:1 menghasilkan 256.000 tumpun/ha. Sistem jajar legowo menurut petani yang telah menerapkan teknologi ini memberikan ruang tumbuh yang lebar sekaligus populasi yang tinggi, sirkulasi udara serta sinar matahari bisa maksimal terhadap tanaman padi, pemupukan dan penyemprotan pestisida pun mudah dilakukan serta memberikan hasil produktivitas yang lebih tinggi dari sistem tanam biasa. Untuk mendukung keberhasilan teknologi jajar legowo, peran penyuluh sangat penting dalam pendampingan dan pengawalan kepada petani agar teknologi jajar legowo dapat meningkatkan produktivitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan) Sumber: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2024. Pedoman Pelaksanaan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023 Jakarta.