Pada tanggal 14 Juni 2024 di ruangan aula Kantor Desa Titi Akar dilaksanakan kegitan edukasi pelaksanaan kegiatan ketahanan Pangan tahun2024. Kegiatan ini bekerja sama dengan upt penyuluhan pertanian kecamatan Rupat utara sebagai narasumber dan pendampingan program ketahanan pangan Desa. Selaku Pj Kepala desa Titi Akar Bapak Adi Putra, S.Pd . M.AP membuka acara secara resmi. Pada pembukaannya beliau menyampaikan kegiatan ketahan pangan desa merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi Masyarakat sehingga harus dilaksanakan semaksimal mungkin agar tujuan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam Kecukupan pangan bagi seluruh warga Desa, pencapaian kemandirian pangan Desa, dan memastikan Desa terlepas dari kerawanan pangan serta penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dan hewani di Desa. Yang merupakan pedoman ketahanan pangan desa yang di tetapkan dalam Kepmendesa 82 Tahun 2022 dapat terlaksana dengan baik. Beliau juga menyampaikan apabila ada yang melanggar perjanjian dari pemberian bantuan ini akan ditarik Kembali dan diberikan ke anggota Masyarakat lainnya. Dan beliau berharap narasumber dapat memberikan edukasi kepada para anggota kelompok penerima bantuan. Adapaun bantuan dari dana ketahanan pangan ini diberikan dalam dua kelompok yaitu ternak sapi dan ayam broiler. Narasumber budidaya ternak sapi di sampaikan langsung oleh kepala UPT Penyuluhan Kecamatan Rupat Utara yaitu Bapak drh.Jejen Sudrajat sedangkan untuk berternak ayam broiler disampaikan oleh penyuluh Pertanian lapangan bapak Darwis, S.S.T.Pi. Edukasi di mulai dari budidya ternak sapi yang sampaikan oleh dokter hewan Jejen Sudrajat, beliau menyampaikan materi budidaya ternak sapi mulai dari pemilihan bibit sapi yang sesuai dengan lingkungan, pembuatan kandang ternak, teknik pembesaran dan pemberian pakan yang benar, penanganan penyakit ternak, hingga panen dan pasca panen pada pemeliharaan ternak sapi. Dalam memilih bibit sapi berkualitas unggul agar menghasilkan generasi yang baik, ada beberapa ciri khas sapi berkualitas dengan karakteristik sebagai berikut : Memiliki mata yang cerah dan jernih, Tidak ada lendir di sekitar hidung yang menandakan tak ada gangguan pernafasan, Kulit atau bulunya tidak rontok, Kuku sapi tidak panas apabila disentuh, Periksa bagian dubur dan pastikan ia tidak sakit, sekalipun menunjukkan gejala diare. Sedangkan Perawatan dan pemeliharaan dalam proses budidaya merupakan prioritas yang sangat penting. Tidak hanya sekadar makanan bergizi, vaksinasi maupun vitamin juga menjadi prioritas penting supaya ternak tumbuh sehat. Penyuluh Pertanian bapak Darwis, S.S.T.Pi menyampaikan materi cara beternak ayam pedaging. Bisnis budidaya ternak ayam pedaging merupakan bisnis ternak ayam, yang secara khusus hanya diambil dagingnya saja, atau biasa disebut dengan ayam broiler. Ayam broiler pertama kali dibudayakan di Indonesia pada tahun 1950-an dan populer sejak tahun 1980-an. Sebelum ayam broiler sangat terkenal sebagai hewan ternak yang diambil dagingnya, ayam buras lebih dulu dijadikan sebagai kebutuhan, untuk memenuhi permintaan daging ayam di Indonesia. Namun, ayam buras atau ayam kampung, tidak bisa menampung semua permintaan pasokan daging ayam, dikarenakan produksi ternak ayam buras tergolong cukup lama. Memulai ternak ayam pedaging membutuhkan tahapan dan hal-hal yang penting untuk diperhatikan agar menghasilkan ayam pedaging yang berkualitas baik. Beberapa hal bisa diperhatikan bagi pemula yang ingin memulai bisnis budidaya ternak ayam pedaging antara lain. Menentukan lokasi kendang, lebih baik jika kandang diusahakan berada di tempat yang tidak bising, jauh dari pemukiman penduduk, hingga dekat dengan sumber air. Melakukan pemberian pakan Dalam budidaya ternak ayam pedaging, pemberian pakan juga ada caranya. Ada hal-hal yang yang harus diperhatikan, baik dari segi kandungan dan waktu pemberian pakan. Nutrisi ayam pedaging wajib terpenuhi agar ayam bisa mendapatkan pertumbuhan yang maksimal dan berkualitas. Untuk sistem pemberian pakan ayam pedaging, biasa makanan harus selalu tersedia dan tanpa batas. Sehingga, harus selalu rutin mengecek ketersediaan pakan di dalam kandang. Untuk jenis pakannya sendiri yakni berupa pelet, crumbles (putiran pecahan) dan bentuk tepung. Setelah masa panen ayam pedaging, maka hal yang perlu dilakukan setelahnya adalah membersihkan dan sanitasi kandang. Sanitasi bisa dilakukan dengan pengapuran pada bagian dinding dan lantai kandang. Selain itu, untuk menghindari dan mengatasi adanya penyakit dan hama pada kandang bisa dilakukan dengan menyemprotkan formalin (karena dapat membasmi bibit penyakit yang ada). Jika kandang telah selesai di sanitasi maka kandang perlu didiamkan selama kurang lebih 10 hari sebelum memasukkan bibit baru. Sri Mastiana, S.Pi C