Loading...

efektivitas pemasangan tbs (trap barrier system) dan bubu perangkap dalam pengendalian opt tikus

efektivitas pemasangan tbs (trap barrier system) dan bubu perangkap dalam pengendalian opt tikus
efektivitas pemasangan tbs (trap barrier system) dan bubu perangkap dalam pengendalian opt tikus salah satu kendala dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan palawija di kabupaten bantul, adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (opt) tikus. tikus menyerang tanaman padi, namun jika tidak ada padi maka tanaman jagung, kedelai, ubi dan bahkan cabai dapat menjadi tanaman pengganti. sifat tikus demikian dinamakan polifag, artinya mempunyai banyak tanaman inang. kecenderungan sifat tikus yang demikian menyebabkan keberadaan opt tikus selalu ada dalam setiap budidaya tanaman. untuk itu pengendalian tikus harus dilakukan sejak pra tanam sampai setelah panen. untuk mengurangi serangan opt tikus, berbagai teknik pengendalian telah banyak dilakukan petani, seperti teknik gropyokan tikus, pengumpanan, pengemposan pada lubang aktif, penggunaan tbs (trap brarrier system) dan ltbs (lines trap barrier system) serta pemanfaatan burung hantu (tyto alba). tbs (trap brarrier system) merupakan salah satu teknologi pengendalian opt tikus yang dipadukan dengan bubu perangkap tikus. teknologi tbs pertama kali diperkenalkan pada saat program fao bekerjama dengan jepang di balai peramalan jatisari , cikampek . teknik pengendalian tbs adalah teknik pengendalian dengan memanfaatkan perangkap tikus yang diletakkan pada lahan pertanian yang lebih dahulu tanam, mendahului penanaman lahan disekitarnya dengan jarak masa tanam 2 minggu- sebulan sebelumnya, tujuan pemasangan tbs adalah untuk mengundang kehadiran tikus populasi awal di lahan.tbs merupakan pengendalian yang sederhana, bahannya mudah didapat, dan teknis pemasangannya mudah. kelemahan teknis ini apabila dilakukan secara ltbs atau dalam cakupan lahan yang lebih luas maka memrlukan biaya yang cukup banyak. kelompok tani subur makmur, dusun gendeng, desa bangunjiwo, kecamatan kasihan melaksanakan kegiatan pengendalian opt tikus menggunakan teknik tbs pada musim tanam ii mei- agustus 2019. kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari pelatihan tbs yang telah diselenggarakan oleh dinas pertanian, pangan kelautan dan perikanan, kabupaten bantul, sebagai solusi pengendalian opt tikus yang yang menjadi opt utama di kelompok tani subur makmur, dusun gendeng, desa bangunjiwo, kecamatan kasihan. lahan kelompok tani subur makmur seluas 13 ha menjadi bagian dari lahan bulak lor bibis yang dimiliki 9 kelompok tani seluas hampir 200 ha. bulak lor bibis merupakan daerah endemis tikus hampir disepanjang musim tanam dengan pola tanam padi-padi- palawija. selain menggunakan tbs dan bubu perangkap tikus, pengendalian opt tikus juga menggunakan teknik gropyokan, pengumpanan dan pengemposan. hasil tikus yang diperoleh selama satu musim tanam sebanyak 55 ekor, dan belum maksimal karena masih banyak lahan yang terserang tikus. ini bisa dilihat dari hasil ubinan padi tertinggi secara sample sebesar 4,8 kg dan terendah sebesar 3,5 kg. secara hitungan hasil ubinan tertinggi hanya mencapai 7,7 ton/ha gkp artinya masih belum optimal dalam pengendalian opt tikus dengan menggunakan teknik tbs. beberapa kendala yang terjadi adalah sebagai berikut: luasan lahan dengan teknik tbs tidak sebanding dengan lahan yang tercakup lebih dari 13 ha pola pertanaman padi yang tidak bisa serempak, ada yang mendahului lebih dari sebulan dan ada yang terakhir dengan selisih sebulan, karena kendala air. perlunya dilakukan pemasangan tbs kembali dengan mengkondisikan waktu tanam lahan yang akan terpasang tbs dan pemilihan petani yang tepat untuk mengkondisikan lahan tbs. tim bpp kec. kasihan : dian palupi , sp yoeke kusumayanti, sp sugita , amd adi erstanto , spt