Loading...

Ekologi Tumbuh Pada Tanaman Semangka

Ekologi Tumbuh Pada Tanaman Semangka
Pertumbuhan, ketegaran, serta pembuahan tanaman semangka sangat tergantung pada pemenuhan ekologi tumbuh yang sesuai dan optimal. Pemenuhan ini meliputi kebutuhan unsur iklim (cahaya, suhu, air, udara) dan kondisi lahan. Semangka berasal dari Afrika, suatu daerah tropika dengan cahaya matahari penuh, sedangkan suhu udara tinggi dan kering. Iklim yang kering dan panas, sinar matahari dan air yang cukup merupakan kebutuhan tanaman yang utama. Apabila cahaya matahari kurang penuh bersinar, maka tanaman akan berbunga kurang baik, bunganya mudah gugur, dan akhimya pembuahannya pun menjadi kurang baik. Perkecambahan biji akan berlangsung dengan baik pada suhu 25-300 C. Biji akan berkecambah setelah 5-6 hari. Suhu 18-200 C merupakan suhu minimum untuk perkecambahan biji. Suhu udara yang tinggi di atas 200 C (suhu siang antara 25-300 C dan suhu malam antara 12-180 C) merupakan suhu yang paling cocok bagi pertumbuhan karena tanaman akan tumbuh dengan cepat dan kuat. Cabang dan daun tumbuh merimbun, tegap dan sehat. Demikian pula pembungaannya, bunga-bunga akan terbentuk dengan baik dan mekar pada waktunya. Proses penyerbukan dan pembuahan akan berlangsung dengan sempuma. Suhu yang lebih tinggi lagi masih diperlukan bila calon buah sudah terbentuk. Proses pemasakan buah yang baik membutuhkan panas yang berkisar pada suhu 300 C. Suhu total proses pemasakan buah semangka ini berkisar antara 800-1.0000 C. Suhu total adalah total suhu udara setiap hari selama proses pemasakan buah, sejak bunga keluar sampai buah dipetik. Sebagai contoh: apabila suhu udara setiap hari 300 C, sedangkan proses pemasakan buah memerlukan waktu 30 hari, maka suhu totalnya adalah 30 x300 C = 9000C. Apabila suhu udara di sekitar tanaman senantiasa tinggi dan kering, maka air diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kebutuhan air ini mutlak, terutama pada awal pertumbuhan tanaman. Curah hujan yang baik bagi tanaman semangka adalah 40-50 mm/ bulan. Sebaliknya, curah hujan yang berlebihanjustru akan merusak tanaman, Faktor ikiim yang telah disebutkan sangat menentukan keberhasilan pertanaman, pertumbiihan, dan kualitas buah. Jika kelembapan cukup tinggi, tanaman mudah terserang penyakit daun. Produksi maupun kualitas buah yang dihasilkannya pun menjadi rendah. Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok.