Loading...

ELMA - METODE PENYULUHAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

ELMA -  METODE PENYULUHAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
Informasi dan teknologi saat ini selalu berubah dan berkembang secara cepat. Perkembangan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan dan ketrampilan seorang penyuluh dalam menyapaikan materi penyuluhan, sehingga maksud dan tujuan dapat diterima dan diaplikasikan oleh petani guna peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan petani. Dengan demikian maka akan meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Pada saat ini terdapat beberapa permasalahan salah satunya adalah penyuluh kalah pinter dan kalah pengalaman dengan petani. Saat ini banyak penyuluh senior yang sudah memasuki masa purna tugas sehingga digantikan dengan penyuluh-penyuluh baru yang kurang mendapat regenerasi dari para penyuluh senior. Hal ini akan menghambat pada penyampaian inovasi dan kreativitas penyuluh. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan pelatihan secara rutin kepada penyuluh dari Penyuluh yang mempunyai kompetensi pada suatu keahlian. Kerjasama dan koordinasi dengan peneliti dan perguruan tinggi juga menjadi salah satu solusi. Dengan demikian diharapkan penyuluh mengetahui metode penyuluhan yang tepat diterapkan kepada sasaran penyuluhan. Dalam rangka menjembatani permasalah tersebut Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pertemuan Pengembangan Metode Penyuluhan Tahun 2012, bertempat di ruang sidang Sekretariat Bakorluh, Rabu (1/8). Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Ir. Tri Sudaryono, MS Kepala BPTP Jawa Tengah, Dekan Fakultas THP USM Ir. Rohadi Jarot, MP, Dosen Fakultas Pertanian UGM Prof. Sunarru Samsi Hariyadi, M.Si dan Dosen Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW Prof. Sony Heru Priyatno dan selaku moderator adalah Kepala Sekretariat Bakorluh Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM. Dari paparan para narasumber Salah satu Metode yang dapat diterapkan dilapangan adalah metode ELMA (Entrepreneurial Learning Model Aplication), yaitu penyuluhan dengan komponen-komponen penting yang harus dilakukan adalah (1) Perubahan Mindset (merubah fix mindset menjadi growth mindset); perubahan Pengetahuan; Perubahan Sikap; Perubahan Keahlian; Peningkatan kualitas komunikasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode penyuluhan model ELMA adalah menggabungkan 3 (tiga) metode penyuluhan, yaitu : Pendidikan dan pelatihan (training & education); Mencoba langsung (experience); Pendampingan (Mentoring). Menjadi sebuah pertanyaan Bagaimana model ELMA diterapkan yang dapat ditada masa sekarang?. Beberapa cara yang dapat ditempuh dalam penerapan metode ELMA sebagai berikut : ? Di tingkat desa, perlu dibentuk organisasi sederhana ? Tidak perlu membentuk usaha baru secara tersendiri, bisa dibawah organisasi kelompok tani ? Tugasnya adalah menjalankan kegiatan penyuluhan pertanian ? Tim ini bisa bekerjasama dengan pihak lain untuk menjalankan metode penyuluhannya (banyak perusahaan swasta banyak menyelenggaraan metode penyuluhan dalam pengembangan dan pemasaran produknya) ? Lebih diutamakan tokoh local (perlu revolusi semangat terutama pada pemuda-pemuda yang mempunyai semangat, karena memunyai mobilisasi tinggi) ? Bila perlu, tim dan tokoh ini dipersiapkan untuk menjalan kegiatannya ? Tim ini perlu didampingi oleh penyuluh dari luar desa, baik dari penyuluh pemerintah maupun penyuluh swasta ? Tim ini harus diberi insentif yang memadai dari hasil usahanya, jika diperlukan Pertemuan ini diikuti sebanyak 35 orang peserta yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yang terdiri dari Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Pertemuan Pengembangan metode Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan berkembangnya metode penyuluhan di Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan Kemajuan Teknologi. Harapannya metode-metode tersebut dapat diterapkan di lapangan sehingga dapat mempercepat penyampaian informasi dan teknologi kepada sasaran penyuluhan dan mempercepat program "Bali Ndeso Mbagun Deso".*Kontributor Sekretariat Bakorluh_dian