EMBUNG Salah satu alternatif untuk dapat menyediakan air, terutama pada musim kemarau adalah dengan sistem “water harvesting” yaitu menampung kelebihan air pada musim penghujan, untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Tujuan dan manfaat Pembuatan Embung Untuk menyediakan air pengairan tanaman dimusim kemarau Meningkatkan produktifitas lahan, intensitas tanam, dan meningkatkan pendapatan petani dilahan tadah hujan Mencegah/mengurangi luapan air dimusim hujan, menekan resiko banjir Mencegah/mengurangi erosi tanah Memperbesar “Rechange” (pengikisan kembali air tanah) Persyaratan Lokasi Daerah yang menjadi sasaran pembuatan embung adalah daerah yang mempunyai kondisi sebagai berikut: Daerah yang sering kekuranganair Daerah yang mempunyai tipe iklim C dengan 5-6 bulan basah Daerah yang mempunyai tipe iklim D dengan 3-4 bulan basah Daerah yang mempunyai tipe iklim E dengan bulan basah kurang dari tiga bulan Daerah yang tergolong kekurangan air yaituJawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku. Ukuran Embung Embung bisa dibangun secara individu atau kelompok. Untuk daerah tangkapan air seluas 0,5 ha, diperlukan embung dengan ukurang panjang 10 m dan kedalaman 2,5-3 meter. Untuk daerah tangkapan air seluas 15-30 ha, diperlukan embung dengan ukuran panjang 25-50 m, lebar 10-20 m dan kedalaman 2,5-3 m. Pembuatan Embung Penggalian Tanah Cara penggalian tanah adalah sebagai berikut: Tanah digali mulai batas pinggir embung ke tengah Kedalaman gali diusahakan sampai lebih 2,5 meter Keliling tanggul dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah untuk menghindari masuknya kotoran kedalam embung. Saluran diberi jarak permukaan air limpasan dan pembuangan dibuat sedemikian rupa agar embung tidak penuh. Bentuk Embung yang Ideal Pelapisan Tanah Liat Supaya tanggul tidak mudah bobol dilakukan pemadatan secara bertahap dengan cara tanah liat dibasahi dan diolah sampai berbentuk pasta lalu ditempel pada dinding embung setebal 25 cm. Pelapis dinding embung kemudian dipapas sampai mendekati kemiringan 70-80%. Dinding embung pada tanah bertekstur liat atau lempung liat berdebu, tidak perlu dilapisi tanah liat. Pada tanah berpasir, dinding embung perlu dilapisi plastik, tembok atau lapisan kapur dan tanah liat. Pembuatan Embung Sederhana Embung merupakan kolam yang bentuknya mendekati segi empat, untuk penampungan air hujan dan air limpasan. Untuk embung yang sederhana dibuat dengan ukuran panjang 5 m, lebar 2,5 m, kedalaman 1-2 m. Tanah di gali dari pinggir ke tengah Dinding embung dipapas sampai kemiringan 70-80%. Keliling tanggul dibuat lebih tinggi kecuali saluran air limpasan dan pembuangan. Tanah yang sudah digali dipadatkan dengan tanah liat atau tanah debu berliat. Pemeliharaan Embung Embung perlu dipagar untuk menghindari kecelakaan bagi anak anak dan kerusakan tanggul Apabila embung sudah dipenuhi lumpur, maka lumpur tersebut perlu diangkat agar kapasitas embung tidak berkurang Pengangkatan lumpur sebaiknya dilakukan pada puncak musim kemarau Apabila ada kerusakan pada embung, sebaiknya diperbaiki secepatnya Untuk mencegah jebolnya tanggul, usahakan air agar tidak melimpas dipermukaan tanggul, jangan menggembalakan, memandikan ternak diatas tanggul Untuk menekan kehilangan air karena penguapan dapat dilakukan penanaman: Anyang anyang/tanaman penutup seperti kecipir, labu, markisa dan lain lain Pohon penahan angin. Untuk menekan dan menahan angin, disekeliling embung dapat ditanam kacang kacangan, pisang dan makanan ternak. (Amiruddin, SP.,M.Agr) Penulis : Amr diverifikasi : Muh. Syukur, SP. / Kml.