10 tahun bergabung menjadi penyuluh pertanian di BPP Sukalarang menjadi pengalaman berharga bagi Eni, tahun 2017 adalah puncak hasil penantiannya. Impian menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) pun ia raih. Memulai karir menjadi thl tbpp angkatan pertama di tahun 2007 Eni Suliawati, SP mampu menjadi penyuluh thl berprestasi tingkat kabupaten Sukabumi pada tahun 2012. Bukan tanpa sebab, penilaian tersebut didasarkan pada beberapa kriteria yang dimiliki oleh sosok eni. Sebagai agen perubahan, srikandi penyuluh ini mampu mengubah perilaku,sikap dan keterampilan petani di wilayah binaannya. Petani yang awalnya tidak mengenal teknologi jajar legowo di budidaya padi sawah kini telah mengenal dan menerapkan, bahkan kini tanpa disuruh pun petani binaannya telah istiqomah menerapkan inovasi teknologi ini demi peningkatan produksinya. Adanya bantuan LKMA serta perguliran dana PUAP dari tahun 2008 hingga kini mendukung para pengurus Gapoktan Sejahtera untuk menerapkan sistem manajemen yang baik. Berkat kegigihan penyuluh yang selalu mencoba untuk mengubah mental pengurus serta anggota, gapoktan yang bermodal awal 100 juta kini telah mencapai 178 juta. Tentunya ini bukan tanpa usaha, pengelolaan keuangan yang baik mampu menunjukkan bahwa petani pun mampu untuk mengelola usaha secara profesional. Tidak hanya itu, gapoktan sejahtera pun mengembangkan sayap usahanya melalui bermitra dengan Koperasi KPS Gunung Gede. Selain sebagai unit simpan pinjam, koperasi tersebut juga bergerak di dalam budidaya sapi perah dan pengolahan susu pasteurisasi,yoghurt,es yoghurt,milkstik,kefir serta sabun susu. Akhir Agustus 2018, saya di mutasi ke BPP Kebon Pedes. Kebon Pedes memiliki potensi pertanian seperti padi sawah, sayuran dataran rendah, serta peternakan. Meskipun baru seumur jagung tetapi antusias masyarakat terutama petani, Kepala Desa, Camat yang selalu mendukung kegiatan pertanian memudahkan saya sebagai pendatang untuk bersosialisasi. Sebagai generasi millenial, saya mencoba untuk memanfaatkan media sosial untuk sosialisasi terutama pada generasi muda agar memotivasi dan mencintai dunia pertanian”, papar Eni. Walaupun bukan kawasan hortikultura khususnya buah-buahan, kini kelompok tani di Kebon Pedes mulai membudidayakan manggis, rambutan, buah naga. Kami memiliki cita-cita untuk menjadikan Kebon Pedes sebagai wilayah wisata agrowisata”, ucap eni penuh optimis. Eni pun tak berdiri sendiri, dukungan dan motivasi dari koordinator BPP Sukalarang, Diat Sujatman dan koordinator BPP Kebon Pedes, Kusmana,SP.”Mereka adalah panutan dan tauladan saya selain rekan-rekan penyuluh lainnya”, papar eni mengakhiri wawancara.(NL).