Loading...

ESTIMASI PANEN PADI GOGO MENGGUNAKAN UBINAN DI ABUNG SURAKARTA

ESTIMASI PANEN PADI GOGO MENGGUNAKAN UBINAN DI ABUNG SURAKARTA

Ubinan adalah metode pengukuran sampel hasil panen pada luasan kecil tertentu untuk memperkirakan produktivitas per hektar.
Pada padi gogo, ubinan dilakukan di lahan kering atau tegalan untuk memperoleh data hasil yang akurat.


2. Tujuan Ubinan Padi Gogo

  1. Mengetahui perkiraan hasil (ton/ha) sebelum panen keseluruhan.

  2. Menilai efektivitas teknologi budidaya (varietas, pemupukan, pengendalian OPT).

  3. Menjadi dasar perhitungan produktivitas pertanian tingkat kelompok tani, desa, hingga kabupaten.

  4. Menjadi bahan evaluasi dan perencanaan musim tanam berikutnya.


3. Alat dan Bahan

  • Meteran / pita ukur

  • Tali rafia

  • Karung sampel

  • Sabit

  • Timbangan (kg dan gram)

  • Buku catatan / formulir ubinan

  • Label sampel

  • Alat perontok sederhana (opsional)


4. Ukuran Petak Ubinan

Standar ukuran yang umum digunakan:

  • 2.5 m × 2.5 m = 6.25 m²
    atau

  • 5 m × 5 m = 25 m² (lebih akurat untuk padi gogo lahan tidak seragam)

Pilih ukuran sesuai kondisi lahan; semakin heterogen, semakin besar ukuran sampel dianjurkan.


5. Cara Menentukan Lokasi Ubinan

Metode diagonal

  1. Tarik garis bayangan dari sudut lahan ke sudut seberangnya.

  2. Tentukan beberapa titik di sepanjang garis sebagai calon lokasi ubinan.

  3. Pilih titik yang paling mewakili kondisi rata-rata lahan (hindari tepian lahan).

Jumlah ubinan

  • Lahan <1 ha: minimal 2 ubinan

  • Lahan >1 ha: 3–5 ubinan


6. Prosedur Pelaksanaan Ubinan

  1. Tentukan titik ubinan sesuai metode diagonal.

  2. Pasang tali pembatas ukuran petak ubinan.

  3. Panen padi dalam petak ubinan menggunakan sabit.

  4. Kumpulkan hasil panen ke satu tempat.

  5. Rontokkan gabah (manual atau alat sederhana).

  6. Bersihkan gabah dari kotoran kasar.

  7. Timbang hasil gabah basah (GKP).

  8. Ambil sampel 1 kg untuk mengetahui kadar kadar air (jika tersedia moisture tester).

  9. Catat semua hasil ke formulir.


7. Perhitungan Hasil Ubinan

Formula dasar

Jika menggunakan petak 6,25 m²:

Hasil (kg/ha)=Berat gabah (kg)×160\text{Hasil (kg/ha)} = \text{Berat gabah (kg)} \times 160

(Because 1 ha = 10.000 m² → 10.000 / 6,25 = 160)


Jika menggunakan petak 25 m²:

Hasil (kg/ha)=Berat gabah (kg)×400\text{Hasil (kg/ha)} = \text{Berat gabah (kg)} \times 400


Koreksi Kadar Air (opsional)

Untuk menyesuaikan ke standar GKP 14% kadar air:

Berat terkoreksi=(100−KA_aktual)86×Berat aktual\text{Berat terkoreksi} = \frac{(100 - KA\_\text{aktual})}{86} \times \text{Berat aktual}


8. Contoh Perhitungan

Misal:

  • Ukuran ubinan: 2,5 m × 2,5 m (6,25 m²)

  • Gabah basah dari ubinan: 3,2 kg

Maka hasil per hektar:

3,2×160=512 kg/ha3,2 \times 160 = 512\ \text{kg/ha}

Kalau ada 3 titik ubinan, rata-rata diambil untuk hasil final.


9. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Ubinan

  • Varietas padi gogo

  • Pemupukan (NPK, organik)

  • Ketersediaan air (curah hujan, irigasi suplemen)

  • Kerapatan tanaman / populasi

  • Kondisi tanah (pH, bahan organik)

  • Serangan hama/penyakit

  • Gulma dan persaingan nutrisi


10. Tips Agar Ubinan Akurat

  • Pilih titik yang benar-benar representatif dari kondisi lahan.

  • Lakukan panen sesuai batas tali (tidak melebihi dan tidak kurang).

  • Gunakan timbangan yang terkalibrasi.

  • Lakukan ubinan pagi hari agar kadar air lebih stabil.

  • Hindari melakukan ubinan setelah hujan.

 

Ditulis oleh Krisantus Purwadi (PPL Abung Surakarta)