Ubinan adalah metode pengukuran sampel hasil panen pada luasan kecil tertentu untuk memperkirakan produktivitas per hektar.
Pada padi gogo, ubinan dilakukan di lahan kering atau tegalan untuk memperoleh data hasil yang akurat.
Mengetahui perkiraan hasil (ton/ha) sebelum panen keseluruhan.
Menilai efektivitas teknologi budidaya (varietas, pemupukan, pengendalian OPT).
Menjadi dasar perhitungan produktivitas pertanian tingkat kelompok tani, desa, hingga kabupaten.
Menjadi bahan evaluasi dan perencanaan musim tanam berikutnya.
Meteran / pita ukur
Tali rafia
Karung sampel
Sabit
Timbangan (kg dan gram)
Buku catatan / formulir ubinan
Label sampel
Alat perontok sederhana (opsional)
Standar ukuran yang umum digunakan:
2.5 m × 2.5 m = 6.25 m²
atau
5 m × 5 m = 25 m² (lebih akurat untuk padi gogo lahan tidak seragam)
Pilih ukuran sesuai kondisi lahan; semakin heterogen, semakin besar ukuran sampel dianjurkan.
Tarik garis bayangan dari sudut lahan ke sudut seberangnya.
Tentukan beberapa titik di sepanjang garis sebagai calon lokasi ubinan.
Pilih titik yang paling mewakili kondisi rata-rata lahan (hindari tepian lahan).
Lahan <1 ha: minimal 2 ubinan
Lahan >1 ha: 3–5 ubinan
Tentukan titik ubinan sesuai metode diagonal.
Pasang tali pembatas ukuran petak ubinan.
Panen padi dalam petak ubinan menggunakan sabit.
Kumpulkan hasil panen ke satu tempat.
Rontokkan gabah (manual atau alat sederhana).
Bersihkan gabah dari kotoran kasar.
Timbang hasil gabah basah (GKP).
Ambil sampel 1 kg untuk mengetahui kadar kadar air (jika tersedia moisture tester).
Catat semua hasil ke formulir.
Jika menggunakan petak 6,25 m²:
Hasil (kg/ha)=Berat gabah (kg)×160\text{Hasil (kg/ha)} = \text{Berat gabah (kg)} \times 160
(Because 1 ha = 10.000 m² → 10.000 / 6,25 = 160)
Jika menggunakan petak 25 m²:
Hasil (kg/ha)=Berat gabah (kg)×400\text{Hasil (kg/ha)} = \text{Berat gabah (kg)} \times 400
Untuk menyesuaikan ke standar GKP 14% kadar air:
Berat terkoreksi=(100−KA_aktual)86×Berat aktual\text{Berat terkoreksi} = \frac{(100 - KA\_\text{aktual})}{86} \times \text{Berat aktual}
Misal:
Ukuran ubinan: 2,5 m × 2,5 m (6,25 m²)
Gabah basah dari ubinan: 3,2 kg
Maka hasil per hektar:
3,2×160=512 kg/ha3,2 \times 160 = 512\ \text{kg/ha}
Kalau ada 3 titik ubinan, rata-rata diambil untuk hasil final.
Varietas padi gogo
Pemupukan (NPK, organik)
Ketersediaan air (curah hujan, irigasi suplemen)
Kerapatan tanaman / populasi
Kondisi tanah (pH, bahan organik)
Serangan hama/penyakit
Gulma dan persaingan nutrisi
Pilih titik yang benar-benar representatif dari kondisi lahan.
Lakukan panen sesuai batas tali (tidak melebihi dan tidak kurang).
Gunakan timbangan yang terkalibrasi.
Lakukan ubinan pagi hari agar kadar air lebih stabil.
Hindari melakukan ubinan setelah hujan.
Ditulis oleh Krisantus Purwadi (PPL Abung Surakarta)