Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tahun 2016
Pengembangan paradigma sektor pertanian dengan memposisikan sektor pertanian sebagai penggerak transformasi pembangunan yang berimbang dan menyeluruh mencakup transformasi emografi, ekonomi, intersektoral, spasial, institusional dan tata kelola pembangunan merupakan tumpuan ketahanan pangan dan sekaligus menjadi kunci utama keberhasilan dunia pertanian.Sejalan dengan rencana strategis Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada padi, jagung, kedelai, gula dan daging maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian berperan dalam meningkatkan efektifitas program pembangunan pertanian melalui kegiatan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan yang disinergikan melalui Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPTP). Tujuan pengembangan GPPTP diarahkan pada upaya membangun motivasi petani agar menerapkan teknologi yang direkomendasikan dalam meningkatkan produksi pangan strategis nasional. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Satker Pelaksana di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Untuk menyamakan persepsi serta evaluasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian, memperoleh masukan pelaksanaan penyelenggaraan penyuluhan serta memperoleh data Calon Peserta/Calon Lokasi (CPCL) BP3K yang akan difasilitasi tahun 2017 maka Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP melaksanakan Pertemuan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tahun 2016 pada tanggal 26-29 Juli 2016 di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Garden Hotel, Jogjakarta dibuka dan diresmikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan dihadiri oleh Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Pengeluaran serta Petugas Program yang menangani Pemantapan Sistem Penyuluhan dan Pertanian dari 34 Provinsi.Melalui kegiatan Pertemuan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tahun 2016 ini diharapkan dapat mengembangakan kelembagaan penyuluhan pertanian, pengembangan ketenagaan penyuluhan pertanian, pemberdayaan petani, peningkatan mutu penyelenggaraan penyuluhan pertanian dan peningkatan dukungan sarana prasarana pertanian sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. (Nurlaily).