Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pembentukan Anakan Pada Tanaman Padi
Disusun Oleh : Mohamad Sarip Hidayat
Pembentukan anakan merupakan fase kritis dalam menentukan potensi hasil padi, karena jumlah anakan produktif berkorelasi langsung dengan jumlah malai per unit area.
1. Faktor Varietas
Setiap varietas padi memiliki potensi genetik yang berbeda dalam membentuk anakan.
- Kapasitas Genetik : Varietas unggul baru (VUB) umumnya dirakit untuk memiliki kemampuan anakan yang tinggi (20–35 anakan per rumpun) dibandingkan varietas lokal.
- Tipe Tanaman : Varietas dengan postur tegak cenderung lebih efisien dalam menangkap cahaya, yang merangsang hormon sitokinin untuk memicu pertumbuhan tunas samping.
- Umur Tanaman: Varietas berumur pendek (genjah) biasanya mulai membentuk anakan lebih cepat dibandingkan varietas umur dalam.
2. Faktor Jarak Tanam
Jarak tanam mengatur kompetisi antar tanaman untuk mendapatkan sumber daya.
- Kompetisi Cahaya & Nutrisi : Jarak tanam yang terlalu rapat meningkatkan kompetisi cahaya (naungan) dan nutrisi, yang menghambat pembentukan anakan. Sebaliknya, jarak tanam lebar memberikan ruang bagi penetrasi cahaya ke pangkal batang.
- Sistem Jajar Legowo : Penelitian menunjukkan sistem Jajar Legowo (misal 2:1 atau 4:1) meningkatkan jumlah anakan karena adanya "efek tanaman pinggir", di mana tanaman mendapatkan intensitas cahaya matahari dan sirkulasi udara yang lebih baik.
3. Faktor Waktu Tanam
Waktu tanam berkaitan erat dengan ketersediaan unsur iklim, terutama radiasi matahari dan suhu.
- Intensitas Cahaya : Penanaman yang tepat saat intensitas radiasi matahari tinggi pada fase vegetatif akan memaksimalkan fotosintesis untuk pembentukan anakan.
- Ketersediaan Air : Waktu tanam yang menjamin ketersediaan air (terutama di lahan tadah hujan) sangat krusial. Kekeringan pada fase awal akan menghentikan pembentukan tunas baru secara permanen.
- Suhu: Suhu tanah dan udara yang optimal (sekitar 25°C–30°C) mendukung pembelahan sel yang cepat di meristem basal.
4. Faktor Pupuk dan Pemupukan
Nutrisi adalah bahan baku utama dalam proses percabangan tanaman.
- Unsur Nitrogen (N) : Merupakan faktor utama pendorong pembentukan anakan. Pemberian N yang cukup pada awal pertumbuhan (umur 7–14 HST) sangat menentukan jumlah anakan maksimal.
- Unsur Fosfor (P) : Berperan penting dalam perkembangan akar. Akar yang kuat dan luas memungkinkan tanaman menyerap lebih banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tunas samping.
- Waktu Pemupukan : Pemupukan yang terlambat (saat tanaman sudah masuk fase primordia) tidak akan menambah jumlah anakan, melainkan hanya meningkatkan ukuran bulir.
Catatan Penting : Manajemen air juga berperan; pengairan berselang (intermittent irrigation) terbukti dapat merangsang pertumbuhan akar lebih dalam dan memicu munculnya lebih banyak anakan produktif dibandingkan penggenangan terus-menerus.