Loading...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA KELOMPOK PETANI/PEKEBUN (TANAMAN SEMUSIM)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA KELOMPOK PETANI/PEKEBUN  (TANAMAN SEMUSIM)
Pembinaan pada para petani/pekebun khususnya petani/pekebun tanaman semusim, dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh para penyuluh/petugas pendamping, petugas teknis lapangan provinsi dan kabupaten. Khusus untuk komoditas tebu dan kapas dibantu oleh tenaga kontrak pendamping (TKP) dan petugas lapangan tenaga kontrak pendamping (PL-TKP) yang berada di lokasi pengembangan tebu dan kapas. Dalam melakukan pembinaan, para penyuluh/pendamping melakukan melalui pendekatan kelompoktani, sehingga yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola dinamika kelompoktani tersebut agar petani/pekebun dapat melakukan kegiatannya dengan semangat sehingga meningkat produksi dan produktivitasnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kelompoktani Ada delapan faktor yang mempengaruhi dinamika kelompoktani yaitu: tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas, pembinaan, kekompakan kelompok, suasana kelompok, tekanan dalam kelompok dan efetifitas kelompok. 1. Tujuan kelompok Tujuan kelompok petani/pekebun tanaman semusim, merupakan gambaran tentang sesuatu hasil yang ingin dicapai oleh kelompoktani tersebut yaitu meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahterannya. 2. Struktur kelompok Struktur kelompok adalah cara kelompok untuk mengatur diri guna mencapai tujuan. Ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam pembinaan kelompoktani yaitu: a) Struktur kekuasaan atau pengambilan keputusan dimana pengambilan keputusan harus sesuai dengan keinginan seluruh anggota kelompok; b) struktur tugas atau pembagian pekerjaan, dimana dalam kelompok harus ada pembagian tugas sehingga semua anggota merasa terlibat dalam kegiatan kelompok; c) struktur komunikasi atau aliran komunikasi harus dibangun agar terjalin dinamika kelompok yang baik; dan d) kelompoktani sebagai sarana untuk berinteraksi antara pengurus dengan anggota ataupun sarana interaksi dengan kelompok lain. 3. Fungsi tugas Fungsi tugas adalah segala kegiatan yang harus dilakukan kelompok untuk mencapai tujuan. Ada empat fungsi tugas yaitu: a) fungsi memberi informasi dimaksudkan agar terjadinya kelancaran arus informasi, semakin lancar arus informasi maka dinamika kelompok akan semakin baik; b) fungsi menyelenggarakan koordinasi, bila koordinasi berjalan dengan baik maka dinamika kelompok menjadi baik dan kuat; c) fungsi menghasilkan inisiatif, yaitu bila kelompok makin sering mengajak anggota ikut berpartisipasi dalam kegiatan kelompok maka dinamika kelompok makin baik; dan d) fungsi menjelaskan sesuatu pada anggota, yaitu bahwa semakin sering kelompok menjelaskan pada anggota maka semakin baik dan transparan. 4. Pembinaan Pembinaan kelompok dimaksudkan sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan kelompok dengan mengembangkan: 1) partisipasi dan fasilitasi anggota; 2) adanya kontrol sosial; dan 3) adanya kesempatan menerima anggota baru. 5. Kekompakan kelompok Kekompakan kelompok merupakan rasa ketertarikan yang kuat antara anggota. Makin kompaknya anggota tentunya akan meningkatkan potensi dan rasa memilki kelompoktani. 6. Suasana kelompok Suasana kelompok adalah rasa hangat dan setia kawan, rasa takut dan saling mencurigai dan sikap saling menerima. Kelompok yang baik bila anggota kelompok memiliki rasa saling menghargai dan penuh rasa persahabatan. 7. Tekanan dalam kelompok Tekanan kelompok adalah sesuatu yang menimbulkan tegangan pada kelompok. Tegangan diperlukan untuk menumbuhkan dorongan demi keberlangsungan kelompok. Kelompok dapat memberi tekanan pada anggota dengan menetapkan nilai-nilai tertentu yang dipergunakan sebagai pegangan bagi seluruh anggota kelompok. Anggota yang melanggar nilai-nilai tersebut akan mendapat sangsi atau akan ditolak oleh anggota lainnya. Fungsi tekanan kelompok dapat membantu kelompok dalam pencapaian tujuan, mempertahankan pendapat serta hubungan dengan lingkungan sosial kelompok. 8 Efekifitas kelompok Efektifitas kelompok dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: a) produktivitas yang diukur dalam keberhasilan dalam mencapai tujuan kelompok; b) moral yang dapat dilihat dari semangat dan sikap anggota; dan c) kepuasan anggota yang dapat dilihat dari keberhasilam anggota dalam mencapai tujuan pribadi masing-masing anggota. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Umum Pemberdayaan Petani Tanaman Semusim, Direktorat Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian 2011; 2) Buku I Kelompoktani Sebagai Kelas Belajar, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian, 2012; 3) Berbagai sumber Sumber gambar: Dokumentasi Badan Ketahanan dan Penyuluhan Provinsi DI Yogyakarta.