1. Faktor bawaan (kemurnian varietas) 2. Faktor fisiologi dan fisik a) Tingkat kematangan untuk pertumbuhan optimal - Kemampuan berkecambah/bertunas dan pertumbuhan tunas pada 2 minggu pertama optimal bila bahan makanan cadangan di dalam stek optimal. - Batang bagian pucuk (muda) dan bagian pangkal tidak baik untuk bibit (stek) sebab: ? Stek dari batang muda atau batang bagian pucuk kadar airnya tinggi, sedangkan bahan makanan cadangan sebaliknya dan pada kondisi kering pertumbuhan tunas tertekan akibat dehidrasi. ? Stek dari batang muda kadar lignin rendah, sehingga lebih peka terhadap hama/penyakit. ? Stek dari batang tua atau batang bagian pangkal kadar lignin tinggi, sedangkan bahan makanan cadangan sebaliknya. - Stek dari batang bagian tengah dari pertanaman/pembibitan umur 7-14 bulan kadar air, jaringan berlignin dan bahan makanan cadangan proporsional, sehingga merupakan sumber benih bermutu tinggi. b) Kerusakan mekanis pada: - Stek bagian mata tunas menyebabkan stek tidak dapat berkecambah - Stek bagian kulit menyebabkan stek peka terhadap hama/penyakit c) Penurunan vigor akibat penyimpanan (bahan makanan cadangan menurun) d) Terinfeksi patogen terutama hama penggerek dan pengisap batang, cendawan, bakteri dan virus e) Ukuran stek (jumlah makanan cadangan sejalan dengan volume stek) f) Komposisi kimia (dipengaruhi oleh tingkat kesuburan lahan dan pengelolaan tanaman selama pembibitan). 3. Faktor lingkungan, antara lain: - Suhu dalam penyimpanan dan transportasi - Keseragaman benih/bibit - Kelembaban ruang penyimpanan - Cara, waktu, dan proses transportasi Sumber : - Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Teknologi Produksi Benih Ubikayu dan Ubijalar, Tahun 2000, Bogor.