Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi ukuran biji kopi, diantaranya adalah jenis kopi dan faktor -faktor eksternal seperti tinggi tempat (elevasi),kondisi tanah, kondisi iklim, serta beberapa perlakukan budidaya tertentu, terutama sistem pemangkasan dan skema pemupukan. Pengaruh Jenis Kopi. Secara komersial kita mengenal 3 macam jenis kopi yaitu kopi Arabika dan Liberika. Diantara ketiga jenis kopi tersebut di atas, yang paling besar ukuran bijinya adalah kopi Robusta, disusul kopi Arabika dan yang terkecil adalah Liberika. Disamping dipengaruhi oleh jenis kopi, ukuran biji kopi juga dipengaruhi oleh varietas ataupun klon dari jenis kopi tersebut. Sebagai contoh, diantara varietas Arabika yaitu varietas BLP, S 288 dan S 795, varietas S 795 mempunyai ukuran biji paling besar, sedangkan diantara ketiga klon Robusta seperti SA 237, BP 358 dan BP 42, klon BP 42 memiliki ukuran biji paling besar. Pengaruh Elevasi. Elevasi berpengaruh terhadap ukuran biji kopi. Ukuran biji kopi dari tanaman yang berada di daerah tinggi rata-rata adalah lebih besar daripada yang berasal dari daerah rendah. Sebagai contoh klon BP 234 yang di daerah rendah ( di bawah 400 m dpl) mempunyai ukuran biji lebih kecil bila dibandingkan dengan yang ditanam di daerah tinggi. Pengaruh Sistem Pemangkasan. Dalam budidaya kopi di Indonesia dikenal 2 macam system pemangkasan, yaitu system pemangkasan berbatang tunggal (single-stem system) dan sistem pemangkasan berbatang berbatang ganda ( Multiple-stem system). Di perkebunan besar (plantations) sistem pemangkasan yang lazim dipergunakan adalah sistem berbatang tunggal, sedangkan di perkebunan kopi rakyat pada umumnya dipergunakan sistem berbatang ganda. Sistem berbatang tunggal: Tanaman kopi yang dipangkas menurut sistem berbatang tunggal akan menghasilkan cabang-cabang yang lebih besar dan lebih kuat, walaupun jumlahnya hanya sedikit. Buah kopi yang terdapat dan tumbuh pada cabang-cabang tersebut mempunyai ukuran lebih besar dibandingkan dengan kopi yang tumbuh pada cabang-cabang yang kecil, demikian pula ukuran bijinya . Sistem berbatang ganda: Tanaman kopi yang dipangkas menurut sistem berbatang ganda akan menghasilkan lebih banyak cabang, tetapi ukurannya lebih kecil dan kurang kuat. Buah kopi yang terdapat dan tumbuh pada cabang-cabang tersebut mempunyai ukuran yang lebih kecil, demikian pula ukuran bijinya. Pengaruh kondisi tanah dan iklim. Pada kondisi tanah yang kurang subur, atau pemupukannya tidak cukup, akan menghasilkan kopi yang ukuran bijinya lebih kecil. Apabila dilakukan pemupukan yang lebih intensif maka ukuran biji tersebut pada umumnya akan menjadi lebih besar. Demikian pula pada daerah yang sering mengalami kekeringan, akan dihasilkan buah dan biji berukuran kecil-kecil. Apabila dibantu dengan irigasi dan pemupukan yang intensif, maka ukuran biji tersebut dapat ditingkatkan. Ukuran biji kopi rakyat. Bila dibandingkan dengan perkebunan besar, ukuran biji kopi dari perkebunan rakyat pada umumnya adalah lebih kecil, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain bahan tanaman yang tidak terpilih, pemupukan yang tidak cukup, serta sistem pemangkasan yang digunakan yaitu sistem pemangkasan berbatang ganda, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam standar mutu kopi pengolahan kering (DP), yang merupakan cara pengolahan hampir semua kopi rakyat, ukuran biji kopi tersebut hanya dibedakan dalam 2 kategori, yaitu biji kecil dan biji besar, yang kriteria ukurannya lebih kecil daripada kopi pengolahan basah (WP). Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber: Sumber: Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya &Pengolahan Kopi di Indonesia Oleh Ir.Mudrig Yahmadi. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Jatim. Edisi Revisi. 2007.