Farmer Field Day sebagai salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani. Kegiatan Farmer Field Day dilaksanakan di Lung Baro Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya, pada hari Senin Tanggal 3 Desember 2018 di Lokasi Demontrasi FFD Budidaya Padi Varietas Inpari 42 Label Ungu, dengan topik utama adalah tentang Penanaman Tanam Padi Legowo Super 2 : 1Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Suka Makmue (Amiruddin, A. Md), Koramil Suka Makmue (Sutrisno) Kejrun Nagan (Banta Umar), Keujrun Chik, para Keujrun Blang, PHP dan Pengurus serta Anggota Kelompok Tani Dalam Kabupaten Nagan Raya. Selain itu Juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya (T. Kamaruddin, SP, M.Si) sekaligus membuka Acara Farmer Field Day. Pada kesempatan yang sama sekaligus menjadi Narasumbernya. Selain itu yang menjadi Narasumber adalah Kabid Penyuluhan dan Pengembangan Kelembagaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya (Ir. Tabrani) dan Marjuna Usman, SP (KJF Penyuluh Pertanian) Distannak Kabupaten Nagan Raya. Dalam Acara tersebut peserta sangat bersemangat mengikuti acara dan melihat langsung keadaan perkebangan tanaman padi sistem tanam legowo super 2:1 untuk dapat diterapkan di lokasi masing-masing dan dalam arahan kabid penyuluhan mengharapkan agar semua yang dilihat, didengar untuk disampaikan kepada petani ditempat tinggal masing-masing. Nara Sumber pertama (T. Kamaruddin, SP., M.Si) menjelaskan tentang pandangan umum program kegiatan pertanian. Dilanjutakan dengan Nara Sumber kedua (Ir. Tabrani) Menjelaskan tentang Seleksi Benih dan manfaat Penanaman Legowo 2 :1 . Pemateri Terakhir (Marjuna Usman, SP menceritakan keseluruhan perjalanan kegiatan Demfarm sehingga beginilah keadaan pertumbuhan tanaman Padi Inpari 42 Label Ungu yang hasil nya bila dapat dijaga dengan baik kemurniannya, maka masih bisa dijadikan benih untuk penanaman selanjutnya. Rincian waktu pelaksanaan untuk pelaksanaan demfarm ini adalah berpedoman pada rekomendasi BPTP Aceh dengan tahapan perlaksnaan sebagaiberikut :Tahapan yang akan dilaksanakan sejak pengolahan tanah sampai dengan panen adalah dengan tahapan sebagai berikut :(1)Pengolahan I (- 20 Hst), dengan bajak singkal. (2)Biodekomposer (M dec) (-20 hst), 2-4 Kg dilarutkan 400 ltr/Ha. Tempat Persemaian (-17Hst) 30 M2/5 kg benih, pupuk NPK 20 grm/m. (3)Pupuk Hayati (Agrimeth) (-3 jam Hst), 500 gram/25 kg benih, campur ditempat teduh sebaiknya dilakukan disore hari. (4)Persemaian (-15 Hst), tabur jarang kondisikan tunas krang dari 1 cm. (5)Pupuk dipersemaian (-5 Hst), bila diperlukan berikan Urea 20 gram/m. (6)Pengolahan tanah II (-5 Hst),dengan rotari. (7)Pemupukan Dasar (-1 Hst), 300 kg NPK + 50 Kg SP-36. (8)Penanaman dengan 2-3 Batang perlubang, kondisi lahan macak-macak. (9)Pemupukan susulan I (7-10 Hst), Urea 1/3 (80 kg/ha). (10)Penggunaan ZPT (7-10 Hst), lakukan 1 hari setelah pemupakan. (11)Pengendalian H/P (15 Hst), dengan Bioprotektor 55 cc/ltr. (12)Pengaturan air (15-55 Hst), pertahankan ketinggianair kurang dari 5 cm apabila jumlah anakan kurang dari 10 batang/rumpun. (13)Pengukuran warna daun (25-30 Hst), lakukan sebelum memupuk. (14)Pemupukan susulan ke II (25-30 Hst), Urea 1/3 (80 kg) sesuai dengan bacaan BWD. (15)Penyiangan I (25-30 Hst) Lakukan 1 hari setelah pemupukan gunakan gasrok. (16)Penggunaan ZPT (25-30) Lakukan 2 hari setelah pemupukan. (17) Pengendalian h/p (30 Hst) Bioprotektor 5 cc/ltr. (18) Pengukuran Warna Daun (40-45 Hst) Lakukan 1 hari sebelum memupuk. (19)Pemupukan susulan III (40-45 Hst) Urea 1/3 (80 kg) sesuai bacaan BWD. (20)Penyiangan II (40-45 Hst), Bila diperlukan lakukan 1 hari setelah pemupukan, gunakan gasrok. (21)Pengendalian H/P (45 Hst) Bioprotektor 5 cc/l. (22)Penggunaan ZPT (55-60 Hst),gunakan ZPT fase generatif. (23)Monitoring H/p (Selalu setiap minggu), lakukan pengawasan perkembangan H/P agar segera dapat ditanggulangi. (24)Pengeringan Lahan (94 Hst), keringkan lahan agar pemasakan serentak dan sempurna. (25)Panen (104 Hst) diperkirakan 90-95 % gabah matang. Penulis : Marjuna Usman, SP (PP Muda pada KJF Kab. Nagan Raya)