Kamis, 04 Mei 2023 bertempat di Desa Masingai II Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, melalui kegiatan Farmers Field Day (FFD) atau biasa disebut hari temu lapang petani Sekolah Lapang Gerakan Tani Pro Organik (SL Genta Organik). Kegiatan tersebut bertempat Hamparan Sawah Bilulang Kelompok Tani Rukun tani Sentosa Desa Masingai II Kecamatan Upau. Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Ir. H. Kusmaryono (Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan) beserta pejabat lingkup Dinas tersebut), H. Zulfan Noor (Staff Ahli Bupati Tabalong Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan), H. Fahrur Raji, S.Pi, M.AP (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong) beserta jajarannya, dan Budiono, SP, MP (Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan) sera SMK-PP Banjarbaru. Kegiatan diawali dengan mengunjungi lokasi Laboratorium Lapang Padi sawah sekaligus simbolis panen bersama Hotim, SP, MP selaku Koordinator BPP Kembang Kuning kegiatan tersebut ditemani Maryadi selaku Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Sentosa menjelaskan secara detail mengenai aplikasi bahan organik apa saja yang sudah diterapkan pada kegiatan SL Genta Organik serta manfaat dan keuntungan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dibandingkan sistem tanam lainnya seperti tegel dan sistem tanam jajar legowo lainnya (4: 1, dan seterusnya) . Kegiatan tersebut disaksikan oleh para petani dan tamu undangan yang berhadir, sebelum menuju tempat pertemuan terlebih dahulu dilakukan simbolis panen padi yang dilakukan oleh tamu undangan tersebut diatas dan ditemani oleh para Penyuluh Pertanian dan perwakilan para Petani yang berhadir. Acara dilanjutkan kepondok pertemuan Kelompok Tani Rukun Tani Sentosa dengan agenda sambutan, diskusi/tanya jawab serta ungkapan kesan dan pesan dari perwakilan petani selama mengikuti kegiatan Sekolah Lapang. Farmer Field Day merupakan forum pertemuan petani, peneliti dan penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan umpan balik dari petani, mengenai bahan pupuk organik berikut manfaat dan keunggulannya serta diaplikasikan guna mendukung penuh pelaksanaan Genta Organik. Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian yang pro organik meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah dan pestida nabati. Gerakan ini juga sekaligus mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah maupun secara mandiri. Hotim, SP, MP selaku Koordinator BPP Kembang Kuning terlebih dahulu berkesempatan menyampaikan paparan SL Genta Organik. Dalam pemaparannya hal yang penting dilakukan oleh para petani selain menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo ialah pemupukan secara berimbang. Dengan adanya pemupukan berimbang maka efisiensi dan efektivitas dalam pemupukan dapat diterapkan. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk kedalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Penyampaian sambutan pertama disampaikan oleh Staff Ahli Bupati Tabalong Bidang Ekonomi dan pembangunan memberikan ulasan kembali FFD Kaji Terap yang telah dilakukan, dimana pentingnya penerapan bahan organic untuk mengurangi pemanasan global. Selain tetap selalu mengingatkan posisi Kabupaten Tabalong sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang nantinya sebagai penyangga.. Dalam sambutan berikutnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong mengapresiasi kegiatan FFD ini, dimana kegiatan tersebut merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam kemandirian membuat pupuk organic/bahan organic yang dapat membuat lingkungan menjadi lestari yang tujuan akhirnya berusahatani yang berwawasan lingkunga (better environment). Diakhir sambutan beliau juga mendorong kepada para insan pertanian agar kedepan menerapkan pertanian terpadu, dimana tidak hanya satu subsektor atau monokultur akan tetapi bisa berkombinasi atau berkolaborasi antar subsektor. Tujuannya agar apabila harga satu komoditi berfluktuatif komoditi lainnya bisa membantu. Selanjutnya Kepala Bidang Penyuluhan DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, dalam penyampaiannya beliau juga sangat mengapresiasi tuan rumah dimana produktivitas padi melalui hasil ubinan sudah sangat melewati target atau diatas potensi hasil yang mana varietas Inpari 32 potensinya hanya 6 ton/ha GKP sedangkan hasil SL genta Organik melalui ubinan bisa memperoleh hasil 10,60 ton/ha GKP. Beliau berharap semoga teknologi Genta Organik bisa ditularkan kepada petani lain, sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Diakhir sambutan beliau berpesan : Jadilah petani yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Penulis : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian Urusan Programa BPP Kembang Kuning)