Loading...

Fermentasi Jerami Untuk Pakan Ternak Oleh Kelompok Tani Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi

Fermentasi Jerami Untuk Pakan Ternak Oleh Kelompok Tani Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi
Sebagai Daerah Lumbung Beras Jawa Timur, Kabupaten Ngawi memliki luas lahan yang sangat luas, Hasil samping dari padi adalah Jerami. Oleh Anggota Kelompok tani desa Pacing Jerami di olah sebagai pakan ternak sapi mereka. Jerami merupakan bagian dari batang tumbuhan tanpa akar yang tertinggal setelah dipanen butir buahnya. Jika jerami padi langsung diberikan kepada ternak tanpa mengalami suatu proses pengolahan, maka jerami padi ini akan tergolong sebagai makanan ternak yang berkualitas rendah. Jerami padi memiliki kandungan zat gizi yang minim, kandungan protein yang sedikit, dan daya cernanya rendah. Meskipun demikian teknik fermentasi, amoniasi dan tetes dapat merubah jerami menjadi makanan ternak yang potensial dan berkualitas karena dapat meningkatkan daya cerna dan kandungan proteinnya Sedangkan fermentasi adalah segala macam proses metabolic dengan bantuan enzim dari bantuan mikroba (jasad renik) untuk melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisa, dan reaksi kimia lainnya sehingga terjadi perubahan kimia pada suatu substrat organic dengan menghasilkan produk tertentu. Jerami padi merupakan limbah tanaman pangan yang sangat potensial. jerami padi merupakan limbah pertanian dari sisa tanaman padi yang telah dipanen hasilnya yaitu, berupa batang, daun yang masih hijau atau yang sudah menguning. Nilai manfaat jerami padi sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan dengan dua cara, yaitu dengan mengoptimalkan lingkungan saluran pencernaan atau dengan meningkatkan nilai nutrisi jerami. Optimasi saluran pencernaan terutama rumen, dapat dilakukan dengan pemberian bahan pakan suplemen yang mampu memicu pertumbuhan mikroba rumen pencerna serat seperti bahan pakan sumber protein. Jerami merupakan salah satu bahan pakan yang berasal dari sisa-sisa tanaman jenis padi dan leguminosa. Jerami yang dapat digunakan sebagai bahan pakan antara lain jerami padi, jerami jagung, jerami kacang tanah, jerami kedelai, dan jerami kacang panjang. Untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami, khususnya jerami padi perlu dilakukan pengolahan dengan difermentasi menggunakan bantuan probiotik (Primabion, Probion, Starbio, dsb), atau dengan menambahkan tetes tebu atau dapat juga dengan menambahkan bahan kimia, antara lain Urea. Bahan-bahan tersebut diperlukan untuk pemacu proses degradasi/penguraian komponen serat dalam jerami sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak. Jerami Padi Terfermentasi dengan Penambahan Urea dan Probiotik Proses fermentasi dapat dilakukan pada tempat terlindung dari hujan maupun sinar matahari langsung. Proses pembuatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap fermentative dan tahap pengeringan serta penyimpanan. Tahap pertama (tahap fermentative) Jerami padi yang baru dipanen dari sawah dikumpulkan ditempat yang telah disediakan. Bahan yang digunakan dalam fermentasi adalah: Jerami sebanyak ± 1 ton. Urea 4 kg. Probiototik sebanyak4 kg. Air secukupnya. Cara pembuatan: Jerami disusun berlapis-lapis, setiap lapisan setebal 20-30 cm. Siramkan campuran urea, probiotik dan air pada setiap lapisan. Lapisan disusun hingga setinggi ± 1,5 m. Setelah ditutup, biarkan selama 21 hari. Penanganan jerami telah fermentasi: Setelah 21 hari, tumpukan jerami fermentasi dibongkar. Jerami terfermentasi diangin-anginkan atau dijemur/dikeringkan. Jerami terfermentasi kering dapat disimpan selama 1 tahun. Tahap kedua (pengeringan dan penyimpanan) Tumpukan jerami padi yang telah terfermentasi tersebut dianginkan sehingga cukup kering, selanjutnya disimpan di tempat yang terlindung. Jerami padi terfermentasi setelah kering angin, dapat diberikan kepada ternak sebagai pakan pengganti rumput segar. Dengan cara demikian pemanfaatan hijauan pakan ternak dalam bentuk jerami padi akan dapat dilakukan sepanjang tahun dan lebih efisien dalam pemanfaatan waktu dan tenaga kerja. Jerami Padi Terfermentasi dengan Penambahan Tetes Tebu Jerami padi ± 100 kg, dipotong-potong, masukkan kedalam kantong/karung plastik. Sediakan larutan (tetes tebu dicampur air, perbandingan 1 : 10 ). Tetes tebu yang dibutuhkan 1,5 kg dilarutkan dalam air sebanyak 15 liter untuk setiap 100 kg jerami padi. Tambahkan 1 sendok makan Super Phospat dan 25 gram Amonium Sulfat ke dalam larutan tetes. Siramkan campuran larutan tersebut ke dalam karung / plastik berisi jerami, kemudian dipres/ditekan kuat-kuat; selanjutnya kantong diikat kuat dan rapat. Proses fermentasi berlangsung selama 3-4 hari. Jerami terfermentasi siap diberikan pada ternak. Penulis : Widyo Cahyono, SP. Penyuluh BPP Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi