FERMENTASI SEDERHANA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HASIL KAKAO
Cukuh Balak merupakan daerah perbukitan. Dan komoditas perkebunan menjadi dominasi tanaman tumbuh utamanya. Selain kopi kecil, tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) menjadi tanaman budidaya utama. Sekitar hampir 5.000 Ha luas perkebunan kakao di daerah ini yang tersebar di 20 pekon atau desa. Produksi kakao masih berkisar 700 kg - 1000 kg per ha. Hasil atau produksi kakao berupa biji kering masih di bawah standar. Para petani belum menerapkan sistem fermentasi buah. Buah kakao hasil petik langsung dijemur dan setelah kering langsung dijual.Para petani kakao belum menerapkan sistem fermentasi buah kakao karena dinilai ribet dan memakan waktu lama. Dari hasil telaah, penyaduran dan pencarian bahan ditemukan teknik fermentasi buah kakao sederhana dengan menggunakan keranjang bambu, daun pisang dan karung goni bekas.Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen atau udara). Dari hasil fermentasi buah (biji) kakao akan didapat kelebihan sebagai berikut:Pengeringan lebih cepatMutu biji kering lebih baikHarga biji lebih mahalTidak mudah berjamurCalon aroma kakao munculLebih disukai pabrik/konsumenHingga saat ini banyak kendala kenapa petani belum mau melalakukan proses fermentasi kakaonya sebelum dikeringkan, kenapa?Nilai tambah harga jual yg belum sesuai dg biaya tambahanKhusus fermentasi blm banyakFermentasi dianggap ribet & mahalTerlalu lama untuk mendapatkan uang tunaiBelum banyak lembaga yg benar2 mendampingi petani secara langsung, berkesinambungan dan konsisten Pada kesempatan ini kami coba berbagi pengalaman, mudah2 menjadi salah satu solusi dari persepsi petani bahwa Fermentasi itu Mahal ini jadi jawabannya.Ada cara fermentasi yg cukup sederhana, sudah sering saya praktekkan di lapangan dan hasilnya tidak terlalu berbeda jauh dari fermentasi yang ideal nenggunakan kotak kayu.Bahan yang disiapkan ?? - Keranjang bambu 2 buah - Daun pisang secukupnya - Karung goni bekas 1 lembarProses Fermentasi ??Siapkan keranjang dan beri alas daun pisang ( pastikan daun nantinya bisa juga menutupi biji kakao yg difermentasi).Pisahkan biji yg terkena penyakit, buah busuk dan lainnya karena bisa menular.Masukkan biji kakao basah dalam yg sudah ada alas daun pisangUpayakan tinggi tumpukan biji di keranjang lebih dr 2 jengkal tangan / > dari 40cm.Daun pisang upayakan menutupi semua tumpukan bijiTerakhir tutupi keranjang dg karung goni bekas.Keranjang jgn sampai kena hujanProses Pembalikan ??Setelah 2 hari ( 48 jam)Siapkan keranjang ke 2 dan beri alas daun pisang sesuai dg cara keranjang pertamaPindahkan biji dari keranjang pertama ke keranjang ke-2 secara bertahap sambil biji diratakan.Kondisikan biji yg tadinya di keranjang pertama berada diatas, saat dipindahkan jadi berada dibawah (nemindahkan sekaligus membalik)Setelah semua biji pindah ke keranjang ke-2, tutupkan kembali dg daun pisang dan karung goninya.Tunggu hingga hari ke-5 (120 jam), biji siap dijemur. Kalo biji belum terfermentasi secara penuh jgn galau. Karena selama proses pengeringan awal dg sinar matahari, proses fermentasi msh tetap berlangsung.Demikian cara sederhana ini semoga sahabat petani yg mau belajar melakukan fermentasi biji kakaonya. Untuk mendapatkan kualitas hasil yang lebih baik!Disajikan oleh Roni Sepriyono, SP(Dari berbagai Sumber)