Loading...

FFD

FFD

BPP BANYURESMI GELAR KEGIATAN FFD

SLTEMATIK PADI KEC. BANYURESMI TAHUN 2025

 

 

Kegiatan SL Tematik di Kecamatan Banyuresmi diharapkan dapat meningkatkan motivasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan fungsinya sebagai pendamping dan pembimbing petani, serta menjamin kesinambungan pembinaan penyuluh kepada petani dalam melaksanakan kegiatan yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan produksi, produktivitas dalam upaya akseleresai swasembada pangan,serta dapat meningkatkan  pendapatan petani. Sebagai kegiatan akhir DAKNF pada tanggal 8 Desember 2025 dilaksanakan FFD SL Tematik Padi Kecamatan Banyuresmi, bertempat di Klp Tani Berkah Tani (Pesantren Nurul Ihsan Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut). FFD adalah adalah pertemuan untuk berbagi informasi dan teknologi pertanian.

              Kegiatan ini dihadiri 100 peserta, terdiri dari Camat, Kapolsek, Danramil, kades sukasenang Babinsa 10 desa, babinkamtibmas sukasenang, Ka TU Wilayah VI, Korluh Banyuresmi, PPL Banyuresmi, Penyuluh Kabupaten, KTNA, Gapoktan, perwakilan UD, perwakilan dari pupuk kujang, perwakilan kelompok tani dari 10 Desa yang ikut kursus tani yaitu Desa Binakarya, Desa Sukamukti, Desa Karyamukti, Desa Bagendit, Desa Banyuresmi, Desa Pamekarsari, Desa Sukasenang, Desa Cimareme, Desa Cipicung dan Desa Sukaratu, dan perwakilan kelompok tani di luar peserta kursus tani.

Tujuan kegiatan FFD diantaranya :

a.  Edukasi dan pemberdayaan (demplot 2 ha)

b.  Tukar-menukar informasi (berbagi pengalaman)

c.   Peningkatan produktivitas (pemupukan berimbang, penggunaan pupuk organik)

d.  Pertanian berkelanjutan (menjaga kesuburan tanah)

e.  Pengembangan komunitas (motivasi petani untuk mandiri & maju)

f.    Mengatasi masalah pertanian (Gerdal penggerek batang & tikus)

 

 

 

Kegiatan FFD diawali dengan pembukaan oleh Korluh Banyuresmi sebagai MC, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ka TU Wilayah VI, KJF Kabupaten, Sekdes Sukasenang, Danramil, dan Kapolsek. Berikutnya penyampaian laporan hasil kegiatan SL dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi LL di blok genjer seluas 2 ha yang terbagi menjadi 8 petak : Petak 1 seluas 0,5 Ha, Petak 2 seluas 0,17 Ha, Petak 3 seluas 0,06 Ha, Petak 4 seluas 0,14 Ha, Petak 5 seluas 0,29 Ha, Petak 6 seluas 0,3 Ha, Petak 7 seluas 0,25 Ha dan Petak 8 seluas 0,29 Ha.

Adapun 5 perlakuan penerapan teknologi yang dibandingkan, yaitu :

1.     Varietas mawar/ ciherang

Petak 1 : tabela, legowo 4, varietas mawar

Petak 2 : tabela, legowo 4, varietas ciherang

2.     Umur benih muda/tua

Petak 3 : tegel, non sub, benih muda

Petak 8 : tegel, non sub, benih tua

3.     Pupuk subsidi/ non subsidi

Petak 4 : legowo 4, organik granul, pupuk subsidi

Petak 5 : legowo 4, organik granul, pupuk non subsidi

4.     Organik granul/ non organik granul

      Petak 5 : legowo 4, pupuk non subsidi, organik granul

      Petak 7 : legowo 4, pupuk non subsidi, non organik granul

5.     Legowo 2/ 4

      Petak 5 : organik granul, pupuk non subsidi, legowo 4

      Petak 8 : organik granul, pupuk non subsidi, legowo 2

Karena beberapa petak mengalami serangan hama tikus terutama petak 7 maka sekaligus dilaksanakan gerdal hama tikus menggunakan emposan dengan belerang, Berdasarkan hasil evaluasi pemantauan existing padi di lahan demplot, serta pengambilan sampel untuk penghitungan jumlah anakan per rumpun, jumlah malai per anakan, dan jumlah bulir per malai, diperoleh petak 2 dan 5 yang bagus. Dari 5 perlakuan yang dibandingkan ternyata yang unggul adalah perlakuan dengan penggunaan benih padi ciherang, juga penggunaan pupuk non subsidi. Untuk kemudian hasil dari evaluasi tersebut dapat disampaikan informasi nya ke anggota kelompok lain, agar bisa mempraktekan penerapan teknologi pertanian sesuai hasil FFD dimaksud agar tercapai peningkatan produktivitas padi yang akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya. Kegiatan FFD ditutup dengan acara foto bersama dan pembagian dorprize dari beberapa sponsor PUD yang ada di Kecamatan Banyuresmi dan dari Pupuk Kujang.