Ubinan padi adalah metode untuk memperkirakan hasil panen padi per hektar secara akurat melalui pengambilan sampel di lahan sawah yang sudah siap panen, dengan cara mengukur area sampel (biasanya 2,5 x 2,5 meter), memanen, menimbang, lalu mengkonversi hasil timbangan tersebut menjadi perkiraan tonase per hektar, memberikan informasi produktivitas penting bagi petani dan pemerintah.
Ubinan pada demplot sekolah lapang Tematik (DAK Non Fisik) di laksanakan di Blok Cibagogog Kampung Sukadana Desa Cigagade Kecamatan BL. Limbangan, termasuk pada kelompok tani sugih mukti II yang di ketuai oleh Enjang Efendi. Lahan yang digunakan seluas 2 Ha dengan pemilik anggota yang terdaftar di poktan sugih mukti II. Kegiatan tersebut di laksanakan pada hari senin tanggal 08 Desember 2025. Metode Ubinan yang dilakukan yaitu Ukuran petak sampel yang digunakan 2,5m x 2,5m. Varietas padi yang di gunakan Sarinah dengan masa panen 110 HST, teknologi yang di terapkan jajar legowo 2 dan pemupukan berimbang.
Adapun data yang di peroleh dari hasil ubinan perpetak sampel yaitu :
1. Plot I
Hasil ubinan ; 6,5 kg
GKP = 6,5 kg X 1600 = 10.400 kg/Ha
Lossis sebanyak 20% = 10.400 kg X 20% = 8.320 kg/Ha
2. Plot II
Hasil Ubinan : 6,8 kg
GKP = 6,8 X 1600 = 10.880 kg/Ha
Lossis sebanyak 20% = 10.880 kg X 20% = 8.704 kg/Ha
Hasil ubinan yaitu 8.320 kg/Ha + 8.704 kg/Ha = 17.024 kg/Ha
Jadi rata-rata hasil ubinan yaitu 8.512 kg/Ha
Dari hasil ubinan tersebut di peroleh produktivitas 8,5 ton /Ha. Dari hasil tersebut lebih tinggi dari produktivitas di daerah sekitarnya yang hanya mencapai 6,5 ton/Ha. Dengan teknologi yang di terapkan di harapkan petani mau mengadopsi teknologi yang di terapkan dalam demplot sekolah lapang temataik (DAK Non Fisik ) Tersebut.
Sumber : Iip Ipar ( Koordinator BPP Limbangan)
Penulis : Ela Nurlaela, SP