Kegiatan Field Day atau Hari Temu Lapang dilaksanakan di lokasi penanaman jagung kelompok tani Mukti Jaya, Jorong Kamang Makmur, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung pada hari Rabu, 06 Juni 2012. Acara tersebut dihadiri oleh Kabid pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat beserta rombongan, Kasubid pada Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung beserta rombongan, Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sijunjung beserta rombongan, PP Supervisor UPTB-BPK Kamang Baru, PPL wilayah binaan Kamang II dan PPL wilayah binaan Kamang III, dan pengurus kelompok tani Mukti Jaya serta warga masyarakat setempat dengan jumlah yang hadir seluruhnya sekitar 100 orang. Pada saat yang bersamaan hadir pula Tim Penilai Lomba Intensifikasi Tanaman Jagung Tingkat Provinsi Sumatera Barat, dimana kelompok tani Mukti Jaya adalah kelompok tani Berprestasi (Teladan) Intensifikasi Tanaman Jagung Tingkat Kabupaten Sijunjung Tahun 2012 yang secara otomatis berhak mengikuti lomba pada tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kelompok tani Mukti Jaya yang diketuai oleh Sumartono sebenarnya merupakan kelompok yang baru berdiri pada tanggal 05 Agustus 2011 dengan jumlah anggota sebanyak 24 orang, memiliki lahan pertanian seluas 40 ha yang ditanami dengan tanaman jagung. Lahan jagung yang dikelola oleh anggota kelompok Mukti Jaya menghasilkan jagung sebanyak 200 ton pada musim tanam November 2011 s/d Januari 2012 dengan varietas Pioner. Kemudian pada bulan Februari 2012 kelompok tani Mukti Jaya bermitra atau bekerjasama dengan PT. Agro Prima Mandiri untuk menanam jagung varietas Bima yang menghasilkan benih hybrid seluas 15 ha dan jagung komposit seluas 30 ha. Pada acara Field Day tersebut dilakukan pula panen jagung pada lahan ubinan 5 m x 5 m. Pada panen tersebut dihasilkan berat tongkol jagung sebanyak 17 kg dan setelah dipipil beratnya menjadi 11 kg. Dari data tersebut berarti dalam 1 ha dihasilkan berat tongkol jagung sebanyak 6,8 ton atau 4,4 ton/ha jagung pipilan. Adapun jarak tanam yang digunakan yaitu 50 cm x 20 cm. Pada acara tersebut, masing-masing instansi yang hadir banyak memberikan pengarahan dan bimbingan kepada kelompok tani agar terus selalu aktif dalam kegiatan kelompok dan selalu berkoordinasi maupun berkonsultasi dengan pihak yang terkait untuk memecahkan masalah yang menjadi kendala dalam kegiatan pertanian. Diharapkan dengan adanya kegiatan temu lapang ini, masyarakat tani dapat mengetahui secara langsung hasil produksi jagung yang selama ini mereka budidayakan sekaligus bertemu langsung dengan para pakar pertanian dari instansi terkait untuk saling bertukar fikiran. (M. Iwan Kurniawan, SP - PP Kab. Sijunjung)