DELTA KAYAN FOOD ESTATE Kalimantan Timur provinsi terluas kedua setelah Provinsi Papua, dengan luas wilayahnya kurang lebih 245.237,80 km2, luasnya 1,5 kali luasnya Pulau Jawa dan Madura atau 11 % dari total luas wilayah Republik Indonesia. Terletak pada koordinat 113o 44™™ - 119o 00™ BT,4o 24™ LU dan 2o 25, LS. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Negara tetangga Negara Bagian Barat Sabah dan Serawak Malaysia Timur. Wilayah Kalimantan Timur terbagi 10 Kabupaten dan 4 Kota dengan ibukotanya Samarinda. Kalimantan Timur sumber daya alam yang melimpah pertambangannya, pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan kelautan bahkan Kalimantan Timur mempunyai potensi tempat wisata baik itu wisata alam maupun wisata budaya. Berkaitan dengan upaya pelestarian dan swasembada pangan , peningkatan lapangan pekerja dan pendapatan masyarakat pedesaan serta peningkatan agribisnis dan wilayuah (reklamsi), melalui pengembangan food estate area dalam mencari solusi masalah ketahanan pangan yang merupakan issu global pada saat ini, maka Provinsi Kalimantan Timur yang sebagian besar wilayahnya adalah lahan rawa (575.437 hektar) dengan struktur geologi dan bentuk lahan (land form) tersusun atas alluvial sendimen liat lempung berupa dataran banjirsungai, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lahan menjadi pertanian dan lahan tambak. Lahan rawa di Kalimantan Timur tersebart di beberapa Kabupaten. Kabupatenm Bulungan luas lahan rawanya 137.700 hektar yang sangat potensi untuk dikembangkan berbagai komopdite pangan. Kabupaten Bulungan dengan Delta kayan Food Estate dengan luas areal lebih kurang 50.000 hektar, dimana 10.000 hektar dicanangkan sebgai lahan Transmigrasi, yaitu Transmigrasi Tanjung Buka yang terdiri dari : Satuan Pemukiman (SP) SP-1, SP-2, SP-3, SP- 4, SP- 5, SP- 6, SP- 7, SP- 8. Program pengembangan Delta Kayan ini bekerja sama dengan beberapa sektor pemerintah maupun sektor swasta untuk menanaman modal/ investasinya. Perusahaan swastanya antara lain PT. NAM (Nusa Agro Mandiri) atau Solaria dan Miwon (perusahaan asing) dan BUMN PT. Sang Hyang Sri (SHS). Tujuan utama dari pengembangan pembangunan pertanian adalah penyediaan akan pangan secara nasional maupun global kedepan. Karena areal yang potensi untuk lahan- lahan pertanian seperti Pulau Jawa sudah semakin menyusut yang dulunya merupakan penyangga pangan secara Nasional bahkan pada tahun 1986 Indonesia sudah swasembada beras pada saat itu. Namun sekarang ini lahan yang subur di Pulau Jawa sudah banyak yang beralih fungsi, sehingga pengembangan pembangunan pertanian diarahkan keluar pulau Jawa terutama diluar pulau Sumatera dan dan Sulawesi yang jumlah penduduk belum berapa padat dan lahan yang potensi penyediaan lahan pertanian untuk sementara ini adalah Kalimantan. Kalimantan lahan potensi dan belum terbuka adalah tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur yang masih sangat potensi untuk pertanian terutama untuk pengembangan akan penyediaan lahan untuk penyediaan usaha tanaman pangan, daerahnya juga masih kondusif/ aman sehingga mulai dilirik untuk investor terutama yang mau mengelola usaha untuk penyediaan akan tanaman pangan sehingga Kalimantan Timur akan menjadi lumbung pangan Nasional. Ada beberapa hal yang yang selama ini menjadi perhatian khalayak maupun pihak investor Kalimantar Timur merupakan sumberdaya alam yang sangat melimpah terutama bahan tambang dan hasil hutan juga perikanannya, namun semua itu sumber energy yang tidak dapat diperbaharui kalau itu dibiarkan terus Kalimantan Timur akan devisit energy alam. Sehingga pemerintah daerah dan pusat mulai mengembangkan usaha pertanian dengan nama kegiatannya Food estate yang letaknya di delta Sungai Kayan yang wilayahnya sangat subur. Karena delta sungai Kayan merupakan pasang surut subur dari bahan endapan atau sendimen dari hasil luapan sungai Kayan. Pengembangan Food Estate Delta Sungai Kayan merupakan Pengembangan pertanian dengan mempertahatikan kelestarian alamnya. Terutama sekali pinggiran Sungai Kayan tidak boleh dibuka sehingga tidak akan terjadi abrasi atau pengikisan.(Heru Setyoko - penyuluh kab. Bulungan)