Bengkalis – Selasa (25/02/2025), Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis jabarkan target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, dan beasiswa perkebunan sawit melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, di Forum Perangkat Daerah atau FPD guna membahas Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) tahun 2026, di ruang rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkalis. Forum Perangkat Daerah dipimpin oleh: Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, yang pimpin FPD, dihadiri Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bengkalis, Suparjo, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Penyuluh Pertanian serta Perwakilan Apkasindo, Aliansi Petani, Koperasi2, Kepala2 UPT, KTNA dan Kelompok Tani. Menurut Kepala Dinas Perkebunan, Mohammad Azmir, rancangan awal ini sangat berkaitan erat dengan target-target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. "Di antara target utama, yakni meningkatkan akuntabilitas kinerja perangkat daerah, sebagai bagian dari Program Unggulan pertama Kabupaten Bengkalis, yaitu mendukung ketahanan pangan dan program swasembada pangan," ujar Azmir. Dinas Perkebunan, kata Azmir, berkontribusi meningkatkan pendapatan pekebun melalui peningkatan produksi, produktivitas, dan harga. Selain itu, jelasnya, untuk mendukung Program Unggulan kedua Kabupaten Bengkalis, Dinas Perkebunan menyediakan beasiswa untuk perkebunan sawit melalui dana BPDPKS. "Rencana program dan kegiatan Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan modal dasar transformasi demi kesejahteraan masyarakat yang berdaya saing melalui inovasi dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," bebernya. Tenaga Ahli Bupati, sekaligus Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bengkalis, Suparjo menerangkan, Renja yang disusun Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) sudah mengacu pada RPJMD, dan sepenuhnya mendukung program prioritas kepala daerah terkait ketahanan pangan. "Jika dalam perencanaan kita belum bisa membuat skala prioritas, kita perlu menentukan mana yang harus didahulukan. Paling utama, program yang dilaksanakan harus berkesinambungan, jangan terputus. Dengan demikian, seluruh program yang kita buat dapat terukur. Jangan sampai kita tidak memiliki target yang jelas dan tidak ada rencana pelaksanaan yang terstruktur," sebutnya.