Loading...

Gapoktan Karya Makmur Lestari Andalkan Sapi dan Kacang Tanah

Gapoktan Karya Makmur Lestari Andalkan Sapi dan Kacang Tanah
Salah satu KTNA Karangasem yang sudah aktif mengembangkan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) adalah Gapoktan Karya Makmur Lestari, Batudawa, Tulamben, Kubu, yang mengembangkan sedikitnya 115 ekor Sapi milik sendiri dan 20 ekor melalui kandang koloni serta pengembang agrobisnis mengantarpulaukan 5.000 ton kacang tanah ke Jawa dengan harga Rp 3.800 polong basah perkilogram. Pengembangan kacang tanah di areal seluas 500 hektar di kawasan itu dilakukan warga dengan tergabung dalam Gapoktan Karya Makmur Lestari. Kacang tanah yang dikembangkan menjadi komoditi andalan dan digemari oleh konsumen karena rasanya khas dan bersih. Tak hanya berbisnis di bidang sapi dan kacang tanah Gapoktan juga mengembangkan pemasaran hasil tangkapan ikan dari para nelayan seperti ikan tongkol maupun tuna baik ke pasar tradisional maupun antardaerah seperti Singaraja dan Kusamba dengan kapasitas sekali kirim hingga puluhan ton,'' ungkapnya. Pertama kali kelompok memperoleh bantuan dari Program PUAP (Program Usaha Agrobisnis Pertanian), Rp 376.000.000 dari Gubernur Bali untuk pengembangan program Simantri yakni pengembangan sapi dan pakannya diintegrasikan dengan pengolahan kotoran melalui teknologi tepat guna menjadi pupuk organik yang digunakan kembali memupuk tanaman pertanian. yang menjadi masalah utama pengembangan pertanian arti luas saat ini bagi geografis semacam di Kubu khususnya Batudawa Tulamben adalah kesulitan air tetapi dengan semangat dan perjuangan yang keras Gapoktan Subak Karya Makmur Lestari saat ini sudah berhasil memupuk Kas dari keuntungan hasil usaha sekitar Rp 109.000.000.