Budidaya Mangga (Mangifera indica L) merupakan komoditas yang sangat populer dimata masyarakat Indonesia. Disamping itu mangga Indonesia memiliki peluang untuk mengisi pasar internasional, karena mangga Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri, khususnya mangga Arumanis 143 dan mangga Gedong Gincu.Mangga Varietas Gedong Gincu merupakan varietas Mangga yang cukup menjanjikan untuk pasar modern maupun pasar internasional. Sebab, warna kulit buahnya yang berwarna kuning jingga dan kemerahan dan rasanya manis keasaman dengan aroma yang harum.Provinsi Jawa Barat merupakan sentra poduksi Mangga terbesar setelah Jawa Timur dengan sentra utama di Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Indramayu. “Kawasan/Belt Mangga ini merupakan kawasan laboratorium/percontohan,”Pangsa pasar utama mangga adalah negara- negara di Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa Barat. Di samping kawasan tersebut sebetulnya masih banyak negara yang berpotensi bisa dijadikan sasaran ekspor mangga. Misalnya, China, Jepang, Eropa dan Australia.Namun Dimyati mengakui, karena ketatnya persyaratan impor dari negara tujuan tersebut produk Mangga Indonesia belum mampu menempus pasar negara tersebut. Salah satu kendala yang sering menjadi penghambat masuknya produk Mangga Indonesia ke mancanegara adalah adanya serangan lalat buah (Fruit Fly). Akibat hama itu buah Mangga produksi Indonesia dianggap bermutu rendah karena mengalami kerusakan/busuk.Karena itu untuk mengeliminir sekecil mungkin kerusakan karena serangan lalat buah, menurut Dimyati, diperlukan bantuan peralatan Vapor Heat Treatmen (VHT). Direktorat Jenderal Hortikultura telah merintis kerjasama dengan pemerintah Jepang melalui Indonesia Japan Economic Partnership for Agreement (IJEPA). “Melalui program kerjasama ini direncanakan Pemerintah Jepang memberikan bantuan peralatan VHT untuk mengantisipasi serangan lalat buah,”“Menggropyok” Lalat Buah dengan Penyedap MasakanKalau Anda membeli buah atau sayur-buah (tomat, cabe, tering, dan lainnya) yang tampak mulus dari luar, tetapi busuk dan terdapat belatung di dalam, berarti terserang lalat buah. Hama ini paling luas penyebarannya, banyak tanaman inangnya, dan hampir sepanjang tahun menyerang, karena dapat berpindah dari satu inang ke inang lainnya sehingga cukup sulit dikendalikan. Kearifan seorang Sutomo, warga Surabaya, memberi kita cara yang praktis, yaitu dengan menggoyang-goyang tanaman lapes atau selasih, yang jamaknya untuk penyedap rasa.Caranya, dimulai dengan menanam selasih dalam polibag. Bila telah bercabang lima, selasih dalam pot itu siap digoyang-goyang. Selasih dalam pot itu diletakkan berkelompok di luar kebun. Tiap kelompok terdiri dari 2-3 pot, dengan jarak antar kelompok sekitar 500 m. Penggoyangan dilakukan setiap hari, pada pukul 05.30-07.30 dan 15.00-17.00 selama kurang lebih setengah menit. Setelah itu kita biarkan kurang lebih selama 10 menit. Beberapa saat kemudian lalat buah akan berdatangan dan hinggap di atasnya. Sekarang, kita dapat menangkapnya dengan mudah menggunakan jaring, dan mematikannya secara mekanis.Penyuluh BPTP Jatim, Nugroho Pangarso, melaporkan, cara gropyokan itu cukup efektif, hampir menyamai teknik perangkap yang menggunakan bahan atraktan yang cukup mahal harganya.Selasih dikenal sebagai penghasil zat atraktan atau penarik serangga. Dengan cara biasa, kita masih harus menyulingnya, lalu menggunakannya untuk memerangkap lalat buah.SOP Pemangkasan Bentuk Tanaman ManggaA. PengertianMerupakan rangkaian kegiatan memangkas cabang/ ranting tanaman dalam rangka pembentukan kanopi. Kanopi tanaman terbentuk dengan pola 1-3-9-27, yakni 1 batang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder dan 27 cabang tersier. B. Tujuan : Untuk membentuk kerangka dasar tanaman agar mendukung tanaman mempunyai produktivitas tinggi. C. Bahan dan Alat1. Gunting pangkas.2. Gergaji pangkas.3. Meni/oli bekas.4. Kuas halus.5. Tangga. D. Fungsi : 1. Gunting pangkas digunakan untuk memotong tunas, ranting dan cabang kecil.2. Gergaji pangkas digunakan untuk memotong cabang besar.3. Meni atau oli bekas digunakan sebagai pelapis/penutup luka bekas pangkasan.4. Kuas halus digunakan untuk mengoleskan meni atau oli bekas pada batang yang telah dipangkas.5. Tangga digunakan untuk mencapai bagian tanaman yang tidak bisa dijangkau oleh tangan untuk dilakukan pemangkasan. E. Prosedur Pelaksanaan: 1. Pangkas benih mangga mengikuti pola 1-3-9-27 2. Lakukan pangkas bentuk I sejak tanaman masih muda (benih setinggi 80-100 cm).3. Pelihara 3 cabang primer yang membentuk sudut seimbang (120º) antar yang berbeda. Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas sampai ± 1 cm dari pangkal cabang.4. Dari cabang primer tersebut masing-masing dipelihara 3 cabang sekunder, demikian seterusnya sampai terbentuk percabangan yang kompak dan kanopi pohon diarahkan membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun merata.5. Ulangi pemangkasan batang utama jika tunas yang tumbuh pada bidang pangkasan hanya 1 atau 2 cabang saja.6. Lakukan pemangkasan berikutnya jika cabang yang dipelihara telah mencapai 1 meter atau 3-6 bulan setelah pemangkasan pertama, seperti syarat dan tata cara pemangkasan pertama.7. Catat semua kegiatan pemangkasan pada kartu kendali pemangkasan agar diketahui kapan pemangkasan berikutnya.Sumber : PT. Natural Nusantara (NASA) Penyunting : 1. Hj. Tarminah,SP. (PP BPP Bangodua) 2. Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten)