Loading...

Geliat Emas Hijau di Lereng Menoreh

Geliat Emas Hijau di Lereng Menoreh
Panili atau vanili atau vanilla adalah tanaman sejenis polong-polongan yang memiliki aroma yang harum dan manis. Tumbuhan yang memiliki nama latin Vanilla planifolia sering disebut dengan emas hijau karena harganya yang fantastis. Sempat terpuruk beberapa dekade, kini si emas hijau mulai perlahan bangkit lagi mengulang masa keemasannya. Saat ini vanili basah harganya berkisar Rp 300.000 s.d. Rp 500.000 per kilogram. Sementara vanili kering mencapai Rp 4.000.000 s.d. Rp 6.000.000 per kilogramnya. Terbukti di Kecamatan Kokap, banyak petani yang mulai berbondong-bondong membudidayakan tanaman vanili ini. Membudidayakan panili tidaklah terlalu sulit. Panili dapat hidup di iklim tropis dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun, dan suhu udara optimal 20C-25oC. Selain itu kelembaban udara sekitar 60%-80% dan ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah sebagai media tanam dianjurkan yang gembur, lempung berpasir kerikil, mudah menyerap air, dan pH tanah + 5,7 – 7. Tanaman panili membutuhkan tegakan sebagai tempat menjalar. Tegakan dapat dibuat dari pohon hidup atau bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Jika anda tertarik menanam vanili, berikut adalah cara budidaya vanili 1. Lahan Tanam Usahakan lahan ataupun tempat penanaman memiliki pencahayaan cukup namun tidak terlalu panas. Pastikan apabila ingin menanam vanili di pekarangan rumah, perhatikan kelembaban serta tekstur tanahnya. Tanah yang baik bagi pertumbuhan vanili adalah tanah yang agak lembab dengan tekstur yang gembur. Gunakanlah pupuk kandang ataupun kompos agar ramah lingkungan dan tidak mengubah tekstur tanah. Jika tempat dirasa terlalu panas, anda bisa menanam beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi agar udara di sekitar jadi lebih sejuk. 2. Bibit Vanili Bibit vanili sebaiknya berupa stek karena kalau dari biji membutuhkan waktu yang lama. Berikut adalah langkah dalam memilih bibit vanili yang berkualitas : Perhatikan stek tidak cacat ataupun rusak sedikitpun. Pastikan juga bahwa stek yang anda pilih adalah stek yang berkualitas serta layak tanam, dengan ciri bahwa stek vanili memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 cm. Stek yang diambil dari pohonnya secara langsung haruslah batang yang tua dengan ukuran induk pohon yang sudah mencapai ketinggian kurang lebih sekitar 2 hingga 3 meter atau lebih. 3. Penanaman Vanili Buat guludan dan saluran-saluran air pembuangan, agar tanaman tidak tergenang air saat musim hujan. Setelah itu buatlah lubang tanam pada guludan, usahakan ukuran lubang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanamlah bibit vanili pada lubang dan timbun lubang dengan tanah serta padatkanlah sedikit agar bibit dapat berdiri kokoh. Setelah itu tancapkanlah kayu ataupun tiang penyangga dekat dengan bibit stek dan ikatlah dengan tali rafia dan bila perlu bimbinglah cabang pada vanili dalam pertumbuhanya agar dapat tumbuh merambat secara horizontal. Untuk budidaya vanili dalam pot sebagai berikut : Siapkan pot berukuran agak besar karena tanaman vanili dapat mencapai tinggi lebih dari 4m. Isilah pot dengan tanah yang dicampur pupuk kompos ataupun pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Lalu buatlah lubang tanam dengan ukuran cukup, yaitu tidak terlalu besar ataupun kecil. Lalu tanam bibit stek pada lubang tanam dan tutupi dengan tanah campuran pupuk dan sekam, jangan lupa untuk memadatkan tanah serta menancapkan penyangga seperti kayu ataupun besi. 4. Penyiraman Penyiraman merupakan langkah penting dalam merawat tanaman vanili, tanaman vanili harus disiram secara rutin agar memiliki buah yang berkualitas, berikut adalah cara menyiram vanili dengan benar : Perhatikanlah terlebih dahulu kondisi tanah pada lahan tanam ataupun pot. Penyiraman dilakukan sesuai tingkat kekeringan tanah. Usahakan tanah tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu basah. Normalnya penyiraman vanili sebanyak 2 kali sehari dan sesuaikan dengan kekeringan tanah. 5. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman vanili meliputi penyiangan, pemberian mulsa, perbaikan guludan, dan pemangkasan. Penyiangan dilakukan sebulan sekali, dan pada musim kemarau tidak diperlukan penyiangan Sebaiknya penyiangan di sekitar perakaran tanaman, dilakukan dengan tangan. Tanaman vanili tidak tahan kekeringan sehingga diperlukan mulsa/bahan organik lain. Untuk mengatasi bahaya genangan air, perlu dibuat parit-parit kecil untuk pengaliran air di sekitar tanaman vanili. Lakukan pula pemangkasan tanaman vanili, pemangkasan ini meliputi : Pemangkasan bentuk Potonglah 15 cm bagian ujung tanaman vanili yang dilengkungkan dan sisakan tiga cabang yang baik untuk dipelihara. Pemangkasan produksi Tanaman vanili pada umumnya mulai berbunga pada umur 24-36 bulan setelah tanam, namun keluarnya bunga ini perlu dirangsang terlebih dahulu dengan cara pemangkasan. Potonglah 2-3 ruas pucuk tanaman menjelang musim berbunga (2-4 bulan sebelumnya) dan lakukan juga pemotongan pucuk setelah berbunga untuk menyempurnakan pembuahan. Pemangkasan peremajaan Dilakukan segera setelah tanaman selesai dipanen, yaitu dengan memotong cabang-cabang yang telah selesai berbuah untuk merangsang keluarnya tunas baru. Dengan demikian tanaman menjadi remaja dan berpotensi kembali. 6. Pemupukan Tanaman vanili sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memberikan pupuk kandang sapi atau kambing sebanyak 5-10 kg/pohon pada awal dan akhir musim penghujan. Apabila tidak dibudidayakan secara organik, pemupukan dapat ditambah dengan pupuk an oragnik berupa pupuk daun maupun pupuk yang diberikan melalui tanah. Pupuk daun diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Selama musim penghujan pupuk diberikan pada pagi hari dan sore hari pada saat udara cerah. Dosis pupuk daun yang diberikan 8-10 g/liter air tergantung kondisi tanaman. Pemupukan melalui tanah diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan disebar secara merata di daerah perakaran vanili kemudian ditutup dengan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman berumur kurang dari dua tahun adalah 20-40 g urea, 35-70 g TSP dan 40-80 g KCl per tahun. Untuk tanaman berumur lebih dari dua tahun adalah 40-80 g urea, 70-140 g TSP, dan 80-160 g KCl per tahun. 7. Pemanenan Anda dapat memanen vanili setelah tanaman berumur kurang lebih 2 hingga 3 tahun setelah masa tanam dan setelah itu, panen dapat dilakukan selama setahun sekali dengan waktu panen 2 hingga 3 bulan penuh. Buah vanili yang siap panen memiliki buah berwarna hijau dengan pucuk yang berwarna kuning. Penulis : Yeri Dwihastuti A.W Referensi : https://www.kampustani.com/cara-menanam-vanili-agar-cepat-berbuah/