[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa persoalan pupuk yang selalu dihadapi petani kini sudah ditangani karena pemerintah dibawah pimpinan Presiden Jokowi telah menambah anggaran sebesar 14 triliun. Kini, tugas petani adalah terus mempercepat produksi dalam mewujudkan swasembada. "Untuk masalah pupuk alhamdulillah baru 2 bulan saya jadi menteri sudah selesai. Saya sampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberi bantuan 14 triliun. Insyaallah ke depan pupuk tidak ada masalah," ujar Mentan. Mentan mengatakan, peningkatan produksi wajib dilakukan agar ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada kebijakan impor yang merugikan jutaan nasib petani Indonesia. Sebaliknya, dia berharap Indonesia mampu mencapai swasembada yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. "Yang pasti kita jangan pernah mempersulit petani, itu sama saja dengan menginginkan impor dan itu memperkaya petani negara lain. Saya katakan kalau kita ingin kokoh negara ini harus berbuat banyak terhadap petani. Ingat petani adalah pahlawan pangan kita kalau mereka tidak bekerja kita akan kesulitan,". jelas Mentan. Senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 08, Selasa (08/03/2024) yang bertemakan Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian Tahun 2024. Pada arahannya Kepala BPPSDMP mengatakan Solusi untuk menghadapi permasalahan krisis pangan adalah kita mesti genjot produktivitas padi dan jagung. Targetnya di tahun ini adalah mengurangi import. Solusi selanjutnya yaitu dengan program pompanisasi untuk meningkatkan LTT. Air yang mengalir di sungai harus dimanfaatkan dengan benar. Setiap jengkal tanah wajib hukumnya untuk ditanam. Optimalisasi juga lahan rawa yang ada. 10 jt ha berpotensi menjadi lahan sawah yang produktif ada yang untuk ekstensifikasi dan intensifikasi”. jelas Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa yang menjadi masalah terkait turunnya produksi padi dan jagung adalah pupuk. Alokasi pupuk harus ditambah. Petani tidak boleh dipersulit untuk menebus pupuk. Menebus pupuk harus dipermudah karena petani memiliki tugas yang sangat mulia. Narasumber MSPP, Okta Prastowo perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana, Kementan mengatakan kegiatan PSP mendukung UPSUS peningkatan produksi padi diantaranya kegiatan SID dan konstruksi optimasi lahan masing-masing seluas 400.000 Ha yang diharapkan dapat berkontribusi sebesar 333.700 ton beras atau 30,21% dari target tambahan produksi beras, bantuan alsintan pra panen sub sektor TP (Traktor Roda 4 sebanyak 200 unit, traktor roda 2 sebanyak 1.500 unit, hand sprayer 30.000 unit) mendukung optimasi lahan rawa dan asuransi Pertanian sebesar 248.000 Ha yang dapat dialokasikan untuk lahan rawa dan non rawa. Kegiatan Optimasi Lahan Rawa yaitu SID (IPL/Penyedia Jasa): sebagai survey kondisi eksisting lokasi dan penelaahan dan analisa data hasil survei untuk proses desain dan Kontruksi (IPL/Penyedia Jasa), Penyiapan Lahan (Padat Karya-Poktan/Gapoktan): Penyiapan dan pengolahan lahan konversi tanah dan air di lahan pertanian”. jelas Okta. Okta menambahkan spesifikasi kegiatan irigasi perpompaan diantaranya pompa submersible/sentrifugal, dengan kapasitas pompa disesuaikan dengan sumber air dan luas lahan sawah, konstruksi rumah popma, bak penambung sebagai reservoir untuk mendekatkan jarak dari sumber air ke laham yang akan dialiri, sistem saluran terbuka atau tertutup.hevymay