Palembang, 15 April 2025 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Menurut Mentan, percepatan tanam harus dilakukan secara masif di seluruh Indonesia dengan mengoptimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berada di garda terdepan, serta pengawasan ketat oleh Penanggung Jawab (PJ) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi bertema Gerakan Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan dan Pelaporan LTT di Provinsi Sumatera Selatan” yang diselenggarakan pada 15 April 2025 di Ruang Rapat Dinas Pertanian Provinsi Sumsel. Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendampingi petani, serta meningkatkan efektivitas pelaporan melalui sistem digital. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa data LTT yang dihimpun oleh para penyuluh akan diintegrasikan secara real-time melalui aplikasi e-Pusluh. Ia menegaskan bahwa keakuratan data sangat menentukan kecepatan respon pemerintah dalam menghadapi dinamika di lapangan, terutama saat memasuki musim tanam maupun menghadapi potensi kekeringan. Rapat yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, terdiri dari 70 peserta luring dan 130 peserta daring. Hadir pula Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, perwakilan dari Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten, narasumber dari Pusat Penyuluhan Pertanian, Koordinator Jabatan Fungsional Penyuluh, serta para penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan BRMP Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai motor penggerak produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia menyoroti bahwa penyuluh harus aktif mendorong percepatan tanam sekaligus memastikan data LTT dilaporkan secara tepat waktu. PJ Swasembada Pangan, Suwandi MS dalam arahannya mendorong seluruh Penanggung Jawab dan penyuluh untuk memperkuat koordinasi serta komunikasi intensif di lapangan. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran posko aktif di wilayah kerja penyuluhan sebagai pusat informasi dan dukungan petani. Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Brigjen TNI (Purn) Ade Prasetya, turut menegaskan perlunya gerakan percepatan tanam segera dilakukan, terutama di wilayah yang sudah menyelesaikan panen, guna mengejar peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Sementara itu, Dr. Bustanul Arifin Caya dari Pusat Penyuluhan Pertanian menjelaskan secara rinci mengenai strategi penguatan pelaporan melalui aplikasi e-Pusluh, sekaligus memperkuat gerakan penyuluh dalam mendukung target nasional LTT. Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah dan komitmen seluruh pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam memperkuat peran penyuluh dan memastikan percepatan tanam berjalan sesuai dengan target nasional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendukung tercapainya swasembada yang berkelanjutan.