Loading...

GERAKAN OPERASIONAL PENYULUHAN, KUNCI KEBERHASILAN PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN

GERAKAN OPERASIONAL PENYULUHAN, KUNCI KEBERHASILAN PENCAPAIAN TARGET SWASEMBADA  DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN
Kinerja tahun 2013 menjadi tahun penentu dalam pencapaian 4 (empat) target Utama Pembangunan Pertanian Tahun 2010-2014, karena tercapainya target swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2013 akan berdampak pada kinerja tahun 2014. Penegasan tersebut dikemukakan Menteri Pertanian, Suswono, ketika membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian, di Hotel Royal Safari Garden Bogor, Rabu 12 Mei 2013. Menurut Menteri Suswono, pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada pecapaian produksi, melainkan harus seiring dengan upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi beras dengan target penurunan 1,5 % perkapita, melalui pengembangan pola pangan yang beragam, bergizi dan berimbang serta pengurangan ketergantungan pangan yang berbahan baku impor. "Arah program dan kegiatan yag dilaksanakan selama tahun 2012 sudah berada pada jalur yang benar, namun kita juga tidak bisa mengesampingkan adanya dinamika lapangan yang masih harus diperbaiki ke depan" ujar Menteri Suswono. Sementara itu dari Ke-4 (empat) target Utama Pembangunan Pertanian Tahun 2010-2014 tersebut, peningkatan daya saing produk petanian harus tetap diprioritaskan melalui upaya peningkatan produksi, efisiensi, peningkatan mutu dan keamanan pangan. "Berbagai produk kebijakan perlindungan petani telah dikeluarkan antara lain dengan pembatasan pintu masuk impor, peningkatan persyaratan impor, pengurangan kuota impor dan stabilisasi harga" aku Suswono Berbagai progam pengembangan permodalan juga telah diluncurkan berbagai kerdit program, serta langkah terobosan lainnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani,seperti Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan (PUAP), Pengembangan Agribisnis melalui Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dan Sarjana Membangun Desa (SMD), serta pengembangan pola agribisnis melalui penerapan paket teknologi,seperti Sekolah Lapang Pengelolaan Sumberdaya dan Tanaman Secara Terpadu (SL-PTT) Padi, Jagung dan Kedele, penerapan System of Rice Intensification (SRI) dan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis koporasi (GP3K). Menteri Pertanian Suswono menjelaskan, guna mewujudkan pencapaian 4 (empat) sukses dan program kegiatan pembangunan pertanian tidak terlepas dari dari dukungan dan peran penyuluh. Untuk meningkatkan kinerja, kompetensi dan profesionalisme penyuluh, Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan berbagai Diklat, Sertifikasi Penyuluh dan Pemberian Penghargaan kepada penyuluh PNS, THL-TBPP dan Balai Penyuluhan Kecamatan berprestasi. Pada bagian akhir sambutannya, Menteri Pertanian Suswono menyatakan, kunci keberhasilan terwujudnya pencapaian target swasembada dan swasembada berkelanjutan adalah melalui gerakan operasional penyuluhan tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. Untuk mewujudkan gerakan operasional peyuluhan, telah ditempuh berbagai langkah, seperti peningkatan kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan, Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh di lokasi SLPTT, Pemberdayaan Petani melalui Demfarm serta Pengawalan dan Pendampingan penyuluh pada program Peternakan, Perkebunan, Hortikultura,Diversifikasi Pangan dan Rumah Pangan Lestari. Usai sambutan pengarahan Menteri Pertanian, dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan Ketua Komisi IV DPR RI, Gubernur Jawa Timur dan Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Nasional, serta paparan para narasumber eselon I Lingkup Kementerian Pertanian. Dari hasil dialog interaktif tersebut, pada aspek kelembagaan pemerintah daerah kabupaten/kota diminta untuk terus meningkatkan kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan sebagai posko P2BN serta mendorong terbentuknya Pos Penyuluhan Desa/kelurahan. Sedangkan dari aspek ketenagaan akan didorong terbitnya Peraturan Presiden tentang tunjangan profesi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan. Aspek penyelenggaraan penyuluhan ditekan pada percepatan pross diseminasi informasi dan teknologi, serta peningkatan sarana prasarana dan pembiayaan penyuluhan melalui dana dekonsentrasi maupun Dana Alokasi Khusus. PLH Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan menjelaskan, untuk menindak lanjuti hasil Rapat Kordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan, Kelembagaan Teknis, Kelembagaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tersebut, BP2KP Kabupaten Cilacap akan semakin mempertajam program dan kegiatan yang mengarah kepada 4 (empat) sukses pembangunan pertanian yang ditargetkan pencapaiannya pada tahun 2014, melalui pendekatan peningkatan kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan, Pengawasan dan Pendampingan SLPTT, SRI dan GP3K, Pemberdayaan Petani melalui kegiatan Demfarm, Pengawalan dan Pendampingan penyuluh pada program peternakan, perkebunan, hortikultura, diversifikasi pangan dan Rumah Pangan Lestari serta pengawalan dan pendampingan dalam penyusunan RDK-RDKK.(ap)