Loading...

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS
GERAKAN SERENTAK PENGENDALIAN TIKUS DI DESA PLOBANGAN KECAMATAN SELOMERTO KABUPATEN WONOSOBO Lebih dari 60 orang petani yang tergabung dalam kelompoktani Sido Asri Desa Plobangan dan Kelompoktani Tani Abadi Desa Wulungsari Kecamatan Selomerto bersama perangkat Desa dan para penyuluh pertanian lapangan dari Unit Pelaksana Teknis Penyuluhan Pelayanan Terpadu Pertanian dan Perikanan (UPT PPT PP) Kecamatan Selomerto melakukan gerakan pengendalian hama tikus secara serentak. Gerakan serentak pengendalian hama tikus ini dilaksanakan selama dua hari sejak Senin (21/3/2016) di beberapa blok sawah di Desa Plobangan dan Desa Wulungsari. Gerakan ini dilaksanakan berdasarkan laporan dari para petani yang resah dan mengeluhkan banyaknya hama tikus di lahan pertanaman padi mereka. Dan ditindaklanjuti oleh Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dengan pengecekan secara langsung. Menurut Ir. Cuk Siswanto selaku Kepala UPT PPT PP Kecamatan Selomerto, serangan hama tikus di lahan petani sudah pada tingkat mengkhawatirkan, dilihat dari sebagian pematang sawah sudah terdapat banyak lubang aktif yang menjadi jalur lintasan tikus. Yang demikian dibutuhkan tindakan sigap dari para petani untuk mengatasi serangan hama tikus, salah satunya dengan melakukan pengendalian secara serentak dan intensif baik dengan menggunakan umpan berupa rodentisida maupun dengan emposan. PPL pendamping Desa Plobangan dan Desa Wulungsari, Ani Istikharoh, SP menyampaikan secara teknis, serangan hama tikus juga dapat diantisipasi dengan melakukan sistem tanam jajar legowo, dimana tanaman padi seolah-olah nampak sebagai tanaman tepi semua. Hal ini karena hama tikus biasanya merusak dan memakan tanaman padi yang berada di tengah sawah. Di samping itu juga, petani perlu melakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma di pematang sawah, agar tidak menjadi tempat persembunyian tikus. Kegiatan pengendalian hama tikus serentak ini, diharapkan dapat menyelamatkan hasil panen petani di kedua desa, sehingga target produksi dan produktivitas panen padi baik di Desa Plobangan maupun Desa Wulungsari bisa tercapai. Dalam gerakan pengendalian hama tikus di Desa Plobangan, lsmail, Kades Plobangan juga merencanakan untuk melaksanakan konservasi burung hantu yang menjadi predator tikus. Sebagai pelestarian pelepasan burung hantu yang dilakukan oleh Bupati Wonosobo tahun 1994 Konservasi burung hantu ini salah satunya dengan membuat rubuha atau rumah burung hantu yang dibiayai dari anggaran desa. Ismail berharap program ini akan didukung oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, agar Desa Plobangan menjadi percontohan penangkaran burung hantu. Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Wulungsari Agus Martono, mengharapkan peran serta semua petani untuk ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan ini, serta selalu mengikuti arahan dari PPL. Dikirim oleh : Ani Istikharoh, SP THL-TBPP kec. Selomerto- Wonosobo