Loading...

Gerakan Pengendalian OPT Penggerek Batang Padi di Subak Pergung Desa Pergung Kecamatan mendoyo Jembrana

Gerakan Pengendalian OPT Penggerek Batang Padi di Subak Pergung Desa Pergung Kecamatan mendoyo Jembrana
Hama Penggerek Batang Padi (PBP) menjadi salah satu hama utama yang sering menyerang tanaman padi, yang menimbulkan kerusakan sehingga berdampak pada penurunan hasil pertanian. Serangan hama Penggeren Batang Padi dapat menyebabkan kerusakan dari tingkat ringan, sedang, berat hingga puso. Di petani, hama PBP ini dikenal dengan nama hama sundep dan sering menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. Sedangkan pada fase generatif (sudah mulai muncul malai), hama ini juga sering muncul dan dikenal dengan nama hama Beluk. Karena mampu menyerang di setiap fase pertumbuhan, maka untuk mengurangi tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama PBP ini, harus dilakukan antisipasi sejak dini dengan melakukan tindakan pengendalian yang tepat, Untuk gejala sundep, serangan dimulai dengan larva ngengat merusak tanaman padi sebelum memasuki fase vegetatif (masa pembungaan) dan gejalanya mulai terlihat ketika tanaman padi berumur 21 hari setelah pindah tanam. Selanjutnya setelah 1 minggu, larva ngengat akan bertelur dan meletakkannya pada batang tanaman padi, dan selang 4-5 hari telur akan menetas sekaligus merusak sistem pembuluh tanaman yang terdapat pada batang padi. Dampak visualnya yaitu pucuk batang padi menjadi kering kekuningan serta mudah dicabut. Sedangkan untuk gejala beluk, serangannya terjadi pada fase generatif (masa pembentukkan malai). Dampak serangan yang ditimbulkan menyebabkan bulir padi menjadi hampa akibat proses pengisian bijinya tidak berjalan sempurna karena kerusakan pada pembuluh batang padi. Terjadinya serangan ini sebenarnya dapat diatasi dengan mendeteksi dini mengamati tanaman pada saat persemaian bila terdapat kumpulan telur telur yang menempel. Namun cara ini terlambat ditempuh sehingga selanjutnya untuk menindaklanjuti serangan OPT itu maka pada tanggal 21Juli 2023 telah dilakukan Gerdal (Gerakan Pengendalian) OPT Penggerek Batang Padi yang diikuti oleh anggota subak pergung sebanyak 15 orang, PPL Wilbin dan POPT. PPL wilbin menerima lamaporan adanya serangan kemudian mengajak POPT untuk meninjau dan mengamati areal terdampak untuk selanjutnya membuat surat rekomendasi agar segera dilaksakan gerakan pengendalian. Pengendalian dilakukan dengan mengunakan pestisida berbahan aktif imidakloprid. Setelah dilakukan pengendalian diharapkan anggota subak tetap memantau apabila masih ada seragan pengerek batang pada pertanaman. Sang Ayu Made Intan Putri Rahayu, S.P. Penyuluh Pertanian Ahli Pertama