Sebanyak 65 orang petani peserta Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) spesifik Lokasi, melakukan gerakan tanam, sekaligus pembelajaran tentang bertanam tandur Jajar Legowo. Kegiatan ini dilakukan pada hari kemis, tanggal 14 Juni 2012. Bertempat dihamparan lokasi SLPTT. Para petugas langsung terjun kesawah bersama-sama petani, untuk belajar juga, dan merasakan bagaimana nikmat dan sedihnya liku-liku menjadi petani, apalagi sebagai buruh tani, atau sebagai penggarap lahan. Para petugas, diantaranya Penyuluh Pertanian, Koordinator Penyuluh Kecamatan Banjar dan Petugas POPT Kecamatan. Made Danu selaku Penanggung Jawab kegiatan SLPTT Kabupaten Buleleng, menyarankan kepada semua petani agar mengikuti Rencana Usaha Kelompok (RUK) yang telah disusun bersama sebelum kegiatan dimulai. Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas lahan sesuai dengan kondisi spesifik lokasi yang sesuai dengan agroklimat yang ada di wilayah kelompok pelaksana. Pemberian agro input yang dibantu oleh pemerintah sudah seyogyanya dapat meningkatkan hasil padi persatuan luas yaitu seluas 25 Ha untuk kegiatan SLPTT. Penyuluh Pertanian Wilbin Kaliasem, menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi oleh petani diwilayah Binaannya, serta kekurangan tegnologi yang belum dilaksanakan oleh kelompok tani. Ada beberapa hal diantaranya : Petani belum melakukan penyiangan secara baik yaitu diharapkan agar melakukan penyiangan dengan cara mekanis, dan mengurangi herbisida yang akan dapat merusak lingkungan apabila dilakukan secara terus menerus. Belum dilakukannya pengunaan bahan organik pada saat pesemaian. Kelemahan yang dilakukan adalah masih banyak penggunaan benih per satuan luas, karena seleksi benih yang sehat belum dilaksanakan melalui pemilihan dengan metode air garam, sehingga benih yang kurang baikpun ikut disemaikan. Pertumbuhan benih yang kurang seragam menyulitkan dalam penanaman, serta pertumbuhan padi tidak seragam. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) yang ikut terjun kelokasi SLPTT, bersama Koordinator Penyuluh kecamatan, menyampaikan saran yaitu : Perlu diwaspadai hama penggerek batang, wereng coklat, Tungro dan Penyakit Hawar Daun Bakteri yang merupakan penyakit endemis dilokasi pelaksana SLPTT. Pengamatan mingguan, pemantauan cuaca agar dilakukan oleh peserta SLPTT, untuk mewaspadai bahaya dari serangan Organisme Pengganggu tanaman (OPT). Pertemuan dan praktek langsung yang dilakukan setiap minggu dilapangan akan lebih cepat diadopsi oleh masyarakat Tani terutama tegnologi yang akan diterapkan. (I NYOMAN SUDRANA SP, ADMIN BULELENG)